Share

Bangkrut Gegara Utang "Menggunung", Maskapai China Ini Diserahkan ke Investor

Antara, Jurnalis · Senin 13 Desember 2021 16:05 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 13 406 2516006 bangkrut-gegara-utang-menggunung-maskapai-china-ini-diserahkan-ke-investor-4xFU5zsst3.JPG Para awak kabin maskapai China, Hainan Airlines (Foto: Instagram/@hainanairlines)

MASKAPAI terbesar keempat di China, Hainan Airlines belum lama ini mengumumkan pemindahan pengelolaan usaha intinya sebagai penyedia jasa penerbangan kepada Liaoning Fangda Group Industrial Co Ltd.

Pemindahtanganan tersebut dilakukan setelah perusahaan induk Hainan Airlines, HNA Group, sedang berada dalam proses kepailitan dan restrukturisasi utang.

Sejak putusan pengadilan dikeluarkan pada 31 Oktober 2021 lalu, proses reorganisasi berjalan lancar dan progres substansial untuk mengurangi risiko juga telah dilakukan, demikian dinyatakan manajemen Hainan.

Pejabat yang ditunjuk pemerintah lokal untuk mengatasi risiko utang HNA, Gu Gang, tidak akan menjabat sekretaris Partai Komunis China (CPC) di perusahaan tersebut.

Selanjutnya, akan dibentuk kelompok kerja yang akan memberikan panduan, koordinasi, dan supervisi, kata HNA.

Baca juga: China Perketat Penerbangan Internasional hingga Tahun Depan

Infografis Maskapai

Kelompok kerja tersebut juga akan melanjutkan rencana implementasi kepailitan dan restrukturisasi utang serta tugas lain yang berkaitan dengan manajemen risiko.

Liaoning Fangda Group merupakan perusahaan besar di China yang bergerak di bidang usaha karbon, baja, dan farmasi.

Liaoning Fangda berhasil memenangi lelang akuisisi Hainan Airlines dengan mengalahkan Shanghai Juneyao Group sebagai induk perusahaan Juneyao Airlines dan Fosun International yang menguasai industri pariwisata China.

Hainan pada Maret mengumumkan kerugian perusahaan sebesar 64 miliar yuan atau sekitar Rp144,7 triliun selama 2020, yang merupakan kerugian terbesar dalam daftar perusahaan di China.

Pengadilan Tinggi pada Januari mengeluarkan surat pemberitahuan bahwa para kreditornya mengajukan gugatan kepailitan, seperti diberitakan China Daily.

Sejak 2010, HNA telah membuat terobosan secara agresif dengan menambah asetnya di luar negeri sehingga total akuisisinya mencapai lebih dari 50 miliar dolar AS (sekitar Rp717,6 triliun).

HNA sempat mengakuisisi saham 40 perusahaan besar, termasuk Deutsche Bank AG dan Hilton Worldwide Holdings Inc.

Belakangan, akuisisi HNA mendapat sorotan dari regulator China. HNA mulai terlilit banyak utang dan mulai mencari pembeli aset-asetnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini