Mencicipi Kuliner Toko Kue Tertua di Malang, Berdiri Sejak Zaman Penjajahan Belanda

Avirista Midaada, Jurnalis · Jum'at 17 Desember 2021 20:08 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 17 301 2518379 mencicipi-kuliner-toko-kue-tertua-di-malang-berdiri-sejak-zaman-penjajahan-belanda-oK5IhMwXvm.JPG Toko kue tertua di Malang (dok MPI/Avirista Midaada)

KOTA MALANG - Mengunjungi Kota Malang jangan lupa mampir ke salah satu toko kue legendaris yang telah ada sejak 1930. Toko kue bernama Madjoe ini menjadi toko kue tertua yang ada di Malang, yang sudah ada sebelum Indonesia merdeka.

Berlokasi di Jalan Pasar Besar, Kelurahan Sukoharjo, Kecamatan Klojen, toko kue ini masih memiliki ciri khas bangunan klasik yang tak berubah sejak dibangun pada 1930. Toko kue ini didirikan oleh The Djie Hiap, saat Belanda masih menjajah di Indonesia.

Menyuguhkan 23 jenis kue kering yang khas, resep dan olahan bahan serta rasanya tak pernah berubah sejak dahulu. Menu kue kering seperti speculas, kransyes, dan semprit putih menjadi jenis kue yang paling favorit dipilih oleh pembeli.

Namun tidak hanya tiga menu tadi yang jadi favorit pembeli, ada sejumlah jenis kue kering seperti coklat kacang, mawar coklat, jahe, coklat kenari, selai, sagon, mawar putih, kelapa, blinjo, mente, nastar, yanhagel, almond, leo, hingga belang. Menu - menu itu merupakan menu yang sudah sejak dahulu dibuat oleh masyarakat.

toko kue

Baca Juga:

4 Hotel Bandara Super Keren di Dunia, Bikin Pengen Liburan Terus

Mengharukan, Kisah Persahabatan antara Manusia dan Singa Betina

Kini toko kue ini dikelola oleh generasi ketiga dari The Djie Hiap dirinya bersama sang anak bernama Charles, dan cucunya bernama Cornelia Feliciana (16). Ditemui MNC Portal, cucu generasi ketiga Cornelia Feliciana mengungkapkan, sejak awal toko kue yang dimiliki memproduksi dan menjual kue kering.

"Sejak awal yang utama kita memang jualan kue kering, dulu lebih banyak varian kuenya, dan juga ada kue-kue lain, dan ada asem jawa, tapi untuk saat ini tinggal kue kering," ucap Cornelia Feliciana, di toko kue Madjoe.

Perempuan berusia 16 tahun ini menyebutkan, bila sejauh rasa dan komposisi citra rasa kue tak pernah diubah sejak pendiri pertama The Djie Hiap di era Belanda hingga saat ini.

Selain itu aneka toples kue juga masih dikemas sama, dengan bentuk sama yang vintage sejak berdiri, tentu ini yang menjadi ciri khas toko kue yang tertua di Malang raya.

"Bangunan tidak pernah ada perubahan. Di dalam juga tetap sama kurang lebih seperti ini seperti dulu. Yang berubah mungkin posisi kue dan isinya. Kalau toplesnya raknya dari dulu seperti ini," jelasnya.

"Saya rasa itu tidak bisa dicari, mungkin karena resep itu turun temurun. Itu sulit untuk dibuat sama yang lain. Mungkin kue sekarang rasa lebih modern, kita pertahankan rasa yang lebih kuno. Ini bisa dikatakan toko kue tertua di Malang. Kami hampir sama dengan Toko Oen," tambahnya.

Ia menambahkan, bila sejak dahulu tokonya menjadi rekomendasi dan alternatif para penikmat kuliner klasik yang ada di Malang. Bahkan konon sejak zaman dahulu beberapa orang Belanda, dan beberapa orang luar negeri yang menjadi konsumen dari toko yang berada di Jalan Pasar Besar 30 B ini.

Kini di era pandemi Covid-19, diakuinya omzet penjualannya menurun, namun tak signifikan. Beberapa pembeli yang datang merupakan langganan dan orang - orang yang penasaran dengan rasa kue kering dari toko kue tertua di Malang.

"Ada yang dari Belanda dan pribumi, wisatawan juga ada yang mampir dari luar negeri. Memang dari pandemi itu menurun, daya beli konsumen menurun. Tapi kami masih bisa bertahan. Kebanyakan yang ke sini sudah langganan," bebernya.

Tak heran bila hampir setiap hari toko kue ini tak pernah sepi pembeli. Meski tak jarang masih tersisa, tetapi komposisi dan pembuatan dengan cara istimewa, serta resep turun temurun menjadikan kue ini bisa bertahan lama.

Saat ini eksistensi toko ini pun masih tetap ada, beberapa pelanggan masih tetap setia. Bahkan disebut Felicia, sapaan akrabnya, permintaan pesanan kue kering akan mengalami peningkatan jelang perayaan natal seperti saat ini.

"Namun pada saat akan Natal atau Lebaran, itu kita buat hampir setiap hari. Untuk persiapan permintaan. Menjelang Natal dan Tahun Baru 2022 ini permintaan naik. Kenaikan cukup tinggi, kebanyakan orang untuk persiapan di rumah mereka. Kenaikannya kurang lebih bisa 50 persen dari hari biasa," terangnya.

Sementara itu, seorang pembeli bernama Endah Kurniawati mengatakan, rasa kue kering dari toko ini berbeda dari biasanya. Bila biasanya kue kering ada yang, terlalu manis dan terkesan kurang renyah saat disimpan lama, kue kering produksi Toko Madjoe ini berbeda.

"Rasanya tetap renyah dan awet, komposisinya juga membuat kue rasanya tidak membosankan. Terpenting ini toko kue legendaris yang membuat penasaran nyobain," tutur, perempuan warga Kedungkandang, Kota Malang ini.

Sementara itu pembeli lain Muhammad Ridho menuturkan, rasanya yang tak berubah dan merupakan toko kue tertua di Malang menjadikan daya tarik berbeda.

"Tentu yang berbeda ini sejarahnya karena toko kue tertua, tapi rasanya juga memang enak pantas bertahan sedemikian lamanya," tukas Ridho.

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini