Mengenal Wadi Al-Salam, Kuburan Terbesar dan Tertua di Dunia

Salwa Izzati Khairana, Jurnalis · Sabtu 04 Desember 2021 15:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 03 408 2511571 mengenal-wadi-al-salam-kuburan-terbesar-dan-tertua-di-dunia-dYC4HHGt78.jpg Kompleks kuburan Wadi Al-Salam di Najaf, Irak (Foto Sometimes Interesting)

WADI Al-Salam yang terletak di Najaf, Irak merupakan pemakaman Muslim terbesar dan tertua kedua di dunia setelah Al-Baqi' di Madinah, Arab Saudi. Jutaan orang telah dimakamkan di tanah seluas 1.500 hektare tersebut atau 30% dari wilayah kota suci kaum Syiah tersebut.

Kekerasan yang meningkat di Irak selama beberapa dekade terakhir telah mempercepat laju penguburan sampai pada tingkat yang mengkhawatirkan.

Baru-baru ini, jalan berliku-liku di antara makam telah digunakan oleh para pejuang untuk bersembunyi dan menyergap pasukan lawan, membawa konflik ke Najaf, tanah suci Syiah.

 Baca juga: Mengenal Makam Baqi di Madinah, Pemakaman Kerabat Nabi Muhammad

Najaf yang terletak beberapa mil di sebelah barat Sungai Efrat. Najaf berasal dari abad ke-8 ketika kota ini didirikan sebagai tempat suci bagi Ali bin Abi Thalib, sepupu sekaligus menantu Nabi Muhammad SAW.

Warga Syiah sangat mengagungkan Ali bin Abi Thalib. Diyakini bahwa makam ‘Sang Kesatria Rasulullah’ itu ada di Najaf, terpatnya di Masjid Imam Ali. Konon, Ali pernah menetapkan lokasi itu sebagai pintu masuk ke surga.

 

Mengutip dari blog Sometimes Interesting, Wadi Al-Salaam sendiri memiliki arti Lembah Damai, ini mengacu pada pertimbangan tanah suci oleh Ali. Masjid Imam Ali di Najaf dianggap oleh Syiah sebagai situs tersuci ke-3 dalam Islam.

Selain itu, pemakaman itu merupakan yang tertua kedua dalam Islam setelah Al-Baqi' Madinah. Situs ini terkenal sebagai pemakaman terbuka tertua di dunia, di mana telah menerima kuburan baru selama hampir 1.400 tahun.

 Baca juga: Deretan Tempat Bersejarah Wajib Dikunjungi saat Berziarah ke Madinah

Sebagai situs pemakaman Ali dan nabi lainnya, pentingnya Wadi Al-Salaam juga dikenal di seluruh Islam. Dikatakan bahwa jiwa semua pria dan wanita yang setia akan dipindahkan ke sana, tidak peduli di mana tubuh mereka telah dikuburkan.

Populasi Wadi Al-Salaam telah tumbuh menjadi salah satu kuburan Muslim tertua di dunia. Selama berabad-abad, jutaan Shi'a telah dimakamkan di dekat tempat suci Imam Ali, dan lajunya meningkat dalam sepuluh tahun terakhir saja. Kini diperkirakan 500.000 orang dimakamkan setiap tahun.

Pemakaman ini luasnya mencapai 1.485.5 hektare. Makam-makam yang ada juga bervariasi sesuai kondisi dan ukuran berdasarkan zaman serta kelas individu yang dimakamkan.

Kuburan banyak dibangun dengan batu bata dan plester, naik ke tingkat yang berbeda. Bidang tanah yang lebih tua menunjukkan lebih banyak mengalami kerusakan, sementara ruang bawah tanah berhias logam dengan atap miring menunjukkan individu dari kelas yang berbeda. Untuk ruang bawah tanahnya berukuran seperti sebuah kamar dengan kubah besar tersebar di tanah.

Saat ruang mencapai premium, kuburan pindah ke bawah. Kubah bawah tanah biasanya dapat diakses melalui tangga, tetapi yang terkubur di bawah yang lain tidak selalu memiliki penanda di atas tanahnya.

 ilustrasi

Tanah itu tidak asing dengan terjadinya konflik, tetapi dengan meningkatnya kekerasan selama 100 tahun terakhir memaksa pemerintah untuk tteap mencoba dan melestarikan tanah pemakaman tersebut.

Pada tahun 1966, the 64th General Endowment Act disahkan dalam upaya untuk mengendalikan kekerasan yang terjadi di sekitar Najaf. Undang-undang tambahan disahkan kemudian pada tahun 1999, di mana membuat tanah suci semakin terisolasi dan meningkatkan cakupan perlindungan.

Bagaimanapun, kuburan telah menjadi banyak tempat pertempuran penting dalam sejarah baru-baru ini. Selama perang Irak di tahun 2003, milisi sering menggunakan kunuran tersebut untuk bersembunyi dan menyergap musuh yang mendekat.

Para pemberontak akan berlindung di labirin kuburan yang penuh sesak, tetapi tentara Irak hanya membuldoser jalan melalui kuburan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini