Share

Ikan Ini Kembali Dilepas ke Alam Liar Setelah 18 Tahun Punah

Agregasi BBC Indonesia, Jurnalis · Kamis 30 Desember 2021 20:04 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 30 406 2524708 ikan-ini-kembali-dilepas-ke-alam-liar-setelah-18-tahun-punah-MhNQGHoRpS.JPG Ikan Tequila kembali dilepas ke alam liar setelah 18 tahun punah (Foto: Chester Zoo)

SPESIES ikan Tequila 'bangkit' dari kepunahan dan kembali hidup di habitatnya di sungai-sungai bagian barat daya Meksiko. Ikan langka itu sempat dinyatakan punah pada 2003 atau 18 tahun silam.

Gerardo Garcia, seorang ahli konservasi di Kebun Binatang Chester, Inggris, menyebut, ikan Tequila adalah spesies ikan kecil.

"Ikan ini tidak berwarna-warni dan tidak ada sorotan padanya dalam konteks konservasi global," jelas Garcia, melansir BBC.

Akan tetapi, kembalinya ikan Tequila ke alam liar bukan perkara enteng. Kemunculan ikan tersebut adalah contoh bagaimana ekosistem air tawar dan spesies-spesies di dalamnya bisa diselamatkan.

Habitat air tawar adalah yang paling terancam di muka Bumi, menurut International Union for the Conservation of Nature (IUCN). Bahkan, lembaga itu mengatakan spesies yang tergantung pada ekosistem air tawar menjadi punah lebih cepat daripada makhluk darat dan laut.

Satu juta spesies hewan dan tanaman 'terancam punah karena ulah manusia'. Beragam ancaman, termasuk polusi, terus menambah tekanan tidak hanya pada makhluk alam liar, tapi juga pada air bersih dan pasokan makanan yang bergantung pada sungai serta danau.

Ikan Tequila

(Foto: Chester Zoo)

Dalam kasus ikan Tequila, masyarakat yang hidup dekat habitat ikan tersebut di Jalisco, Meksiko, memainkan peranan kunci. Mereka secara rutin memonitor kualitas air pada danau dan sungai di kawasan itu.

Peneliti dari Universitas Michoacana, Meksiko, Prof Omar Dominguez bersama timnya punya peran besar dalam kemunculan kembali ikan Tequila.

"Kami tidak bisa melakukannya tanpa masyarakat setempat. Merekalah yang melakukan konservasi jangka panjang," kata Prof Omar.

"Dan inilah pertama kalinya spesies ikan yang telah punah dimunculkan lagi secara sukses di Meksiko. Sehingga ini menjadi tonggak bagi konservasi," lanjutnya.

Awalnya, sejumlah pakar konservasi mengatakan mereka melepas sebanyak 1.500 ekor ikan Tequila, namun populasi ikan tersebut kini telah berkembang.

"Proyek ini telah menjadi preseden penting bagi konservasi pada masa mendatang bagi banyak spesies ikan di negara ini yang terancam atau bahkan punah di alam liar yang jarang diperhatikan khalayak," tuturnya.

Proyek ini terwujud berkat kerja sama para pakar konservasi di Meksiko dan Inggris yang berlangsung bertahun-tahun lalu.

Pada 1998, di masa awal proyek, sejumlah peneliti dari Unit Biologi Air dari Universitas Michoacana menerima lima pasang ikan dari Kebun Binatang Chester yang diantarkan ahli dari Inggris, Ivan Dibble.

Ke-10 ikan ini kemudian membentuk koloni baru di laboratorium universitas yang dikelola dan dikembangkan selama 15 tahun kemudian.

Pelepasliaran Ikan Tequila di Meksiko

(Foto: Chester Zoo)

Guna mengembalikan ikan Tequila ke alam, sebanyak 40 jantan dan 40 betina dari koloni laboratorium dilepas ke danau buatan di universitas. Tujuannya agar ikan-ikan penangkaran tersebut mendapat pelatihan hidup di alam liar dengan sumber makanan yang terbatas, punya pesaing, parasit, dan predator.

Selang empat tahun kemudian, populasi ini diperkirakan telah berkembang menjadi 10.000 ekor dan bisa dilepas ke alam liar.

Proyek ini diharapkan dapat menjadi model bagi spesies air tawar lainnya, termasuk achoque yang hidup di sebuah danau di bagian utara Meksiko.

Amfibi unik ini yang diyakini masyarakat setempat sebagai hewan dengan kemampuan menyembuhkan telah 'diselamatkan' dari kepunahan berkat campur tangan berbagai pihak, antara lain sekelompok biarawati yang mengelola fasilitas penangkaran hewan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini