Yuk Jelajahi Gua Jepang Biak Numfor, Sisa Sejarah Perang Dunia II

Ahmad Haidir, Jurnalis · Sabtu 11 Desember 2021 09:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 10 549 2514899 yuk-jelajahi-gua-jepang-biak-numfor-sisa-sejarah-perang-dunia-ii-fjbMEjYmEB.jpg Gua Jepang (dok Antara/Ujang Zaelani)

Papua tidak hanya terkenal sebagai penghasil rempah-rempah saja, namun juga memiliki sejumlah tempat dengan keindahan alam dan keunikannya yang dapat menjadi potensi pariwisata. Salah satunya Gua Jepang di Kabupaten Biak Numfor.

Gua Jepang adalah sebuah gua alami yang sering digunakan masyarakat setempat sebagai tempat beristirahat. Di dalam gua, terdapat mata air yang sering dipakai masyarakat untuk keperluan sehari-hari.

Adapun penamaan nama ‘Gua Jepang’ terinspirasi oleh sejarah bahwa gua tersebut sempat dimanfaatkan oleh tentara Jepang sebagai tempat peristirahatan sekaligus pusat logistik mereka selama masa penjajahan.

Gua Jepang merupakan salah satu destinasi unggulan di kabupaten yang terdiri dari 2 pulau itu yakni Pulau Biak dan Pulau Numfor, selain sejumlah pantai dan air terjun indah yang terdapat di wilayah berjuluk ‘Kota Karang’ tersebut.

Gua Jepang juga memiliki nama lain yaitu ‘Abyab Binsari’ yang berdasar bahasa masyarakat setempat memiliki arti ’Gua Nenek’. Menurut cerita warga setempat, zaman dulu ada seorang nenek yang tinggal di sekitar gua ini. Namun setelah tentara Jepang datang, nenek itu kemudian menghilang tanpa jejak.

Sebagai informasi, Tentara Jepang pertama kali mendarat ke Biak pada tahun 1943 dengan jumlah tentara kurang lebih 10ribu yang tersebar di berbagai daerah seperti Biak Utara, Biak Barat, Biak Timur, Ambroben Sup, sampai ke Supiori.

Tentara Jepang kemudian membangun benteng-benteng pertahanan di pinggiran pantai sampai ke hutan dan gua-gua. Khusus di gua Jepang, terdapat sebanyak 3.000 personel tentara Jepang yang kemudian menjadikan gua tersebut sebagai pusat logistik dan juga tempat persembunyian pasukan militer Negeri Matahari Terbit itu di bawah Komando Kolonel Kuzume.

Sekitar tahun 1944, tentara sekutu yang berada di bawah kepemimpinan Jenderal Douglas McArthur mengetahui jika pusat logistik tentara Jepang berada di Biak. Maka pada 7 Juni 1944, sekutu langsung menjatuhkan bom dan drum-drum bahan bakar di atas gua ini, yang mengakibatkan lebih dari 3.000 tentara Jepang tewas.

Oleh karena itu sekitar tahun 1980, Gua Jepang ditetapkan sebagai salah satu objek wisata sejarah perang dunia ke-II. Benda-benda yang ditemukan di area ini diantaranya adalah senjata - baik senjata ringan maupun senjata berat - peluru, helm atau topi-topi tentara jepang.

Selain itu juga ada pesawat jepang, bom, peralatan makan minum, samurai, pistol dan alat-alat kedokteran seperti obat-obatan, kemudian benda - benda dari sekutu.

Dukungan Kemenparekraf

Melihat potensi sejarah dan keindahan alam Gua Jepang, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI mendorong penguatan destinasi wisata unggulan di Kabupaten Biak Numfor ini sebagai destinasi yang berkualitas dan berkelanjutan.

"Potensi destinasi gua Jepang ini sudah sangat keren dengan cerita sejarah yang begitu kuat yang ada di dalamnya. Kami yakin destinasi ini bisa mendunia bahkan bisa menyandingi Museum War Remnants di Vietnam, asal terus dikemas dengan standar global," puji Direktur Pengembangan Destinasi II Kemenparekraf Wawan Gunawan saat meninjau langsung Gua Jepang, Rabu (8/12/2021).

Wawan menjelaskan, Kemenparekraf berkomitmen mendukung Pengembangan Destinasi di Biak Numfor sejalan dengan Instruksi Presiden (INPRES) Nomor 9 Tahun 2020 tentang Percepatan Pembangunan Kesejahteraan di Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 Destinasi Pariwisata Pengembangan (DPP) Biak-Teluk Cendrawasih.

"Penyiapan destinasi Biak Numfor yang berkualitas, berdaya saing, terintegrasi dan berkelanjutan. Bisa diperkuat dengan pembuatan calender of event yang menarik, travel pattern kemasan paket-paket wisata sejarah dan religi ini akan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisman dan wisnus dengan narasi story telling yang kuat dan menarik," kata Wawan dikutip oleh MNC Portal Indonesia melalui keterangan tertulis, Jum’at (10/12/2021).

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Biak Numfor, Ony Dangeubun, mengungkapkan rasa terima kasih dan apresiasi kepada Kemenparekraf RI yang telah berkomitmen mendukung pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif di Biak Numfor.

"Pemerintah Kabupaten Biak Numfor mengapresiasi dan berterima kasih atas komitmen Kemenparekraf/Baparekraf yang terus mendukung pengembangan destinasi di Biak Numfor. Kami berharap dukungan untuk Biak Numfor akan terus berjalan di tahun-tahun berikutnya," ujar Ony.

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini