Intip Koleksi Musuem Yahudi Pertama di Singapura, Tertarik Kunjungi?

Kurniawati Hasjanah, Jurnalis · Minggu 05 Desember 2021 08:08 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 04 406 2511783 intip-koleksi-musuem-yahudi-pertama-di-singapura-tertarik-kunjungi-1WFVgenf70.jpg Suasana Museum Yahudi di Singapura (dok Strait Times/Desmon Foo)

JAKARTA - Museum Yahudi pertama di Singapura resmi dibuka pada Kamis 2 Desember 2021. Upacara peresmiannya berlangsung di Maghain Aboth Synagogue yang didirikan pada 1878 dan menjadi pusat aktivitas Yahudi di Singapura.

Melansir Strait Times, museum ini berisikan kumpulan cerita kedatangan komunitas di Singapura setelah menjadi koloni Inggris pada awal 1800-an. Narasi yang diceritakan melibatkan tokoh penting Yahudi dalam sejarah Singapura.

Baca Juga:

Cerita Suami Istri Berhenti Kerja demi Keliling Dunia Bersama, Rela Jual Tiga Rumah dan Tinggal di Kapal

 15 Tempat Makan yang Terkenal Enak di Madiun, Ayam Bakar Favorit hingga Soto Daging Rekomendasi

Misalnya saja sosok mantan hakim Mahkamah Agung Joseph Grimberg, ahli bedah perintis Yahya Cohen, dan Sir Manasseh Meyer, seorang pengusaha terkemuka yang namanya menghiasi salah satu bangunan di kampus Bukit Timah National University of Singapore.

"Mereka adalah pengingat bahwa sesuatu yang besar kadang-kadang datang dalam jumlah kecil," kata Nash Benjamin, presiden Dewan Kesejahteraan Yahudi.

Museum ini pertama kali dikonsep sekitar tiga tahun lalu dan rencananya akan diluncurkan bersamaan dengan Singapore Bicentennial pada 2019, namun tertunda hingga sekarang. Benjamin mengatakan, komunitasnya menilai museum terbuka untuk semua warga Singapura.

Museum ini memiliki tulisan tentang ritus dan festival Yahudi, sehingga mereka yang tertarik dapat diberikan kursus kilat tentang budaya Yahudi, yang menurut Benjamin masih sedikit dipahami mereka yang non-Yahudi.

Menariknya, museum ini memperlihatkan tradisi menuangkan air di bagian belakang mobil seseorang saat ia berangkat ke bandara untuk keberuntungan. Setelah seorang anak laki-laki disunat, ibu dan anak itu juga harus berada di rumah yang sama selama 40 hari, dan anak itu dibawa keluar untuk menyeberangi tujuh jembatan.

Dibukanya museum ini mendapatkan sambutan positif dari Menteri Dalam Negeri dan Hukum Singapura, K Shanmugam.

"Jika Anda melihat jalan-jalan - Frankel Estate, Meyer Road... Orang-orang Yahudi telah memberikan kontribusi luar biasa. Mereka telah menambah kekayaan sejarah dan masyarakat kita, dan saya sangat senang bahwa museum ini memamerkan sejarah untuk generasi mendatang," terang Shanmugam.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini