Mengenal Budaya Onsen Jepang, Bersantai Menikmati Air Panas Alami

Salwa Izzati Khairana, Jurnalis · Rabu 08 Desember 2021 14:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 07 406 2513526 mengenal-budaya-onsen-jepang-bersantai-menikmati-air-panas-alami-tHG1PXR9pB.jpg Mengenal budaya onsen Jepang (Getty Images via BBC)

BILA berkunjung ke Jepang dan ingin merasakan puncak kemewahan serta budayanya, perjalanan ke onsen bisa menjadi pilihan. Onsen telah berkembang menjadi salah satu tempat wisata paling populer dan sangat mempengaruhi budaya mandi di Jepang.

Tidak jarang keluarga, pasangan, dan teman-teman melakukan perjalanan akhir pekan hanya untuk mengunjungi onsen dan sekitarnya.

Onsen merupakan cara sempurna untuk bersantai dan meremajakan tubuh sambil menikmati hiburan Jepang yang dulu diperuntukkan bagi kaum bangsawan saja.

Baca juga:  Aman Lepas Penat saat Pandemi Covid-19, Jalan-Jalan Aja ke Onsen Jepang di Malang

Onsen sendiri adalah sumber air panas alami yang banyak ditemukan di seluruh Jepang. Ini karena Jepang terletak tepat di cincin api pasifik sehingga tidak heran memiliki lebih dari 20.0000 mata air panas.

Jepang memiliki banyak area onsen, tetapi ada lima onsen yang cukup terkenal, di antaranya adalah Dogo, Beppu, Kinugawa, Wakura, dan Hakone. Tak hanya onsen, biasanya juga dilengkapi dengan fasilitas lain seperti penginapan yang bergaya khas Jepang.

 

Selain itu, onsen diyakini memiliki kekuatan mistik dan suci karena kandungan mineral dari mata air panas bumi. Juga diklaim dapat menyembuhkan radang pada persendian dan memurnikan kulit. Konon, menjadi tempat bagi dewa-dewa kuno untuk menyembuhkan diri.

Pemandangan yang luar biasa indah bisa ditemukan di area onsen. Suasananya begitu pas untuk melepas penat dan mengistirahatkan tubuh dengan bersantai.

 Baca juga: Menikmati Kawasan Hiburan Malam Jepang Berusia Seabad

Meski begitu, berendam di sana memiliki sejumlah aturan yang cukup ketat. Misalnya tidak boleh memiliki tato sekecil apa pun, pergi dalam kondisi sakit dan mabuk, wanita yang sedang haid atau bagi orang yang berdarah.

Ada juga pemandian air biasa untuk umum yang dikenal sebagai sento. Ini sudah ada dari zaman dahulu, di mana orang Jepang masih belum memiliki bathtub sendiri. Sebab itu, mereka akan pergi ke sento untuk mandi dan berendam.

Sento sendiri menjadi pilihan yang jauh lebih praktis daripada onsen dalam sehari-hari. Pada abad ke-6, sento awalnya hanya untuk para biksu dalam mengenalkan agama Buddha di Jepang.

Namun, seiring berjalannya waktu, dari yang sebelumnya untuk orang yang sakit atau orang kaya saja, sento mulai dibuka untuk umum.

Tidak seperti onsen yang alami, air di sento ialah air biasa dari air keran yang dipanaskan. Dan untuk biaya masuknya juga cukup terjangkau dibandingkan dengan onsen.

 Ilustrasi

Bagi setiap pengunjung yang datang, mereka harus melepas semua pakaian dan berendam dalam keadaan telanjang.

Hal ini sebagai bentuk penerimaan diri terhadap tubuh sendiri. Dengan ketelanjangan juga bisa membuat kejujuran meningkat di antara mereka yang mandi bersama.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini