Jangan Sembarangan Koleksi Cap Paspor, Perjalanan Bisa Dibatalkan

Kurniawati Hasjanah, Jurnalis · Rabu 15 Desember 2021 09:00 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 14 549 2516658 jangan-sembarangan-koleksi-cap-paspor-perjalanan-bisa-dibatalkan-v7xIIk7zc1.jpg Ilustrasi Paspor (Freepik)

JAKARTA - Bagi sebagian traveler, mengoleksi cap paspor menjadi kebanggaan tersendiri karena hal ini bisa menunjukkan tanda jika sudah berplesiran ke beberapa tempat.

Meski demikian, rupanya kamu tak boleh sembarangan untuk membubuhkan cap paspor sebagai koleksimu.

Melansir The Sun, beberapa waktu lalu wisatawan Inggris. Tina Sibley, gagal terbang ke Thailand karena mengoleksi cap paspor di beberapa tempat wisata.

Baca Juga:

Hati-hati, Buka Masker demi Makan di Pesawat Bisa Tingkatkan Risiko Penularan Covid-19

 Dear Traveler, Cek 5 Masjid Bisa Dikunjungi Saat Plesiran di Hong Kong

Akibatnya, ia harus merogoh kocek Rp20 jutaan untuk membuat paspor darurat.

Tina mengaku, ia saat itu ingin terbang ke Phuket, Thailand untuk menghadiri pernikahan. Tetapi, sayangnya ia dihentikan ketika akan menaiki Qatar Airways di Bandara Madrid.

Staf keamanan menjelaskan, ada masalah dengan paspornya yang berisikan stempel suvenir dari tempat wisata.

Sibley lantas menuliskan kekesalannya melalui laman Facebooknya.

"Jangan menempelkan stempel turis ini di paspor anda. Saya baru saja ditolak naik pesawat ke Thailand karena ini. Saya patah hati. Paspor anda bisa jadi tidak valid dan imigrasi semakin ketat," tulisnya.

Beda Cap Paspor Negara dengan Tempat Wisata

Beberapa cap stempel memang tersedia di tempat wisata, seperti di Kota Ciudad Mitad del Mundo, Museum Peringatan Perdamaian Hiroshima hingga Checkpoint Charlie, Berlin.

Stempel akan diberkan pada paspor wisatawan sebagai tanda apabila mereka telah berkunjung ke sana.

Meski demikian, hal ini patut diwaspadai karena beberapa negara memiliki aturan ketat soal cap paspor.

Misalnya. Otoritas federal Australia hanya mengakui stempel oleh perwakilan resmi dari pemerintah asing. Departemen Luar Negeri dan Perdagangan mengatakan perubahan atau perusakan paspor dapat membuat seseorang tertahan untuk bepergian.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini