Share

Reporter Stasiun TV Ini Menangis di Bandara, Alasannya Sungguh Menyentuh

Denisa Aisyah, Jurnalis · Rabu 15 Desember 2021 20:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 15 406 2517157 reporter-stasiun-tv-ini-menangis-di-bandara-alasannya-sungguh-menyentuh-2b24vfrTQY.JPG Seorang reporter stasiun TV, Christine Ahern menangis terharu setelah bertemu keluarganya (Foto: Channel 9)

SEBUAH adegan emosional terlihat di Bandara Queensland, Australia ketika ribuan orang Australia akhirnya diizinkan masuk. Momen haru itu bahkan membuat seorang reporter stasiun televisi wanita tak kuasa membendung deraian air mata.

Ini adalah salah satu penutupan perbatasan yang paling kontroversial di negara itu. Tetapi sekarang, warga Australia yang divaksinasi dapat mengemasi tas mereka untuk menyeberangi perbatasan ke Queensland tanpa harus menjalani karantina dalam bentuk apapun setelah hampir lima bulan ditutup.

Mulai pukul 01.00 awal pekan ini, warga Australia diizinkan masuk setelah tes negatif selesai, diikuti dengan hasil tes PCR negatif.

Ada adegan emosional di Bandara Gold Coast dan Bandara Brisbane saat keluarga dan teman bersatu kembali untuk pertama setelah 141 hari lamanya waktu perbatasan ditutup dengan NSW dan Victoria.

Reporter Christine Ahern, koresponden Melbourne untuk Today, berada di penerbangan pertama dari Melbourne ke Brisbane dan berbicara tentang kegembiraannya di pesawat.

Baca juga: Australia Kembali Buka Perbatasan, Perjalanan Internasional Diizinkan Lagi

Momen Haru Pertemuan Keluarga di Australia

(Foto: NCA NewsWire/John Gass)

“Saya, tentu saja, (saya) memiliki keluarga di Queensland, seperti banyak orang Victoria lainnya. Saya belum melihat mereka selama setahun, jadi saudara perempuan saya, Sharon, dan keponakan saya, Max, Anika dan juga Quinny, saya datang untuk Anda,” katanya, melansir laman News.com.au.

Ahern berujar bahwa dia akan bertemu orangtuanya dalam beberapa hari, tetapi ternyata tim Today telah mengatur mereka untuk datang ke bandara dengan tujuan mempertemukan mereka.

“Ya Tuhan, ibu dan ayah. Ya Tuhan,” katanya, sambil menangis.

Ahern menggambarkan peristiwa ini sebagai 'pekerjaan pagi terbaik' yang pernah ada. "Saya tidak berpikir saya akan melihat orang-orang ini. Sudah begitu lama sejak saya melihat orangtua saya," ucapnya penuh haru.

“Mereka baru selalu menelepon saya selama lockdown berbicara kepada saya melalui, FaceTime dengan keponakan-keponakan saya. Saya tidak percaya mereka ada di sini. Siapa yang mengatur ini? Ini sangat menakjubkan,” tuturnya.

“Sangat menyenangkan melihat semua orang kembali bersama lagi. Mari kita lanjutkan sebelum aku benar-benar menangis,” tambah Ahern.

Queensland mengumumkan tanggal pembukaan kembali pada Senin, 13 Desember 2021. Sejak saat itu, warga Australia yang telah divaksinasi penuh bisa memasuki negara bagian tersebut tanpa harus memasuki karantina dalam bentuk apa pun, namun ada beberapa aturan yang harus dipatuhi.

Baca juga: Australia Larang Warganya Traveling ke Luar Negeri saat Libur Natal

Momen Haru Pertemuan Keluarga di Australia

(Foto: NCA NewsWire/John Gass)

Pelancong harus divaksinasi lengkap, mereka harus memiliki tes PCR negatif Covid-19 yang diambil dalam waktu 72 jam sebelum tiba di Queensland, dan mereka harus setuju untuk mendapatkan tes PCR Covid-19 pada hari kelima setelah kedatangan mereka di Queensland.

Menurut situs web pemerintah Queensland, jika bisa mendapatkan tes PCR pada hari kelima (yang jatuh pada Natal), Anda dapat melakukan tes pada hari keempat, atau sesegera mungkin setelah hari kelima.

Orang-orang juga memerlukan izin perbatasan, tetapi pada Jumat pagi negara bagian belum menyediakan izin masuk.

Mulai 13 Desember, kedatangan ke Queensland tak perlu lagi karantina jika langkah-langkah di atas terpenuhi. Tidak ada batasan atau persyaratan pengujian bagi mereka yang memasuki Queensland dari zona non-hotspot, seperti Hobart.

Siapapun yang tiba di Queensland yang tidak divaksinasi hanya dapat melakukannya melalui udara, dan harus menyelesaikan karantina hotel selama 14 hari dengan biaya sendiri.

Ini berlaku untuk penduduk Queensland atau mereka yang pindah ke Queensland dari negara bagian atau teritori lain. Kesibukan orang selatan yang melintasi perbatasan Queensland telah menciptakan mimpi buruk bagi kemacetan lalu lintas lokal.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini