Share

Dear Traveler, Ini Daftar Negara Paling Berbahaya di Dunia

Anisa Suci Maharani, Jurnalis · Selasa 21 Desember 2021 06:06 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 20 406 2519779 dear-traveler-ini-daftar-negara-paling-berbahaya-di-dunia-QtiMRTEdvV.jpg Ilustrasi travel (dok Freepik)

JAKARTA - Sebuah studi yang dilakukan International SOS, perusahaan jasa risiko keamanan medis dan perjalanan, merilis sejumlah negara paling berbahaya di dunia.

Melansir laman The Sun, terdapat 5 kategori risiko yang ditetapkan International SOS, yaitu dari "Tidak Signifikan," "Rendah," "Sedang," "Tinggi," dan "Ekstrem."

Menurut International SOS, peringkat ini didasarkan pada "ancaman saat ini yang ditimbulkan kepada para wisatawan dengan kekerasan politik (termasuk terorisme, pemberontakan, kerusuhan dan perang yang bermotivasi politik).

Baca Juga:

20 Penerbangan Dialihkan Akibat Cuaca Buruk, Ratusan Penumpang Merana

Pemprov Papua Terbitkan Surat Edaran PPKM Jelang Natal dan Tahun Baru 2022, Begini Isinya

Ada juga kerusuhan sosial (termasuk kekerasan sektarian, komunal dan etnis) serta kekerasan. Faktor-faktor lain termasuk infrastruktur transportasi, hubungan industrial, efektivitas keamanan dan layanan darurat, dan kerentanan terhadap bencana alam.

Selain itu, penilaian risiko tahunan juga mencakup risiko Covid, termasuk pembatasan perjalanan dan kesehatan mental.

Untuk tren ke depan, lima negara dikategorikan paling berbahaya yakni Afghanistan, Suriah, Libya, Republik Afrika Tengah, dan Irak.

Sementara itu tempat teraman semuanya ditemukan di Eropa, dengan Norwegia berada di urutan teratas. Kemudian diikuti oleh Finlandia, Swiss, Denmark dan Luksemburg.

Inggris juga dianggap berisiko rendah untuk risiko keamanan dan medis.

"Memasuki tahun ketiga pandemi, sementara COVID-19 dan dampak dari pembatasan terus menjadi masalah utama, risiko lain kembali mengemuka ketika perjalanan dilanjutkan," terang Dr Neil Nerwich, Direktur Medis Grup di International SOS.

Prediksi untuk risiko tahun 2022 mencakup masalah Covid dan kesehatan mental yang berkepanjangan. Akvitas yang terganggu pandemi juga masih berisiko, meskipun diprediksi akan stabil pada tahun 2023.

Perubahan iklim juga berdampak lebih buruk daripada pra-pandemi, dan akan mempengaruhi negara-negara secara global.

Tahun lalu, Studi International SOS 2020 menyebut Mali sebagai yang paling berbahaya, sementara Afganistan berada di urutan kesembilan.

Sementara, studi berbeda menemukan Tokyo, Singapura, dan Osaka sebagai kota teraman di dunia.

Hindari Jerman dan Austria jika Anda ingin mengemudi dengan aman. Sebuah studi pra-pandemi menemukan bahwa mereka memiliki kecelakaan lalu lintas paling banyak.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini