Share

Hati-hati, Buka Masker demi Makan di Pesawat Bisa Tingkatkan Risiko Penularan Covid-19

Antara, Jurnalis · Selasa 14 Desember 2021 09:09 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 13 406 2516117 hati-hati-buka-masker-demi-makan-di-pesawat-bisa-tingkatkan-risiko-penularan-covid-19-euVoxFnm0f.jpg Ilustrasi pesawat (dok freepik)

JAKARTA - Membuka masker untuk makan dan minum di pesawat ternyata bisa meningkatkan risiko penularan Covid-19.

“Membuka masker dan makan sambil banyak bercakap-cakap tentu meningkatkan risiko penularan pula jadinya, walaupun pesawat sudah dilengkapi dengan hepa filter dan lainnya,” terang Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Prof Tjandra Yoga Aditama dilansir dari Antara.

Meski demikian, Tjandra tidak menyalahkan mereka yang tetap membuka makanan dan menyantapnya di pesawat.

Tjandra yang juga menjabat sebagai Direktur Pasca Sarjana Universitas YARSI menyarankan, Anda berpegian dengan aman seiring melandainya kasus COVID-19.

Dia berpendapat, perlu ada berbagai penyesuaian dalam pola kehidupan baru dengan COVID-19 ini.

“Kita semua perlu belajar menyesuaikan diri, baik masyarakat luas maupun para petugas dan penentu kebijakan publik,” papar Tjandra.

Mereka yang bepergian menggunakan pesawat perlu menjalani swab antigen beberapa hari sebelum keberangkatan dan ketika akan pulang harus menjalani tes PCR. Menurut Tjandra, tes PCR menjadi gold standard dengan tingkat akurasi yang paling tinggi. Artinya, hasil negatif test PCR memberi keamanan yang lebih tinggi untuk pencegahan penularan COVID-19.

Selama antri menaiki pesawat, Anda diminta antri berjarak setidaknya 1 meter dengan orang lain, baik depan, belakang maupun antar barisan antrian kiri dan kanan.

Tjandra tak menyarankan penumpang membuka masker termasuk saat pemeriksaan kartu tanda penduduk (KTP) dan tiket pesawat, walaupun ini terkadang diminta petugas untuk memeriksa apakah wajah sesuai dengan kartu pengenal.

“Membuka masker walaupun sebentar tentu membuat risiko untuk terjadinya penularan. Baiknya keharusan buka masker ini tidak perlu dilakukan,” tegas Tjandra.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini