Share

Kisah Pramugari Neerja Bhanot, Korbankan Nyawa Demi Selamatkan Penumpang

Tim Okezone, Jurnalis · Senin 20 Desember 2021 15:59 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 20 406 2519871 kisah-pramugari-neerja-bhanot-korbankan-nyawa-demi-selamatkan-penumpang-X8riLybK89.jpg Pramugari Neerja Bhanot (dok News.com.au)

JAKARTA - Pramugari asal India, Neerja Bhanot rela bertaruh nyawa demi selamatkan penumpang dari aksi teroris di pesawat. Kini, 35 tahun setelahnya, sosoknya dikenal sebagai pahlawan.

Melansir laman Nextshark, perempuan yang lahir 7 September 1962 di Chandigarh ini menjadi pramugari dimulai pada 1985.

Kariernya Neerja kian melesat hingga ia berhasil menjadi pramugari senior.

Pada 5 September 1986, ia menjalankan tugas pertama sebagai pramugari senior dalam pesawat Pan Am Penerbangan 73 dari India menuju Amerika Serikat.

Saat mendarat di Bandara Karachi, Pakistan, pesawat yang mengangkut 361 penumpang dan 19 awak tersebut menjadi target pembajakan oleh sekelompok teroris

Baca Juga:

Viral Penumpang Kepanasan hingga Kesulitan Cari Bagasi di Bandara, Ini Fakta Sebenarnya

Terungkap Sosok Pemborong Kamar Hotel di Lombok demi MotoGP Mandalika

Mereka berniat merebut pesawat demi membebaskan tahanan Palestina di Cyprus dan Israel. Mereka pun menyamar menjadi petugas keamanan bandara, dan membajak pesawat 40 menit setelah mendarat.

Seketika, Neerja merasakan hal tak beres. Sesaat setelah pembajak dari kelompok Abu Nidal memasuki kabin, perempuan tersebut memperingatkan awak pesawat yang ada di kokpit.

Lalu tiga orang di kokpit, yakni pilot, kopilot, dan teknisi pesawat segera kabur, sehingga kapal terbang itu tak bisa mengudara ke tempat yang diinginkan teroris.

Pesawat tetap berada di atas aspal landasan. Lantas teroris meminta Neerja untuk mengumpulkan paspor penumpang agar bisa mengidentifikasi warga Amerika Serikat.

Sebelumnya, mereka telah menembak seorang warga AS dan melemparkan jasadnya ke landasan.

Meski demikian, tanpa sepengetahuan pembajak, Neerja bersama pramugari lainnya menyembunyikan paspor 41 warga AS yang ada dalam pesawat di bawah kursi atau membuangnya ke tempat sampah.

"Aku masih tak percaya ia bisa melakukan hal itu," kata Sekhar Mitra, penumpang yang selamat kepada Cincinnati Enquirer.

infografis

"Jika para pembajak itu mengetahuinya, niscaya mereka akan membunuhnya seketika itu," sambungnya.

17 jam penyanderaan, pembajak mulai mengeluarkan pelurunya dan meledakkan bom.

Melihat hal ini, Neerja pun berusaha menyelamatkan penumpang dengan diam-diam memasukkan pesan di antara lembaran majalah untuk penumpang yang duduk di dekat pintu darurat.

Neerja mengarahkan mereka membuka pintu dan mengembangkan perosotan darurat. Saat itu, Neerja memandu penumpang keluar dari pesawat.

"Neerja adalah orang pertama yang bisa melarikan diri dari pesawat. Ia terlatih dan tahu persis apa yang terjadi. Ia berada di pintu masuk pesawat saat para teroris masuk. Bisa saja pramugari itu lari seperti yang dilakukan pilot. Namun, ia tak melakukannya," kata salah satu penumpang selamat, Kishore Murthy.

Pramugari

Melansir News.com.au, Neerja Bhanot dilaporkan tewas ketika melindungi dua anak-anak. Salah satu dari anak tersebut, yang kala itu berusia 7 tahun, kelak menjadi kapten penerbang di sebuah maskapai besar.

Kini kisah kepahlawanannya dijadikan sebuah film berjudul Neerja.

1
3

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini