4 Kegiatan Ramah Muslim di Chinatown Singapura, Bisa Lihat Koleksi 2 Ribu Artefak

Antara, Jurnalis · Senin 13 Desember 2021 09:02 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 12 549 2515775 4-kegiatan-ramah-muslim-di-chinatown-singapura-bisa-lihat-koleksi-2-ribu-artefak-4v0my5gg6c.jpg Chinatown Singapura (dok Travel Singapura)

JAKARTA -  Bagi kaum muslim yang berencana liburan di Singapura sebaiknya mencoba beragam aktivitas seru yang ditawarkan di Chinatown

Melansir Antara News, berikut beberapa aktivitas ramah muslim yang bisa dilakukan:

1. Menginap di hotel trendi dan estetik di pecinan Singapura

Chinatown berada di jantung Singapura, oleh karena itu lokasinya sangat strategis dan memiliki fasilitas lengkap yang dapat dijangkau hanya dengan berjalan kaki.

Harga penginapan di Chinatown sangat beragam, tetapi jangan khawatir karena harga penginapan di kawasan pecinan Singapura terbilang terjangkau.

Di kawasan itu pun juga banyak hotel trendi dengan desain modern aesthetic dan fasilitas lengkap untuk wisatawan. Jarak rata-rata hotel di Chinatown sangat dekat dengan stasiun MRT.

Bagi anda yang gemar dengan unsur modern berpadu dengan unsur tradisional Anda bisa mencoba untuk menginap di The Clan Hotel. Sebuah hotel yang memiliki nuansa modern namun tetap dilengkapi dengan sentuhan tradisional.

Ada juga Hotel Mono yang cocok bagi anda pecinta suasana minimalis, dengan interior yang serba putih tentunya wisatawan akan merasakan kesan bersih dan terang saat menginap di hotel ini.

Rekomendasi hotel ketiga ini cocok untuk anda pecinta sejarah, dibangun dari 1924 dengan gaya arsitektur "Art Deco", Hotel The Scarlet Singapore dapat menjadi pilihan anda untuk beristirahat saat berkunjung ke Singapura.

2. Beribadah di Masjid Jamae (Chulia) yang bersejarah

Masjid Jamae (Chulia) adalah masjid bersejarah di Singapura yang dibangun pada 1826. Awalnya masjid ini dibangun untuk memenuhi kebutuhan kaum Chulia atau Muslim Tamil akan tempat ibadah.

Arsitektur Masjid Jame (Chulia) sangat unik karena menggabungkan elemen budaya barat dan timur. Arsitektur masjid ini menggabungkan gaya Indo-Islam India Selatan, neo klasik ala eropa, dan ubin ala China.

Sejak abad ke-19, Masjid Jamae masih mempertahankan bentuk aslinya. Hanya ada sedikit perbaikan dan cat ulang. Masjid Jamae Chulia ditetapkan sebagai monumen nasional pada 1974.

Wisatawan Muslim dan Non-Muslim diizinkan berkunjung ke masjid ini dengan aturan mengenakan busana sopan dan tertutup, serta membuka alas kaki.

3. Berkunjung ke rumah tradisional peranakan NUS Baba House

Rumah bersejarah yang dibangun pada 1857 ini merupakan aset sejarah Singapura yang menceritakan budaya peranakan Singapura.

Arsitektur dan interior NUS Baba House yang mencerminkan peranakan tradisional, semuanya dalam kondisi masih utuh dan sangat baik.

NUS sebenarnya merupakan singkatan dari "National University of Singapore" yang menjadi pihak pembeli dan memugar rumah ini.

Di sini Anda dapat menemukan lebih dari 2.000 artefak barang antik dan hiasan khas Peranakan. Dari mebel, peralatan rumah tangga, keramik, foto, buku, tekstil, dan lukisan.

4. Belajar sejarah imigran China Singapura di Chinatown Heritage Centre

​​​Rasanya kurang afdol jika berkunjung ke Chinatown tanpa mengetahui sejarahnya.

Chinatown Heritage Centre adalah tempat yang tepat untuk belajar mengenai sejarah kawasan Chinatown di negara Singapura.

Uniknya museum ini berada di kawasan pertokoan, yang memang dibuat untuk menunjukkan toko orisinal Chinatown pada 1950-an.

Di Chinatown Heritage Centre, Anda juga dapat belajar mengenai perjalanan imigran dari China ke Singapura pada akhir abad 19. Terdapat fasilitas tur audio dan pameran interaktif di museum itu.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini