Share

Kisah Berlian Koh-i-Noor Pembawa Maut, Harganya Bisa Capai Rp170 Triliun

Andin Nurul Alifah, Jurnalis · Sabtu 04 Desember 2021 18:08 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 04 406 2511731 kisah-berlian-koh-i-noor-pembawa-maut-harganya-bisa-capai-rp170-triliun-GbX6mtm55T.jpg Berlian Koh-i-Noor (dok NYTimes)

JAKARTA - Berlian Koh-i-Noor konon membawa kutukan yang mematikan. Orang yang menggunakannya akan menguasai dunia namun juga menghadapi kemalangan.

Melansir Hindustan Times, Koh-i-Noor merupakan berlian berkualitas terbaik di dunia yang ditemukan di Tambang Kollur dekat tepi Sungai Krishna, Golconda, yang lokasinya saat ini lebih dikenal sebagai Andhra Pradesh, India.

Berlian Koh-I-Noor ditaksir memiliki harga USD 10-12 miliar atau sekitar Rp 170 triliun.

Terdapat kontroversi di balik berlian ini yakni klaim Inggris mencuri batu itu dari India. Pada tanggal 18 April, selama sidang pengadilan atas tuntutan pengembalian berlian ke India, Ranjit Kumar, Jaksa Agung mengataka, batu yang Namanya berarti “Gunung Cahaya”, tidak di curi oleh Inggris, tetapi diberikan kepada mereka oleh Raja Sikh Ranjit Singh.

Baca Juga:

Rekomendasi 15 Oleh-Oleh Khas Madiun, Brem hingga Kue Semprong Bikin Nagih

15 Tempat Wisata Populer di Madiun, Tak Boleh Dilewatkan

Pemilik pertamanya maharaja Golkonda dari Dinasti Kakatiya di India. Sampai pada keruntuhannya dinasi ini di 1323, berlian itu pindah ke Alauddin Khilji, penguasa kedua dari Dinasti Khilji yang mendirikan Kesultanan Delhi di India. Dibantu jenderal perangnya, Malik Kafur, ia merebut berlian itu.

Berlian tersebut kemudian diwariskan turun menurun. Raja Babur pada 1526, takjub dengan berlian ini sehingga berencana merebutnya. Tak hanya merebut, Raja Babur menghancurkan Kerajaan India dan menjadikan wilayahnya menjadi bagian dari kerajaan Mughal.

Sejak saat itu juga, berlian tersebut diklaim menjadi Batu Permata Babur dan diwariskan kepada keturunannya hingga Raja Kelima, Shah Jahan, yang dikenal sebagai pembangunan Taj Mahal. Pada masa pemerintahan Shah Jahan (1628-1658), kristal putih itu diletakkan sebagai hiasan pada dudukan berlian megah yang disebutnya Peacock Throne di Red fort, Delhi.

Terdapat klaim kepemilikan oleh empat negara, India, Pakistan, Afghanistan dan Inggris, tetapi Inggris telah mempertahankan kepemilikannya atas permata itu. Selama beratus-ratus tahun sudah, Montain of Light berada di bawah perlindungan Inggris. Meski begitu, Duleep muda (Raja Pakistan terakhir) dan beberapa negara yang pernah terlibat dengannya tak rela berlian itu menjadi milik Kerajaan Inggris.

Terlepas dari kepercayaan pada cerita kutukan tersebut, pada kenyataannya batu ini kemudian hanya dipakai oleh para perempuan di Kerajaan Inggris.

Setelah Ratu Victoria, ada tiga perempuan lain yang pernah mengenakan berlian ini, Alexandra, Mary, dan Elizabeth Angela Marguerite -ibu dari Ratu Elizabeth II.

Berlian Koh-i-Noor lalu terlihat diletakkan di atas peti jenazah Elizabeth Angela Marguerite yang adalah istri King George VI, dalam prosesi pemakaman di tahun 2002.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini