Menikmati Kawasan Hiburan Malam Jepang Berusia Seabad

Andin Nurul Alifah, Jurnalis · Selasa 07 Desember 2021 15:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 06 408 2512955 menikmati-kawasan-hiburan-malam-jepang-berusia-seabad-DvK298zM38.jpg Kawasan Taiyoshi Hyakuban di Osaka, Jepang (Foto Soranews24.com)

SEBUAH bangunan dengan arsitektur unik bekas rumah bordil berusia seabad berdiri di Red Light Distrik (Lampu Merah) di Osaka, Jepang. Bangunan jadul bernama Taiyoshi Hyakuban tersebut segera direstorasi.

Taiyoshi Hyakuban tidak berfungsi sebagai rumah bordil selama beberapa dekade, dan sekrang beroperasi sebagai restoran, tetapi dilihat sebagai simbol lingkungan sekitar, yang masih terkait dengan industry seks.

Baca juga:  Misteri Hari Laut di Jepang, Arwah Leluhur Datang Mengajak Seseorang Pergi Bersamanya

Para ahli mengatakan struktur kayu dua lantai itu adalah contoh asli yang langka dari arsitektur dari era Taisho tahun 1912-1926.

"Sebagian besar arsitektur Jepang yang berasal dari satu abad atau lebih terbakar dalam serangan udara masa perang atau kebakaran besar," Shinya Hashizume, seorang profesor sejarah arsitektur di Universitas Prefektur Osaka, mengatakan kepada kantor berita AFP.

 

"Bangunan bordil tua, khususnya, jarang bertahan," katanya saat berkunjung ke lokasi

Melansir dari Japan Times, Selasa (7/12/2021), Taiyoshi Hyakuban memiliki lusinan ruang pesta bergaya Jepang dan Barat, beberapa di antaranya menampilkan pintu geser yang dicat halus dan langit-langit dengan hiasan.

 Baca juga: Omicron Merebak, Jepang Tutup Pintu Masuk Pelancong Asing dari Seluruh Dunia

Keberagaman mural, dari sosok dewi memainkan instrumen tradisional dan pedagang Belanda dengan pakaian kuno menghiasi suite, yang mengelilingi taman di mana batu "yin dan yang" yang menjulang mewakili pria dan wanita.

"Di sini, seni adalah bagian dari bangunan... itulah yang luar biasa," kata Masakazu Rokuhara, seorang arsitek yang terlibat dalam proyek restorasi.

Pada malam hari, lentera merah yang berayun digantung di bagian luar lantai dua gedung ini memberikan pesona nostalgia pada struktur tersebut, dengan lembut menerangi dinding kayu merahnya.

Tapi siang hari mengungkapkan kebutuhan mendesak untuk restorasi, termasuk retakan pada plakat kayu besar di atas pintu depan dan cat yang memudar.

 Ilustrasi

Bangunan itu ditetapkan sebagai "properti budaya berwujud yang terdaftar" sebagai pengakuan atas signifikansi historisnya, tetapi itu tidak menghasilkan dana publik untuk melindunginya.

Dan sementara pemiliknya telah lama berencana untuk merombak bangunan itu, pandemi membuat donasi menjadi langka.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini