Mau Naik Pesawat Saat Libur Nataru, Wajib PCR atau Cukup Antigen?

Tim Okezone, Jurnalis · Senin 13 Desember 2021 14:55 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 13 549 2516278 mau-naik-pesawat-saat-libur-nataru-wajib-pcr-atau-cukup-antigen-WwesHvuHij.jpg Ilustrasi bandara (dok freepik)

JAKARTA - PPKM Level 3 untuk libur Natal dan Tahun Baru 2022 (Nataru) ditiadakan karena penanganan COVID-19 di Tanah Air sudah menunjukkan perbaikan yang signifikan dan terkendali.

Selain itu, capaian vaksinasi dosis 1 di Jawa-Bali yang sudah mencapai 76 persen dan dosis 2 yang mendekati 56 persen.

Bagi kamu yang berniat melakukan traveling menggunakan pesawat, maka ada beberapa hal yang harus diperhatikan.

Berdasarkan Surat Edaran (SE) Nomor 24 Tahun 2021 tentang Pengaturan Aktivitas dan Mobilitas Masyarakat Selama Periode Nataru yang dikeluarkan pada 1 Desember lalu, berikut syarat naik pesawat:

Baca Juga:

China Kemungkinan Buka Akses Internasional Medio Tahun Depan, Ini Pertimbangannya

1. Wilayah Jawa-Bali

- Kartu vaksin (minimal vaksin dosis pertama) dan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 3 x 24 jam sebelum keberangkatan sebagai persyaratan perjalanan; atau

- Kartu vaksin (vaksinasi dosis kedua) dan surat keterangan hasil negatif rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 1 x 24 jam sebelum keberangkatan sebagai persyaratan perjalanan.

2. Luar Jawa-Bali

- Pelaku perjalanan jarak jauh dengan moda transportasi udara antarkabupaten atau antarkota di luar wilayah Pulau Jawa dan Pulau Bali wajib menunjukkan kartu vaksin (minimal vaksinasi dosis pertama) dan hasil negatif tes RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 3 x 24 jam; atau

- Hasil negatif rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 1 x 24 jam sebelum keberangkatan sebagai persyaratan perjalanan.

3. Ketentuan menunjukkan kartu vaksin dikecualikan bagi:

- Pelaku perjalanan usia di bawah 12 tahun; atau

- Pelaku perjalanan dengan kondisi kesehatan khusus atau penyakit komorbid yang menyebabkan pelaku perjalanan tidak dapat menerima vaksin dengan syarat wajib melampirkan surat keterangan dokter dari rumah sakit pemerintah yang menyatakan bahwa yang bersangkutan belum dan/atau tidak dapat mengikuti vaksinasi COVID-19.

Seluruh aturan berlaku mulai 24 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022. Setelah itu, peraturan akan disesuaikan dengan perkembangan penularan Covid-19 di dalam negeri.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini