Share

Periskop 2022: Saatnya Pariwisata Indonesia Bangkit Kembali!

Salman Mardira, Jurnalis · Senin 03 Januari 2022 12:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 01 406 2525796 periskop-2022-saatnya-pariwisata-indonesia-bangkit-kembali-QChf27aQqf.jpg Wisatawan menikmati Pantai Seminyak, Bali sebelum pandemi COVID-19 (Foto Global Expat)

PEMERINTAH optimis kalau sektor pariwisata di Indonesia bangkit dan makin bergairah pada 2022. Rasa percaya diri muncul setelah melihat sejumlah capaian selama 2021. Terlebih lagi banyak even besar digelar di Tanah Air tahun ini, sehingga akan mendongkrak tingkat kunjungan wisatawan.

“Kita yakin bahwa bahwa 2022 akan menjadi tahun yang sangat spesial di mana kita bisa menyatakan kepada dunia bahwa Indonesia siap untuk bangkit, siap untuk tumbuh, dan siap untuk menjadi menjadi pemain kelas dunia," kata Menparekraf Sandiaga Uno dalam jumpa pers akhir tahun 2021 di Kantor Kemenparekraf, Jakarta, pada Senin 27 Desember lalu.

Sepanjang 2021, pemerintah memberlakukan PPKM untuk mengendalikan COVID-19. Kebijakan ini berdampak serius pada pariwisata. Usaha pariwisata juga banyak merugi. Akibatnya banyak yang kehilangan pekerjaan.

Baca juga: Kaleidoskop 2021: Jatuh Bangun Pariwisata Imbas PPKM

Tapi, Kemenparekraf mengantisipasi dengan meluncurkan sejumlah program pemulihan seperti pemberian bantuan atau insentif ke pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf).

Kemudian mensertifikasi tempat-tempat wisata sesuai standar CHSE, menggenjot vaksinasi COVID-19, pengembangan desa wisata dan lainnya. Disusul pembukaan kembali destinasi wisata kelas dunia seperti Bali, Batam dan Bintan untuk wisatawan mancanegara (wisman).

Ilustrasi

Turis di Bali 

Kemenparekraf mencatat Produk Domestik Bruto (PDB) pariwisata Indonesia pada 2021 stabil di angka 4,2 persen dan diprediksi tumbuh satu dijit jadi 4,3 persen pada 2022. Nilai devisa pariwisata Indonesia ditargetkan meningkat hingga USD1,7 miliar tahun ini.

Nilai ekspor ekonomi kreatif Indonesia juga tumbuh signifikan mencapai USD 20,58 miliar pada 2021. Tahun ini ditargetkan jadi USD21,28 miliar.

Pada 2021, jumlah wisman ke Indonesia hanya 1,5 juta orang, turun drastis dibandingkan tahun sebelumnya.

Bergerak dari itu, Kemenparekraf memasang target realistis pada 2022 yakni 1,8 juta sampai 3,6 juta wisman, mengingat pandemi COVID-19 masih melanda dunia. Tapi, tahun ini fokus utama adalah menggarap wisatawan nusantara.

“Wisatawan nusantara ini yang menjadi andalan dengan target 260-280 juta pergerakan dan nilai tambah ekonomi kreatif mencapai Rp1.236 triliun,” kata Sandiaga.

Baca juga: Kaleidoskop 2021: WSBK Mandalika Awal Kebangkitan Pariwisata Indonesia di Tengah Pandemi

Sandiaga juga optimis tahun ini akan terbuka banyak lagi lapangan kerja baru di sektor parekraf.

"Jumlah tenaga kerja pariwisata yang membuat saya optimistis tahun depan bahwa kita mampu menargetkan penciptaan 400.000 lapangan kerja baru yang berkualitas di sektor pariwisata. Dan di ekonomi kreatif akan tumbuh lebih dari 600 sampai 700 ribu lapangan kerja yang ditopang oleh sektor-sektor unggulan seperti kuliner, kriya, dan fesyen. Tapi juga kita melihat subsektor lainnya seperti aplikasi, permainan, juga televisi," ujarnya.

Pengamat pariwisata, Jajang Gunawijaya menilai Indonesia masih butuh waktu jika berharap wisman datang, karena banyak negara sedang berjuang memulihkan ekonominya yang terpuruk akibat pandemi.

"Kalau untuk wisatawan mancanegara, butuh waktu lebih lama lagi. Bisa 1-2 tahun untuk kembali normal karena imbas dari pandemi berkepanjangan merusak struktur ekonomi masyarakat di luar negeri, termasuk dari negara yang banyak berwisata ke Indonesia," katanya.

Tapi, dia optimis pariwisata 2022 akan bergeliat dengan didorong oleh wisatawan domestik, dengan catatan diberi kelonggaran oleh pemerintah.

Event besar di 2022

Pada 2022, ada sejumlah even besar berskala internasional digelar di Indonesia dan bisa berdampak positif pada pariwisata.

Ajang paling ditunggu masyarakat adalah kejuaraan MotoGP di Sirkuit Mandalika, Lombok, NTB pada 18-20 Maret mendatang. Tapi, sebelumnya akan dilakukan tes pramusim MotoGP di sirkuit kebanggaan Indonesia itu pada 11-13 Februari.

Sedangkan kejuaraan World Superbike (WSBK) 2022 akan berlangsung pada 11-13 November di Sirkuit Mandalika. Berbarengan dengan MotoGP dan WSBK, Sirkuit Mandalika juga jadi tuan rumah Asia Talent Cup 2022.

Bagi penggemar balap mobil silakan tunggu kejuaraan dunia Formula E 2022 di Ancol, Jakarta Utara pada 4 Juni 2022. Selain menyajikan adu balap, di area ini juga bakal ada pameran otomotif.

Bali jadi tuan rumah KTT G20 pada 2022, akan banyak delegasi negara-negara peserta yang datang ke Indonesia. Forum ini sayogianya sudah dimulai sejak 1 Desember 2021, tapi agenda besarnya berlangsung pada November mendatang.

Pertemuan G20 Presidensi 2022 berjumlah 150 events yang terdiri dari Pertemuan Working Groups, Engagement Groups, Deputies/Sherpa, Ministerial, dan KTT G20, serta Side Events.

Menurut Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, ada tiga manfaat besar bagi Indonesia dengan menjadi Presidensi G20 dari segi ekonomi, pembangunan sosial dan politik. Dari aspek ekonomi, manfaat langsung yang diproyeksikan dapat tercapai antara lain peningkatkan konsumsi domestik hingga Rp1,7 triliun, penambahan PDB nasional hingga Rp7,4 triliun, dan pelibatan UMKM dan penyerapan tenaga kerja sekitar 33 ribu di berbagai sektor.

Ilustrasi

Bali juga akan jadi tuan rumah even besar lain pada 2022, di antaranya Grand Fondo New York dijadwlkan Maret, Pesta Kesenian Bali pada Juni, Maybank Bali Marathon dan Soundrenaline pada September. Bulan berikutnya ada Bali Triathlon Oktober, dan Bali Democracy Forum di akhir tahun.

Sementara sejumlah provinsi di Indonesia juga sudah menyiapkan even-even wisata yang siap menggaet banyak wisatawan selama 2022.

Tren wisata 2022

Berlibur di alam terbuka diprediksi masih jadi tren paling diminati pada 2022, karena lebih leluasa menjaga jarak dan bisa menikmati pemandangan. Kemudian road trip atau wisata dengan perjalanan darat. Selanjutnya mengexplore wisata lokal, mengingat orang masih enggan bepergian jaug atau ke luar negeri.

Selanjutnya ekowisata juga masih jadi pilihan, sehingga wisawatan bisa menyatu dengan alam dan belajar tentang lingkungan. Wisata minat khusus juga masih disukai.

Selain itu, wisatawan juga akan lebih berhati-hati dan selektif dalam memilih tempat wisata dengan memperhatikan standar kebersihan, kesehatan, keamanan, dan kelestarian lingkungan atau diistilahkan dengan CHSE. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini