Share

Ternyata Ini Penyebab Pesawat Kerap Alami Turbulensi, Jantung Serasa Mau Copot!

Salwa Izzati Khairana, Jurnalis · Senin 06 Desember 2021 08:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 06 406 2512410 ternyata-ini-penyebab-pesawat-kerap-alami-turbulensi-jantung-serasa-mau-copot-rfX1D9wvy7.JPG Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

SEBAGIAN besar penumpang pernah mengalami turbulensi saat berada dalam penerbangan. Baik suka maupun tidak suka, turbulensi selalu menjadi bagian dari penerbangan.

Turbulensi pada dasarnya adalah perubahan udara yang dapat mengguncang pesawat dan biasanya tidak berbahaya.

Sementara tidak ada yang benar-benar menikmatinya, penumpang harus mengencangkan sabuk pengaman karena kemungkinan penerbangan akan mengalami lebih banyak turbulensi ketimbang sebelumnya.

Pilot mencoba untuk menghindari turbulensi dengan terbang di troposfer bawah, di mana merupakan lapisan atmosfer yang paling dekat dengan bumi.

Namun, krisis iklim menyebabkan perubahan atmosfer pada bumi yang berdampak pada lapisan tersebut.

Baca juga: Benarkah Turbulensi Bisa Bikin Pesawat Terbalik? Ini Penjelasannya

Infografis Turbulensi Pesawat

Penelitian baru yang diterbitkan oleh Science Advances menemukan bahwa saat planet memanas, atmosfer yang paling dekat dengan bumi juga memanas.

Ini berarti pilot perlu terbang lebih tinggi untuk menghindari turbulensi dan kemungkinan penumpang akan mengalami perjalanan yang lebih bergelombang di masa depan.

Turbulensi yang tak terlihat disebabkan oleh geseran angin ketika kecepatan angin berubah secara tiba-tiba, pada sudut yang tepat terhadap arah angin saat ini juga akan meningkat dalam beberapa dekade mendatang saat bumi memanas.

Hal ini memberikan gaya putar pada pesawat dan menciptakan turbulensi. Turbulensi yang tak terlihat ini bisa menjadi sangat parah dan menakut-nakuti para penerbang yang gugup dalam penerbangan.

Menurut penelitian dari University of Reading menunjukkan itu akan menjadi tiga kali lebih umum pada tahun 2050 hingga 2080 mendatang. Saat ini, perubahan iklim menyebabkan perbedaan suhu antara kutub bumi dan menyusutnya khatulistiwa.

Meski begitu, penelitian baru menunjukkan bahwa yang sebaliknya terjadi di sekitar ketinggian 34.000 kaki, ketinggian jelajah yang khas untuk sebuah pesawat.

Baca juga: Ketakutan Pesawat Turbulensi Hebat, Dinar Candy: Allahuakbar! Aku Cuma Cari Nafkah untuk Keluarga

Aliran jet, arus udara yang mengalir dengan cepat yang digunakan oleh pilot untuk menghemat bahan bakar didorong oleh perbedaan suhu ini. Dan, penguatan perbedaan suhu ini menyebabkan peningkatan geser angin yang mendorong turbulensi.

Jadi, jika takut terbang, Anda mungkin akan mengalami perjalanan yang lebih bergelombang di masa depan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini