Share

Geger Paspor Ditulis Nomor Hp, Ini Langkah yang Bisa Kamu Lakukan

Tim Okezone, Jurnalis · Minggu 26 Desember 2021 18:12 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 26 406 2522708 geger-paspor-ditulis-nomor-hp-ini-langkah-yang-bisa-kamu-lakukan-CFY40ak553.jpg Ilustrasi paspor (dok Freepik)

JAKARTA - Beberapa waktu lalu viral di media sosial oknum prajurit TNI yang ketahuan mencoret paspor milik mahasiswi saat karantina.

Mahasiswi itu diketahui baru saja menyelesaikan studinya di luar negeri.

Di dalam paspor itu, tertulis nomor telepon yang diduga milik anggota TNI yang bertugas di Wisma Pademangan.

Alhasil, rekannya yang ikut dikarantina di Wisma Pademangan mengajukan keluhan ke petugas di tempat karantina terpusat itu. Keluhan yang disampaikan melalui pesan WhatsApp itu kemudian menjadi viral di media sosial. Ia terlihat keberatan paspor dicoret karena merupakan dokumen negara.

Baca Juga:

Baru Bebas, Pemuda Ini Kembali Diciduk karena Menikam Penumpang Kereta

Wow! Penonton Segera Bisa Rasakan Langsung Makanan yang Tampil di TV dengan Menjilat Layar

"Pak/Bu saya mohon perhatiannya. Di Wisma Atlet memang chaos sepertinya. Ada (anggota) TNI yang menuliskan nomor ponselnya di paspor (milik) IISMA Awardee. Saya pikir ini jelas tidak boleh, karena paspor adalah dokumen resmi negara," demikian isi pesan pendek yang beredar di media sosial.

Melansir Antara News, akibat kasus tersebut kini oknum tersebut telah dipindahtugaskan.

Lantas, apa yang bisa dilakukan oleh warga bila dokumen paspor rusak atau dicoret oleh pihak lain?

Mengingat, paspor merupakan dokumen negara.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Okezone, sebaiknya pemilik paspor melaporkan ke kantor imigrasi dan nantinya petugas akan memeriksa kondisi paspor tersebut dan mewawancarai pemegang paspor melalui proses berita acara pemeriksaan (BAP).

Mengacu Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2014 tentang Paspor Biasa dan Surat Perjalanan Laksana Paspor, pada pasal 35 poin f memaparkan paspor bisa saja dicabut jika rusak.

Mencoret merupakan satu di antara hal perilaku yang merusak paspor. Apabila kerusakan terjadi, sebuah paspor harus diganti dengan yang baru agar bisa digunakan kembali.

Biaya

Untuk perpanjangan paspor biasa dikenakan Rp350.000 dengan total 48 halaman. Sementara biaya perpanjangan paspor biasa dengan halaman elektronik sebesar Rp650.000.

Sedangkan untuk syarat perpanjang paspor 2021 yang menggunakan layanan tercepat berkisar Rp1.000.000. Perlu diingat, biaya ini belum termasuk uang penerbitan paspor.

Selanjutnya, syarat perpanjangan paspor karena hilang dikenai denda Rp1.000.000, perpanjangan paspor karena rusak Rp500.000 dan paspor yang hilang atau rusak karena kejadian di luar dugaan tidak dikenakan biaya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini