Mengenal Desa Wisata Wae Rebo NTT, Wakil Indonesia di Ajang UNWTO 2021 yang Dijuluki Surga Diatas Awan!

Ahmad Haidir, Jurnalis · Sabtu 04 Desember 2021 13:56 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 04 408 2511834 mengenal-desa-wisata-wae-rebo-ntt-wakil-indonesia-di-ajang-unwto-2021-yang-dijuluki-surga-diatas-awan-4x4B7OqyGU.jpg Desa Wisata Wae Rebo NTT (dok Kemenparekraf)

JAKARTA – Namanya mungkin masih kurang familiar bagi wisatawan pada umumnya, namun jangan salah, Desa Wae Rebo yang terletak di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) memiliki keindahan alam yang luar biasa hingga dijuluki Surga Diatas Awan.

Selain itu, Desa Wisata Wae Rebo juga menjadi salah satu dari tiga desa di tanah air yang mewakili Indonesia di ajang ‘Best Tourism Village’ atau penganugerahan Desa Wisata Terbaik di dunia yang diselenggarakan oleh United Nations World Tourism Organization (UNWTO) alias badan PBB yang khusus menangani pariwisata.

Lantas apa saja keunggulan dan daya tarik wisata yang dimiliki oleh Desa Wisata Wae Rebo? Berikut ini MNC Portal Indonesia sajikan ulasannya!

Lokasi dan Rute Akses

Desa Wisata Wae Rebo berlokasi di pegunungan terpencil di Kampung Satar Lenda, Kecamatan Satar Mese Barat, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur dan berada di ketinggian 1000 mdpl. Itulah mengapa desa ini dijuluki ‘Surga Diatas Awan’.

Adapun untuk bisa mencapai lokasi, pengunjung atau wisatawan perlu untuk melakukan sedikit perjuangan karena medannya yang sulit dan jauh. Namun semua itu akan langsung terbayar apabila sampai di tempat.

Hal inilah yang juga dirasakan oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) RI Sandiaga Salahuddin Uno saat melakukan visitasi ke desa yang juga masuk menjadi salah satu dari 50 Desa Wisata Terbaik di ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021 itu.

“Dua kesan saya saat berkunjung ke Wae Rebo, jadi dari 50 desa wisata yang kita kunjungi terakhir ini, Wae Rebo memberikan sensasi yang terbaik."

"Kedua, desa ini terindah, dicapai dengan penuh perjuangan. Ini adalah desa wisata yang betul-betul berat perjuangannya untuk mencapai, karena kita bukan hanya 4-5 jam naik di mobil tapi kita harus hiking sejauh lima kilometer di bebatuan dan jalan setapak yang licin,” ujar Sandiaga Uno dikutip oleh MNC Portal Indonesia melalui keterangan tertulis, Sabtu (4/12/2021).

Daya Tarik Wisata

Salah satu daya tarik utama Desa Wae Rebo adalah panorama alamnya yang luar biasa indah. Hamparan rumput hijau yang dikelilingi pegunungan lengkap dengan kabut juga adalah pemandangan yang bisa kamu saksikan disini.

Selain itu, ada juga sumber mata air murni yang berasal dari pegunungan yang dimanfaatkan oleh masyarakat desa untuk mandi, mencuci, dan untuk minum sehari-hari. Sumber mata air ini dinamai Sosor, yang di mana terdapat dua jenis yaitu Sosor Pria dan Sosor Wanita.

Namun selain keindahan alam, Wae Rebo juga memiliki sejumlah daya tarik wisata seperti kekayaan adat hingga keanekaragaman produk ekonomi kreatif. Untuk adatnya, desa ini memiliki 7 rumah adat yang menjadi ikon dari Wae Rebo yakni ‘Mbaru Niang’ yang berbentuk kerucut.

Keunikannya secara adat adalah, kebudayaan masyarakat setempat telah membaur dengan kebiasaan penduduk Pulau Flores, namun arsitektur bangunannya masih memiliki unsur Minang. Pengaruh Minang bisa dijumpai pada arsitektur Niang Dangka, atap Mbaru Niang ini.

Selain rumah adat, ada juga upacara adat yang bernama Ritus Upacara Penti. Upacara ini merupakan bentuk syukur masyarakat kepada Tuhan dan roh leluhur terhadap semua bentuk harapan yang diterima selama satu tahun yang telah dilewati.

Desa wisata Wae Rebo juga memiliki ragam seni yakni seperti ‘Rangku Alu’. Permainan serta tarian ini dilakukan dilakukan empat orang memegang empat tongkat bambu, memakai tongkat membentuk palang dan menggerak-gerakkannya. Sementara orang lainnya harus melompati bagian celahnya agar tidak terjepit bambu.

Selain itu juga ada Tarian Caci, yang merupakan salah satu bentuk refleksi dari kebudayaan dan kehidupan warga Wae Rebo.

Lalu produk kerajinan tangan, Desa Wisata Wae Rebo memiliki kerajinan kain tenun. Khas dari kain tenun ini yaitu bermotif Manggarai yang menyerupai bunga dan memiliki warna yang lebih cerah. Sedangkan di sektor kuliner, ada kopi dan juga madu hutan.

Bantuan Kemenparekraf

Dengan berbagai potensi tersebut, tak heran apabila Desa Wisata Wae Rebo berhasil menjadi salah satu dari tiga wakil Indonesia di ajang Desa Wisata Terbaik UNWTO 2021. Menparekraf Sandiaga dalam kunjungannya pun berharap capaian itu dapat membuat keberadaan Desa Wisata Wae Rebo semakin baik kedepannya.

Untuk mencapai hal itu, Sandiaga berjanji bahwa pihaknya akan memberikan pendampingan untuk Desa Wisata Wae Rebo agar desa ini bisa terus berkembang. Tak lupa ia juga berpesan kepada masyarakat dan seluruh stakeholder setempat untuk terus memajukan desa.

“Saya akan menugaskan dewan juri Prof. Azril Azahari yang merupakan juri ADWI untuk memberikan pendampingan untuk memastikan Desa Wisata Wae Rebo ini bisa berkembang,” ucapnya.

"Saya juga titipkan etos kerja 4 AS, yaitu kerja keras bagaimana kita menunjukkan bahwa masyarakat Desa Wae Rebo ini adalah pekerja keras. Kedua, kerja cerdas, kecerdasan kita untuk mengelola kelestarian alam. Ketiga, kerja tuntas, dengan mendapatkan hasil terbaik di UNWTO. Dan terakhir, kerja ikhlas, kita berikan yang terbaik dan sisanya kita serahkan yang di atas untuk menentukan. Tapi saya yakin Wae Rebo akan mendapatkan hasil yang terbaik,” tegasnya.

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini