Share

Menengok Rumah Nelson Mandela yang "Disulap" Jadi Hotel, Tertarik Menginap?

Salwa Izzati Khairana, Jurnalis · Senin 13 Desember 2021 13:01 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 13 408 2516000 menengok-rumah-nelson-mandela-yang-disulap-jadi-hotel-tertarik-menginap-C8LYdi1MYh.JPG Bekas rumah tokoh pejuang penentang apartheid, Nelson Mandela (Foto: AFP)

SEBUAH bangunan yang dulunya merupakan rumah mantan presiden Afrika Selatan, Nelson Mandela, kini disulap menjadi hotel butik.

Hotel ini bernama Sanctuary Mandela, tetapi bagian dalam gedungnya tersembunyi di pinggiran kota Johannesburg, telah dirusak oleh penghuni liar.

Namun, setelah merombak dari lantai sampai bagian langit-langitnya, sinar matahari mulai membanjiri area skylight dan ceruk jendela. Bagian luar adalah satu-satunya yang tersisa dari bangunan aslinya.

Saat itu, Mandela tinggal di sana selama 8 tahun sebelum pindah ke rumah lain dengan istri ketiganya, Grace Machel. Dia tiba tak lama setelah dibebaskan dari penjara pada 1990, dan segera bertemu dengan para tetangganya.

“Dia pergi mengetuk setiap pintu, memperkenalkan dirinya, mengundang tetangga untuk canape dan koktail,” kata Manajer Umum, Dimitri Maritz.

“Seorang pria asal China mengusirnya. Ketika menyadari bahwa dia telah menutup pintu di depan wajah Mandela, kemudian dia pindah tidak lama setelah itu,” tambahnya dengan tertawa, sambil mengingat kisah legendaris itu.

Baca juga: Wisata Liar di Afrika Selatan yang Membuat Pelancong Jatuh Cinta

Rumah Nelson Mandela Jadi Hotel

(Foto: AFP)

Sanctuary Mandela ini dibuka pada September untuk para tamu yang ingin menikmati ketenangan dan energi positif dari mantan presiden Afrika Selatan.

Presidential suite dulunya adalah kamar tidur presiden, meskipun kepala tamu tidak beristirahat di tempat tidurnya. Setelah direnovasi, tempat tidur yang dulunya berada di sana kini diubah menjadi kamar mandi.

Bingkai jendela bertuliskan nama panggilannya “Madiba” dan nomor penjara Pulau Robben-nya “466/64” digoreskan ke kayu oleh cucunya.

Setelah Mandela dibebaskan saat usia 71 tahun, ia mendambakan kebahagiaan sederhana yang telah ditolaknya selama 27 tahun di penjara, seperti waktu bermain dengan cucu-cucunya, aroma mawar, seteguk anggur Constantia manis favoritnya.

“Dia bukan orang yang cerewet,” kata koki Xoliswa Ndoyiya, yang menyajikan makanan Mandela selama dua dekade.

Ia sekarang mengepalai dapur restoran hotel, di mana setiap hidangan terinspirasi dari selera Mandela sendiri.

“Dia tidak ingin melihat piring berminyak. Dan buah akan dia makan sepanjang waktu, sepanjang hari,” kenangnya.

“Dia lebih seperti ayah daripada bos. Dia membuatmu merasa nyaman, seperti kamu adalah bagian dari keluarganya,” tambahnya.

Koki itu juga menambahkan, Mandela suka makan ayam dengan jari-jarinya, membersihkan daging sampai ke tulang.

Baca juga: Afrika Selatan Buka Pintu untuk Wisatawan dari Semua Negara

Rumah Nelson Mandela Jadi Hotel

(Foto: AFP)

"Dengan dia, kamu harus rendah hati. Dia mengajari kami bahwa orang akan tahu siapa dirimu," ujarnya lagi.

Beberapa bagian dari bangunan itu telah banyak direnovasi, dan manajemen ingin merasa seperti sebuah rumah.

Ada sebuah gambar di dinding yang menunjukkan Mandela tengah bermain mengintip a-boo dengan bayi, berpakaian sebagai pengacara muda, dan berdiri dengan tangan terentang sambil membaca koran.

Sementara itu, area kamar memiliki nama panggilan, yaitu Madiba dan Tata. Ini digunakan oleh orang Afrika Selatan untuknya.

“Itu tidak seharusnya menjadi museum. Kami ingin memertahankan warisan, tetapi harus mandiri, harus tetap hidup,” ujar Maritz.

Di sini, asumsinya adalah orang datang untuk kedamaian dan ketenangan yang ditawarkan dalam rumah. Itu tidak berarti mereka tidak akan membicarakan Mandela.

“Kami punya banyak cerita. Tapi kami hanya menceritakan kisah-kisah ini jika diminta,” kata Maritz.

“Awalnya, Anda datang ke Madiba kedua kalinya untuk tempat itu sendiri. Kerendahan hati dan keanggunan,” tambahnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini