Share

Benarkah Penumpang Pesawat Lebih Berisiko Tertular Omicron? Ini Penjelasan Ahli

Andin Nurul Alifah, Jurnalis · Minggu 02 Januari 2022 00:03 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 01 406 2525838 benarkah-penumpang-pesawat-lebih-berisiko-tertular-omicron-ini-penjelasan-ahli-8vWo1rEYW0.JPG Ilustrasi (Foto: Reuters)

PERJALANAN udara dulunya dianggap biasa sebelum pandemi. Namun, menyusul adanya pembatasan, penundaan imbas wabah Covid-19, para pelancong kini kian waspada untuk terbang. Kemunculan varian Omicron pun memicu kekhawatiran baru di tengah musim liburan Natal dan Tahun Baru.

Perjalanan udara adalah paling diminati wisatawan untuk memangkas waktu perjalanan. Terbang ke iklim yang lebih hangat untuk liburan adalah kenyataan bagi banyak orang Inggris, sampai larangan perjalanan, pembatasan, maskapai runtuh dan ketidakpastian itu terjadi akibat pandemi Covid-19.

Salah satu penasihat medis Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA), David Powell kini semakin meragukan keamanan perjalanan udara.

“Apapun risikonya dengan Delta, kita harus mengasumsikan risikonya akan dua hingga tiga kali lebih besar dengan Omicron, seperti yang telah kita lihat di lingkungan lain. Apapun risikonya yang rendah - kami tidak tahu apa itu - di pesawat, itu harus ditingkatkan dengan jumlah yang sama," kata Powell kepada Bloomberg.

Baca juga: Paniknya Wanita Ini Positif Covid Lalu Karantina di Toilet Pesawat, Cek Fakta Terbarunya

Infografis Pesawat

Komentar David Powell mendorong IATA untuk mencoba dan meyakinkan penumpang. Mereka mengatakan kabin pesawat tetap menjadi lingkungan berisiko sangat rendah untuk tertular Covid meskipun Omicron tampaknya lebih menular daripada varian lain di semua lingkungan.

Saat ditanya apakah aman bagi penumpang yang sehat untuk terbang, ia pun sepakat. "Omicron lebih menular di semua lingkungan, terbang tidak lebih berbahaya daripada pergi ke restoran, bus, kereta bawah tanah, Anda tahu, klub malam, pusat kebugaran," tuturnya.

“Semua yang telah dipelajari. Kemungkinan berpindah ke orang lain lebih kecil di pesawat,” kata dia.

Tetapi meskipun kemungkinan penularan Covid ke orang lain di pesawat semakin kecil, tingkat penularan Omicron yang tinggi membuat perjalanan udara lebih berbahaya daripada sebelumnya. Risikonya bukan hanya tentang berada dalam penerbangan, tetapi juga melalui bandara.

Baca Juga: Saatnya Anak Muda Bangkit Bersama untuk Indonesia Bersama Astra

Menurutnya, pesawat lebih aman daripada bandara karena aliran udara dan pengaturan umum mereka. “Persyaratan untuk aliran udara di pesawat jauh lebih ketat daripada untuk bangunan bandara pada umumnya.

“Perlindungan untuk kabin maskapai adalah: semua orang tetap duduk, menghadap ke arah yang sama, ada penghalang fisik yang menghalangi. Sebagian besar dari mereka tidak hadir di fase bandara. Anda memiliki lebih banyak gerakan acak, lebih banyak potensi untuk kontak tatap muka, aliran udara umumnya berkurang," jelasnya.

“Tingkat ventilasi bandara adalah sepersepuluh, mungkin, dari apa yang ada di pesawat," tambah Powell.

“Hindari permukaan yang sering disentuh, kebersihan tangan sedapat mungkin, masker, jaga jarak, prosedur boarding yang terkontrol. Cobalah untuk menghindari kontak tatap muka dengan penumpang lain, cobalah untuk menghindari membuka masker dalam penerbangan kecuali benar-benar diperlukan seperti saat makan atau minum," tutupnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini