15 Tempat Wisata Populer di Jepara, Pantai Kartini hingga Pertapaan Ratu Kalinyamat

Novie Fauziah, Jurnalis · Sabtu 11 Desember 2021 15:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 10 408 2515231 15-tempat-wisata-populer-di-jepara-pantai-kartini-hingga-pertapaan-ratu-kalinyamat-BUMMosAOt3.jpg Karimunjawa, wisata populer di Jepara (Inspirasinusantara)

JEPARA dikenal sebagai tanah kelahiran Ratu Kalinyamat dan R.A Kartini. Kabupaten di Jawa Tengah itu memiliki situs wisata sejarah untuk mengenang sosok dua perempuan pemberani itu.

Selain itu, Jepara juga memiliki deretan destinasi wisata menarik lainnya yang bisa menjadi pilihan untuk liburan. Mulai dari wisata alam, bahari, air, religi hingga bertema sejarah.

Berikut di antaranya 15 tempat wisata populer di Jepara dirangkum dari beberapa sumber :

1. Pantai Pungkruk

Pantai Pungkruk berlokasi di Desa Mororejo, Kecamatan Mlonggo, Jepara, Jawa Tengah atau tepatnya 15 menit dari Kota Jepara.

 Baca juga: Mengenal Pesta Lomban, Tradisi Larung Kepala Kerbau di Jepara

Tempat wisata ini disebut-sebut sebagia kawasan wisata kuliner terbesar di Jawa Tengah, dan uniknya lokasinya berada di pantai. Menariknya lagi, hampir semua kafe atau rumah makan di sini tempatnya dibangun berupa gazebo yang lokasinya menghadap langsung ke pantai dan laut.

Menikmati hidangan sambil menikmati pemandangan laut yang biru, akan membuat Anda betah berlama-lama di Pantai Pungkruk.

2. Taman Nasional Karimunjawa

Selanjutnya adalah Taman Wisata Karimunjawa, destinasi alam yang sejak dulu sudah tidak diragukan lagi keindahannya dan menjadi saat satu objek wisata paling menarik di Jepara.

 ilustrasi

Karimunjawa

Berlokasi di Karimunjawa, Jepara, Jawa Tengah. Kepopuleran Karimunjawa tidak hanya dikenal oleh wisatawan lokal saja, tapi hingga ke mancanegara.

Kawasan ini terdiri dari kumpulan pulau-pulau kecil, jumlahnya bisa mencapai lebih dari 20 gugusan pulau. Sehingga membentuk tempat wisata yang menarik.

Berbagai kegiatan bisa Anda lakukan di Karimunjawa, seperti snorkeling, diving, berenang, menjelajahi hutan mangrove, hingga menginap di beberapa resort dan hotel di sekitarnya.

3. Pantai Kartini

Selanjutnya selain Karimunjawa adalah Pantai Kartini yang merupakan salah satu objek wisata yang terkenal di Jepara. Tak hanya menawarkan pemandangan pantai yang memesona, di sini juga Anda dapat melihat berbagai macam wahana dan atraksi permainan menarik yang sangat digemari oleh anak-anak.

 Baca juga: Mengenang Pahlawan Emansipasi di Monumen Ari-Ari Kartini

Di Pantai Kartini biasanya digelar beberapa event, misalnya festival kebudayaan tahunan yang bernama "Lomban". Acara kebudayaan tersebut dilaksanakan pada tanggal 8 Syawal, seminggu setelah Idulfitri dan hanya dilangsungkan selama satu hari.

 ilustrasi

Pantai Kartini ditutup saat PPKM beberapa bulan lalu (Antara)

Lokasinya berada di berada di Desa Bulu, Kecamatan Jepara atau sekitar 2,5 kilometer ke arah barat dari kantor Bupati Jepara dan sering dijadikan tempat wisata keluarga.

4. Pantai Tirto Samodro

Jepara juga memiliki pantai lainnya, yaitu dinamakan Pantai Tirto Samodro. Pantai ini dikenal sebagai Pantai Bandengan karena lokasinya berada di Desa Bandengan, Kecamatan Jepara.

Uniknya lagi panati ini memiliki nama lainnya, yaitu Klein Scheveningen, nama yang diberikan oleh Ny. Ovink Soer—salah satu teman dari R.A Kartini. Di mana nama tersebut disematkan seperti salah satu pantai di Belanda yang mirip dengan Pantai Bandengan.

Pantai Tirto Samodro memiliki hamparan pasir putih di sepanjang pantainya. Di tempat satu ini juga krap diadakan acara, seperti festival layang-layang dan perlombaan motocross. Anda juga jangan sampai melewatkan menyaksikan, indahnya sunset atau matahari terbenam di pantai ini.

5. Air Terjun Banyu Anjlok

Selain pantainya, Jepara juga memiliki beberapa air terjun yang tak kalah cantik. Misalnya Air Terjun Banyu Anjlok, berlokasi di Samosari, Batealit, Kabupaten Jepara.

Air Terjun Banyu Anjlok secara harfiah dapat diartikan sebagai air yang terjun secara bebas. Pemandangannya sangat indah, Anda bisa melihat air terjun dengan airnya yang jernih ditambah nuansa hijau di sekitarnya memberikan dan menambanhkan kesan sejuk nan asri.

Namun akses menuju air terjun ini cukup sulit. Anda hanya bisa menggunakan sepeda motor sampai di pemukiman saja, selebihnya dilakukan dengan cara berjalan kaki. Akan tetapi rasa lelah dan medannya yang sulit ini akan terbayarkan, dengan pemandangan sekitar Air Terjun Banyu Anjlok yang indah.

6. Air Terjun Jurang Nganten

Air Terjun Jurang Nganten berlokasi di Desa Tanjung, Kecamatan Pakis Aji, sekitar 20 km dari pusat kota Jepara. Suasana yang tenang serta pemandangan di sekitar air terjun yang sangat cantik membuat wisatawan bisa puas berlama-lama di sini.

Letaknya yang berada di daerah lembah, membuat medan yang harus dilalui cukup sulit. Namun, kesulitan tersebut terbayar setelah melihat keindahan air terjun yang mengalir dari dinding bukit yang tegak.

 

Akan tetapi di balik namanya yang indah, terdapat cerita miris di baliknya yang menjadi asal usul nama air terjun ini. Konon, ada sepasang pengantin yang tidak direstui oleh orang tua masing-masing, tetapi tetap memaksakan diri melangsungkan pernikahan. Mereka berdua kemudian melarikan diri dengan menggunakan andong yang ditarik oleh kerbau.

Kemudian dalam perjalanannya, andong tersebut tiba-tiba terperosok ke dalam jurang saat sedang berjalan di tepi sungai. Kedua pengantin tersebut meninggal di dalam jurang yang kemudian dikenal dengan nama Air Terjun Jurang Nganten.

7. Air Terjun Kalen Wates

Kemudian ada Air Terjun Kalen Wates juga dikenal dengan nama Air Terjun Jabung, terletak di Desa Tanjung, Kecamatan Pakis Aji. Air terjun ini mengalir dari dinding bukit yang tegak dan memiliki suasana yang masih sangat alami.

Seperti kebanyakan air terjun pada umumnya, khususnya di Jepara, tempat ini juga memiliki suasana yang sepi, cocok dijadikan sebagai tempat meditasi atau healing dari segala hiruk pikuk perkotaan.

Bagi Anda atau wisatawan yang ingin berkunjung ke tempat ini, diharuskan untuk tetap menjaga kebersihan, seperti membuang sampah pada tempatnya, tidak mencorat coret yang akan merusak alam.

8. Danau Blingoh

Jepara juga memiliki Danau Blingoh sebagai destinasi wisata alamnya yang mensarik untik dikunjungi. berlokasi di Dusun Lembah, Desa Blingoh, Kecamatan Donorojo. Danau ini dikelilingi oleh batuan kapur berwarna putih yang sangat menawan, air danau ini juga jernih dan berwarna hijau toska.

Danau ini tercipta karena penambangan ilegal, sehingga meninggalkan bekas dan terbentuk kubangan, kemudian menjadi menyerupai sebuah danau yang cantik.

Ternyata keindahan Danau Blingoh ini masih tersembunyi, dan belum banyak orang atau wisatawan yang mengetahui keberadaannya.

9. Museum Ukir Nusantara

Museum Ukir Nusantara atau Museum Ukir Jepara dibangun di bekas gudang SMPN 6 Jepara yang terletak di Jalan Kartini No. 40, Panggang, Kecamatan Jepara. Bangunan tersebut juga cukup unik, karena merupakan peninggalan dari zaman Hindia Belanda yang dibangun pada 1929.

Mulanya gedung sekolah ini benama Open Bare Ambacht School. Setelah berganti nama beberapa kali, akhirnya tempat ini dijadikan sebagai sekolah menengah negeri.

Sebagai museum ukir pertama di dunia, tempat bersejarah ini memiliki daya tariknya tersendiri, yang paling menarik adalah koleksi ukir yang berasal dari dalam dan luar wilayah Jepara.

Contohnya, koleksi yang berasal dari Suku Asmat—Papua. Adapun salah satu koleksi museum yang terkenal adalah bola dunia yang terbuat dari ukiran kayu—bola dunia ini konon merupakan permintaan Presiden Soekarno saat mengunjungi SMPN 6 Jepara pada tahun 1962.

10. Situs Pusat Bumi

Situs ini berlokasi di Desa Wisata Plajan, Kecamatan Pakis Aji, Kabupaten Jepara. Dinamakan sebagai Situs Pusat Bumi karena pada lokasi tersebut tersimpan tanah yang berasal dari negara-negara di dunia.

Tanah-tanah tersebut disimpan di dalam rumah kaca dan diberi identitas berupa bendera, beserta negara tempatnya berasal tanah itu diambil.

 ilustrasi

Pengunjung yang datang hanya diperbolehkan untuk melihat dari luar rumah kaca, tapi tidak diperkenankan untuk menyentuh atau memegangnya. Pemerintah setempat berencana untuk mengembangkan tempat ini menjadi lebih bagus lagi. Tidak hanya tanah saja yang didatangkan ke Desa Plajan, nantinya pemerintah juga berencana akan mendatangkan 202 orang yang mewakili negara tempat tanah berasal untuk tinggal di Desa Plajan.

11. Benteng Portugis

Tempat bersejarah selanjutnya adalah Benteng Portugis, jadi wisata sejarah andalan di Jepara. Berlokasi di Desa Banyumanis, Kecamatan Donorojo atau letaknya persis di pinggir laut, sehingga pemandangannya semakin menarik dan epik.

Benteng Portugis dibangun di atas bukit batu di pinggir laut dan merupakan lokasi pertahanan yang strategis pada masanya. Sesuai namanya, benteng ini dibangun oleh pihak Portugis sebagai bentuk kerja sama dengan Sultan Agung Mataram untuk melawan pihak VOC.

Namun, benteng ini hanya ditempati beberapa tahun saja oleh bangsa Portugis. Pada masa pendudukan Jepang, benteng ini kembali digunakan sebagai tempat pengintai laut.

12. Museum R.A Kartini

Tentu saja Jepara dikenal dengan sejarah R.A Kartini, seorang pejuang perempuan yang mengedepankan hak-hak perempuan agar menjadi seorang yang lebih baik dan tidak mudah ditindas.

Sejarah perjuangannya ini diabadikan dan dibuatkan museum yang dinamakan R.A Kartini. Berlokasi di Jalan Alun-Alun No. 01, Panggang, Kecamatan Jepara. diresmikan oleh Bupati Soedikto pada 21 April 1977. Sesuai namanya, museum ini didedikasikan untuk mengenang sang pahlawan emansipasi wanita asal Jepara tersebut.

Ruangan koleksi di Museum Kartini dibagi menjadi 4 bagian. Di ruangan pertama yang berada di Gedung K, dapat ditemukan benda peninggalan R.A Kartini dan kakaknya—Sosro Kartono. Ruangan kedua yang merupakan kaki dari Gedung K, adalah tempat khusus untuk memajang peninggalan dari Sosro Kartono.

Kemudian di ruangan ketiga, Anda dapat melihat benda-benda bersejarah yang ditemukan di sekitar Kabupaten Jepara dan benda kerajinan lainnya, seperti tenun ikat troso serta berbagai jenis anyaman berbahan dasar bambu dan rotan.

Ruangan keempat yang paling menarik. Di ruangan ini, tersimpan dengan rapi tulang belulang dari Ikan Joko Tua. Konon, ikan ini adalah jenis paus gajah yang ditemukan di perairan sekitar Karimunjawa.

13. Pertapaan Ratu Kalinyamat

Ratu Kalinyamat dikenal sebagai anti-Portugis. Sejarah mencatat, bahwa ia pernah dua kali mengirim armada besarnya ke Selat Malaka untuk membantu Sultan Johor dalam melawan Portugis. Meskipun kalah telak, akan tetapi nama Ratu Kalinyamat menjadi terkenal dan ditakuti oleh pihak Portugis. Ratu Kalinyamat juga yang berjasa mewariskan seni ukir khas Jepara.

Nama asli dari Ratu Kalinyamat adalah Retna Kencana, ia merupakan putri dari Raja Demak, Sultan Trenggono. Suaminya dibunuh oleh anak buah Arya Penangsang saat perjalanan pulang setelah menghadap Sunan Kudus. Kematian suaminya ini membuat sang ratu sangat terpukul dan menyimpan dendam mendalam terhadap Arya Penangsang. Kemudian ia bertapa telanjang dan bersumpah tidak akan berpakaian sebelum berkeset kepala Arya Penangsang.

 ilustrasi

Lokasi pertapaan Ratu Kalinyamat dikenal juga dengan nama Pertapaan Sonder yang terletak di Sukuh Sonder, Desa Tulakan, Kecamatan Keling, 40 km dari pusat Kabupaten Jepara.

14. Makam Sunan Muria

Makam Sunan Muria terdapat di Desa Colo, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus. Lokasinya persis berada di atas puncak bukit yang dinamakan Gunung Muria. Selain terdapat makam Sunan Muria, juga terdapat makam Syekh Sadzli yang bisa ditemukan di tempat ini.

Biasanya wisatawan yang berkunjung ke sini yaitu dengan tujuan berziarah. Mengirimkan doa untuk para ulama, dan pejuang terdahulu.

Pengunjung harus mendaki tangga sejauh kurang lebih 500 meter untuk dapat berziarah ke makam ini. Bagi yang tidak kuat mendaki, tersedia jasa angkutan ojek yang siap mengantarkan sampai ke puncak bukit. Di Gunung Muria sendiri terdapat juga berbagai objek wisata lainnya, seperti wisata alam dan wisata sejarah.

15. Candi Bubrah

Jepara juga punya candi lho, yaitu dinamakan Candi Burbah, terletak di Desa Tempur, Kecamatan Keling. Desa Tempur sendiri memang akan dikembangkan menjadi sebuah desa wisata dengan berbagai fasilitas dan objek wisata yang lengkap.

Sesuai dengan namanya, candi ini berupa bangunan setengah jadi yang diyakini sebagai gapura untuk menuju Candi Angin.

1
4

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini