Share

Tradisi Perempuan Irlandia Melamar Pria Tiap 29 Februari

Nindi Widya Wati, Jurnalis · Rabu 22 Desember 2021 04:04 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 21 406 2520188 tradisi-perempuan-irlandia-melamar-pria-tiap-29-februari-hsfmwguIp1.jpg Ilustrasi Menikah (dok Freepik)

 JAKARTA - Umumnya dalam sebuah hubungan laki-laki diminta untuk melamar pasangannya. Namun, apa jadinya ketika pihak perempuan punya kesempatan melamar lebih dulu?

Melansir dari Edinburghnews, tradisi melamar ini terjadi pada tahun kabisat. Peristiwa yang hanya terjadi setiap empat tahun sekali, ketika bulan Februari lebih lama satu hari dari biasanya.

Pada tanggal 29 Februari, wanita diperbolehkan melamar pasangan mereka.

Tradisi ini berawal dari sejarah Irlandia kuno, sekitar abad kelima.

Baca Juga:

5 Aturan Aneh di Negara Bagian Amerika, Dilarang Mengumpat hingga Tak Boleh Nikah Jika Punya Penyakit

Daftar Terbaru WNA 13 Negara Dilarang Masuk ke Indonesia Demi Cegah Omicron

Ketika zaman dahulu diyakini ada seorang biarawati bernama Saint Bridget mengeluh kepada Saint Patrick tentang wanita harus menunggu untuk dilamar.

Hingga kemudian, Saint Patrick memutuskan bahwa wanita dapat memiliki kesempatan melamar, tetapi hanya pada hari tertentu di bulan Februari, setiap empat tahun.

Lalu, tradisi tersebut disebarkan ke Skotlandia oleh para biarawan Irlandia. Hingga pada tahun 1288, Skotlandia mengeluarkan undang-undang mengizinkan seorang wanita untuk melamar pada tahun kabisat.

Undang-undang tersebut juga menyatakan bahwa setiap pria yang menolak lamaran pada hari kabisat harus membayar denda.

Tradisi tersebut juga menjadi hal biasa di banyak negara Eropa. Tradisi ketika seorang pria menolak lamaran wanita pada hari kabisat, harus membayar penalti. Denda dapat berupa gaun baru, uang, atau yang lebih luar biasa, 12 pasang sarung tangan untuk wanita tersebut.

Dikatakan juga bahwa wanita diharapkan mengenakan celana pendek atau rok merah saat mereka berlutut dalam proses melamar.

Namun, sejarah juga menyatakan bahwa tradisi tersebut berasal ketika hari kabisat tidak diakui oleh hukum Inggris. Dengan demikian, diperbolehkan bagi wanita untuk memutuskan konveksi dari seorang pria yang melamar, dan hari itu secara teknis tidak memiliki status hukum.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini