Share

Erupsi Gunung Semeru Tak Surutkan Minat Para Wisatawan Liburan ke Bromo

Avirista Midaada, Jurnalis · Senin 06 Desember 2021 22:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 06 406 2512907 erupsi-gunung-semeru-tak-surutkan-minat-para-wisatawan-liburan-ke-bromo-mdmNEr7N80.jpg Gunung Bromo (Okezone.com/Avirista)

ERUPSI Gunung Semeru yang terjadi sejak akhir pekan lalu tak menyurutkan minat para wisatawan berkunjung ke kawasan wisata Gunung Bromo, Jawa Timur. Padahal dua gunung api itu sama-sama berada di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).

Kepala Sub Bagian Data Evaluasi Pelaporan dan Kehumasan Balai Besar TNBTS Sarif Hidayat menyatakan, sehari pasca erupsi Gunung Semeru tepatnya pada Minggu 5 Desember 2021, ratusan orang memasuki kawasan Wisata Gunung Bromo

"Pengunjung relatif tidak berdampak. Kemarin saja ada 611 pengunjung," kata Sarif, Senin (6/12/2021).

Baca juga: Wisata Bromo Terapkan Prokes Ketat Jelang Libur Nataru, Pengunjung Maksimal 25 Persen

Jumlah ini meningkat dibandingkan pada Sabtu 4 Desember 2021 atau hari saat Gunung Semeru meletus di mana ada 570 orang mengunjungi Bromo. "Itu melalui semua pintu masuk, semua sama favoritnya," ungkap dia.

Menurutnya wisata Gunung Bromo tak terdampak erupsi Semeru. Sebab sesuai laporan dari Pos Pengamatan Gunung Api di Gunung Sawur, arah angin mengarah ke tenggara selatan.

"Jadi sementara ini tidak terdampak erupsi. Cuma kami himbau ke pengunjung untuk waspada dan berhati-hati, dan pastinya wajib menggunakan masker," paparnya.

Baca juga: Dear Traveler, Wisata Bromo Tutup saat Libur Natal dan Tahun Baru

Pihaknya pun menegaskan, bila pendakian ke Gunung Semeru telah sejak 3 Juli 2021 ditutup, sehingga saat sejak sebelum erupsi dipastikan tidak ada pendaki yang naik.

TNBTS selaku pengelola sendiri telah membuka empat pintu masuk dari Kabupaten Malang, Pasuruan, Probolinggo, dan Kabupaten Lumajang sejak 30 November 2021 lalu, imbas penurunan level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Ada beberapa spot yang dibuka di kawasan Wisata Gunung Bromo yang dilakukan pembatasan kuota pengunjung, seperti di Bukit Cinta hanya diperuntukkan 31 orang pertama hari, Bukit Kedaluh 107 orang per hari, spot Penanjakan 222 orang per hari, spot Mentigen 55 orang per hari, serta terakhir spot Savana Teletubbies dengan 319 orang per harinya.

Sebelumnya diberitakan Gunung Semeru memuntahkan material vulkanik berupa guguran awan panas dan abu vulkanik saat erupsi pada Sabtu 4 Desember 2021 sore.

Erupsi Gunung Semeru terjadi sekitar pukul 15.00 WIB, dimana awan panas keluar disertai material vulkanik dimuntahkan mengarah ke Curah Kobokan sejauh 10 - 11 kilometer dari kawah Gunung Semeru.

Catatan yang dihimpun Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), guguran lava pijar teramati dengan jarak luncur kurang lebih 500-800 meter dengan pusat guguran berada kurang lebih 500 meter di bawah kawah.

Ilustrasi

Akibatnya hingga Senin siang Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat ada 15 warga meninggal dunia, sebanyak 56 warga terluka, mayoritas mengalami luka bakar. Para warga ini dirawat di empat fasilitas kesehatan di Kabupaten Lumajang seperti RSUD dr. Haryoto, RS Bhayangkara Lumajang, RS Pasirian, Puskesmas Penanggal, Puskesmas Candipuro, dan beberapa puskesmas lainnya.

Tak kurang 5.205 jiwa dilaporkan terdampak erupsi dan 1.707 warga mengungsi di sejumlah titik di Kabupaten Lumajang. Bupati Lumajang Thoriqul Haq sendiri telah menetapkan status tanggap darurat bencana Gunung Semeru selama 30 hari ke depan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini