Jangan Sampai Ponsel Jatuh di Pesawat, Bisa Timbulkan Asap Kebakaran

Salwa Izzati Khairana, Jurnalis · Jum'at 10 Desember 2021 11:17 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 09 549 2514439 jangan-sampai-ponsel-jatuh-di-pesawat-bisa-timbulkan-asap-kebakaran-ZrnlpkS609.jpg Ilustrasi pesawat (dok iStock)

JAKARTA - Saat naik pesawat terbang diwajibkan bagi penumpang untuk menonaktifkan ponselnya selama penerbangan.

Selain itu, terdapat saran agar tak menjatuhkan ponsel saat berada di pesawat. Terlebih menggeser kusir ketika mencari ponsel yang jatuh.

Melansir New York Post, penumpang kelas bisnis Qantas mendapatkan pelajaran setelah menjatuhkan ponsel di pesawat dari Los Angeles ke Melbourne pada Rabu 26 September 2018 lalu.

Saat itu, mereka berusaha mengambilnya dan menggerakkan kursi agar bisa meraihnya. Namun, apa daya usaha mereka malah menghancurkan ponsel.

Baca Juga:

Penampakan Cahaya Aneh Dikira UFO di Laut Cina Selatan

4 Rumah Mewah Jadi Lokasi Syuting Drama Korea, Ada Tempat Persinggahan Favorit Presiden

Bahkan, ponsel itu mengeluarkan asap sehingga pilot harus melaporkannya kepada menara pengendali sebelum melanjutkan penerbangan.

Berkaca dari hal tersebut, kini Otoritas Keselamatan Penerbangan Sipil Australia memberikan peringatan kepada seluruh penumpang pesawat agar tidak mengambil perangkat elektronik yang jatuh selama penerbangan.

"Hal ini membuat kerusakan pada baterai lithium ponsel yang dapat menyebabkan panas berlebih dan kebakaran. Penumpang harus ingat untuk tidak pernah memindahkan kursi mereka jika telepon hilang saat dalam penerbangan dan selalu meminta bantuan pada awak kabin pesawat. Jika ponsel rusak, awak kabin harus segera disiagakan," tegas pihak berwenanng.

Sementara itu, pada Juli 2018, penumpang Ryanair melarikan diri dengan saluran darurat setelah baterai ponsel meledak beberapa menit sebelum lepas landas.Wisatawan terlihat saling berjatuhan untuk menyelamatkan diri dari pesawat secepat mungkin setelah slide tiup diaktifkan.

Berdasarkan pihak Biro Keamanan Transportasi Australia (ATSB) mengutip pedoman Administrasi Penerbangan Federal Amerika Serikat, baterai Lithium bisa terbakar dan menimbulkan ledakan karena mengalami pemanasan yang berlebih.

"Pemanasan yang berlebih menghasilkan aliran termal, yang merupakan reaksi kimia dalam baterai yang menyebabkan suhu dan tekanan internal naik."

"Hasilnya adalah pelepasan elektrolit dari baterai lithium, pelepasan pembakaran lithium cair," jelas ATSB.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini