Share

Duh! Hotel di Kawasan Wisata Cipanas Jadi Tempat Transaksi PSK Online

Antara, Jurnalis · Sabtu 01 Januari 2022 19:30 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 01 406 2525815 duh-hotel-di-kawasan-wisata-cipanas-jadi-tempat-transaksi-psk-online-F4mjLJpTRZ.JPG Polisi bongkar praktik prostitusi online di hotel kawasan wisata Cipanas, Garut (Foto: Antara/Feri Purnama)

POLISI membongkar praktik prostitusi daring menjelang malam pergantian tahun pada Jumat, 31 Desember 2021 malam. Dua orang muncikari diciduk di kamar hotel kawasan objek wisata Cipanas, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

"Kami dari Tim Sancang berhasil mengungkap praktik prostitusi online di objek wisata Cipanas, mengamankan muncikari dan wanitanya," kata Kapolres Garut, AKBP Wirdhanto Hadicaksono saat jumpa pers pengungkapan kasus tersebut.

Ia menuturkan, Tim Sancang Polres Garut menerima laporan dari masyarakat adanya praktik prostitusi daring, kemudian dilakukan penyelidikan hingga akhirnya dapat diketahui tempatnya yakni di salah satu hotel di kawasan Cipanas Garut.

Baca juga: Hindari Pakai Pengering Rambut di Kamar Hotel, Bahaya Mengintaimu

Petugas, kata dia, berhasil mengamankan dua orang muncikari yang menjajakan perempuan melalui salah satu aplikasi media sosial kepada laki-laki hidung belang dengan tarif mulai dari Rp400 ribu sampai Rp800 ribu.

Selain dua muncikari, kata Kapolres, jajarannya juga mengamankan tiga perempuan diduga pekerja seks komersial (PSK) yang sudah ada dalam satu kamar di hotel tersebut.

"Kami juga mengamankan wanitanya tiga orang yang ditampung di salah satu hotel di daerah Cipanas," katanya.

Ia menyampaikan mereka yang telah diamankan merupakan warga Garut yang sehari-harinya sebagai pekerja serabutan.

Baca Juga: Lifebuoy x MNC Peduli Ajak Masyarakat Berbagi Kebaikan dengan Donasi Rambut, Catat Tanggalnya!

Praktik prostitusi di hotel itu, kata dia, sudah berlangsung sejak enam bulan lalu, kemudian saat ini terungkap dan akan terus dikembangkan karena disinyalir praktik serupa ada di tempat lain.

"Kami juga sedang mengembangkan adanya muncikari lainnya lagi yang harus diungkap," katanya.

Selain mengamankan muncikari, polisi juga menyita uang tunai hasil transaksi, alat kontrasepsi, dan telepon seluler sebagai alat komunikasi untuk bertransaksi.

Seluruh muncikari saat ini sudah ditahan dan dijerat undang-undang tentang pornografi dengan ancaman hukuman enam tahun penjara, sedangkan tiga perempuan diserahkan ke Dinas Sosial Kabupaten Garut untuk diberi pembinaan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini