Share

Legenda Ebu Gogo, Makhluk Kanibal Misterius Penghuni Pedalaman Flores

Novie Fauziah, Jurnalis · Rabu 29 Desember 2021 18:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 29 406 2524070 ebu-gogo-makhluk-kanibal-misterius-penghuni-pedalaman-flores-aGcmp4ShFg.JPG Ebu Gogo, makhluk kanibal misterius penghuni pedalaman Flores, NTT (Foto: Flickr/Karen Neoh)

DI SETIAP wilayah Indonesia memiliki legenda, atau mitosnya masing-masing. Misalnya di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Terdapat cerita legenda yang mengisahkan bahwa di wilayah tersebut terdapat sosok Ebu Gogo dan kerap ditakuti oleh sebagian masyarakat setempat.

Apa itu Ebu Gogo? Dikutip dari berbagai sumber, Ebu Gogo adalah seorang nenek yang hidup liar, misterius dan hidup di hutan.

Mulai dari tumbuhan-tumbuhan, juga pemakan lainnya, bahkan daging manusia pun dirinya santap alias kanibal.

Selain itu menurut tim peneliti mengambil dari dunia fiksi JRR Tolkien, konon Ebu Gogo ini dulunya juga pernah menjelajahi hutan tropis bersama manusia-manusia modern.

Selama beberapa dekade, para ahli etnografi mendokumentasikan kisah tersebut, merekam detail pidato Ebu Gogo yang bergumam di dadanya yang panjang dan terjumbai, sambil menganggap cerita itu hanyalah mitos.

Baca juga: Anak Senja, Inilah 5 Spot Berburu Sunset Terindah di Flores

Ebu Gogo wujudnya agak pendek dan menariknya mereka berbulu, tidak seperti manusia pada umumnya. Dianggap mitos, namun para peneliti ini menemukan sisa-sisa tulang belulang yang diduga mirip dengan ciri-ciri Ebu Gogo.

Infografis Suku Kanibal

Penemuan tulang belulang yang diduga Ebu Gogo ini ditemukan di beberapa tempat yang sama. Salah satunya di gua yang berada di pedalaman hutan Flores.

Kemudian para peneliti menyimpulkan dan mengumumkan, tepatnya pada 2004 bahwa Ebu Gogo ini dinamakan hominin berlabel Homo Floresiensis yang termasuk ke dalam manusia purba.

Homo Floresiensis memiliki otak kecil, kemampuannya untuk menyeberangi air sangat minim, sehingga mereka membuat sebuah alat untuk menyebrangi sungau, seperti jembatan.

Meskipun Ebu Gogo ini adalah manusia primitif, namun kelakuannya hampir mirip dengan manusia pada umumnya. Akan tetapi para peneliti ini masih menyimpulkan bentuk asli dari Ebu Gogo, karena pada dasarnya mereka belum pernah bertemu langsung dengan makhluk mitologi ini.

Ajaibnya sebagai masyarakat Flores, para peneliti meyakini Ebu Gogo saat ini masih ada sejak 12.000 tahun silam. Namun keberadaannya memang sangat tersembunyi.

Hubungan yang diusulkan antara tulang dan mitos menimbulkan pertanyaan menarik, yang sedang dieksplorasi oleh para antropolog di belahan dunia lain: seberapa jauh ke masa lalu tradisi lisan dapat melaporkan peristiwa secara akurat?

Sementara itu menurut salah seorang warga NTT, Fatima mengatakan, Ebu Gogo menjadi cerita anak-anak. Bahkan saat ia kecil sering mendengar legenda tersebut.

"Waktu kecil aku juga sering diceritakan itu (Ebu Gogo)," katanya saat dihubungi MNC Portal, Selasa, 28 Desember 2021.

Baca juga: Kampung Adat Lewokluok Flores Timur Juara I API Award 2021, Apa Daya Tariknya?

Menurutnya, salah satu tujuan diceritakan Ebu Gogo kepada anak-anak adalah sebagai bentuk kewaspadaan. Misalnya, jika terlalu sore bermain nantinya akan didtangi oleh Ebu Gogo.

Namun keberadaannya menjadi tanda tanya hingga saat ini, karena ini adalah legenda turun temurun. Kemudian menjadi mitos, dan menarik perhatian para peneliti antropologi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini