Share

Varian Omicron Rusak Rencana Perjalanan, Lebih 200 Ribu Orang Batal Liburan!

Lina Sharfina, Jurnalis · Selasa 07 Desember 2021 20:04 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 07 406 2513191 varian-omicron-rusak-rencana-perjalanan-lebih-200-ribu-orang-batal-liburan-AJqklcxWjy.JPG Ilustrasi (Foto: Reuters)

PEMERINTAH Maroko melarang segala aktivitas penerbangan ke luar negeri hingga pekan depan. Hal itu sebagai langkah mencegah masuknya Covid-19 varian Omicron.

Pada 29 November lalu, Maroko mengumumkan larangan dua pekan untuk semua penerbangan luar negeri, termasuk dari Inggris, yang dijadwalkan berakhir pada 13 Desember 2021 mendatang.

Pemerintah Maroko menghentikan seluruh penerbangan luar negeri dalam upaya untuk melindungi warganya dari penyebaran cepat varian Omicron dari Eropa dan Afrika.

Jumlah kasus virus corona secara signifikan lebih tinggi di Inggris dibandingkan dengan Maroko. Kemarin, Inggris mencatat 43.992 kasus baru, dan Maroko mencatat 90 kasus.

Meski pemerintah Maroko tidak memberi indikasi bahwa larangan penerbangan akan berlanjut setelah 13 Desember, maskapai asal Irlandia, Ryanair telah membatalkan penerbangannya hingga 1 Februari 2022.

Baca juga: Varian Omicron Merebak, Berikut Aturan Terbaru Perjalanan Internasional

Infografis Maskapai

Bos Ryanair mengaku pihaknya belum tahu apa rencana selanjutnya setelah masa larangan tersebut berakhir. Maskapai telah memberi tahu penumpang yang terkena dampak dan memberi mereka pilihan untuk voucher perjalanan, pengembalian uang (refund), atau memesan ulang perjalanan mereka.

"Kami sangat menyesalkan gangguan ini terhadap penumpang kami dari penerbangan Maroko yang dibatalkan hingga 1 Februari 2022, karena kurangnya kejelasan dari otoritas Maroko tentang apa yang diharapkan di luar keputusan larangan perjalanan awal mereka hingga 13 Desember mendatang," ungkap Direktur Komersial Ryanair, Jason melansir The Sun.

"Ryanair menyesalkan gangguan yang tidak perlu yang disebabkan dan meminta maaf kepada semua penumpang kami atas hasil ini, yang sepenuhnya di luar kendali kami," tambahnya.

Ini bukan pertama kalinya Maroko memberlakukan larangan terbang. Pada Oktober lalu, penerbangan dari Inggris, Jerman dan Belanda dilarang karena khawatir kenaikan kasus Covid-19 di sejumlah negara Eropa.

Sejauh ini, keputusan Maroko untuk membatalkan penerbangan Inggris telah memengaruhi 160.000 pelanggan Ryanair.

Pesawat Ryanair

(Foto: Instagram/@haz_aviation)

Keputusan maskapai untuk membatalkan semua penerbangan hingga Februari telah membuat 230.000 pelanggan Ryanair tambahan menghadapi gangguan pada rencana perjalanan mereka.

Kantor Luar Negeri Inggris telah menyarankan para pelancong untuk menghubungi maskapai penerbangan atau operator tur mereka guna mendapatkan masukan tentang perjalanan ke maupun dari Inggris.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini