Mengenal Tradisi Hadok dan Keindahan Pulau Siput di Lembata

Nindi Widya Wati, Jurnalis · Minggu 12 Desember 2021 16:30 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 12 549 2515679 mengenal-tradisi-hadok-dan-keindahan-pulau-siput-di-lembata-1Ojb8tZViv.jpg Tradisi Hadok di Lembata (dok Wonderland Indonesia)

Selain memiliki hamparan pulau, Lembata berhasil mencuri perhatian dengan keanekaragaman warisan budaya lokal.

Bagi Anda yang berkunjung ke Lembata, bisa melihat pertarungan Hadok, warisan budaya tinju tradisional di beberapa desa di Kecamatan Atadei, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur.

Hadok biasanya digelar setelah “bako mehede” yaitu acara syukur panen pada kebun tertentu (man henadokei) sesuai tradisi yang diwariskan nenek moyang setempat.

Bagi warga setempat, Hadok merupakan ajang pertarungan bergengsi antar keluarga, kelompok, bahkan antar desa. Bahkan, jika ada anggota kelompok yang kalah dalam pertarungan, maka akan ada istilah balas dendam agar memperoleh kemenangan di musim panen selanjutnya.

Pertarungan Hadok dimulai dengan berdirinya 2 orang di tengah weho (arena pertarungan) yang bertugas sebagai wasit untuk mengatur waktu setiap ronde.

Peraturan tinju Hadok adalah bagian tubuh yang bisa dipukul hanya bagian perut ke atas, dengan sasaran utama wajah lawan. Semakin banyak memukul bagian wajah lawan, maka semakin besar peluang kemenangan.

Hadok selalu dilestarikan melalui berbagai event tahunan, agar generasi muda dapat mengenal dan meneruskannya.

Kemudian, anda bisa berpelesir ke Pulau Siput, tempat wisata unik karena hanya muncul saat air surut dan seolah menghilang saat air laut pasang.

Pulau Siput dikenal sebagai satu-satunya pulau di dunia penghasil siput dan kerang terbanyak. Bahkan, warga sekitar memanfaatkan siput dan kerang tersebut sebagai mata pencaharian mereka.

Selain itu, Pulau Siput juga menawarkan hamparan pasir putih yang cukup luas, di tempat ini Anda dapat menikmati suasana pantai sambil berfoto ria.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini