Libur Tahun Baru, Yuk Keliling Kota Malang Naik Bus Klasik

Avirista Midaada, Jurnalis · Sabtu 01 Januari 2022 09:30 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 01 549 2525827 libur-tahun-baru-yuk-keliling-kota-malang-naik-bus-klasik-TTddb4ai3m.JPG Bus Klasik Malang City Tour/Macito (Foto: MPI/Avirista Midaada)

WISATAWAN yang berkunjung ke Kota Malang, Jawa Timur bisa kembali menikmati sensasi berkeliling kota dengan bus di masa libur tahun baru. Pasalnya bus Malang City Tour (Macito) dilakukan rebranding dengan desain lebih ramping dan menarik.

Mengusung warna dominan biru dengan desain terbuka, bus Macito ini bakal menjadi daya tarik bagi wisatawan yang berkunjung ke Kota Malang. Perbedaan signifikan pun diusung dari desain bus Macito yang sebelumnya, dengan desain bodi lebih klasik.

Bila sebelumnya bus didesain tertutup dan bertingkat, tetapi bus kali ini didesain lebih ramping, kecil, tetapi lebih artistik dengan desain layaknya bus klasik di masa kolonial. Bentuknya yang kecil dan ramping, menjadikan bus ini bisa melintasi beberapa jalan Kota Malang yang tak terlalu besar.

Nantinya bus ini menyajikan sensasi berwisata keliling kota, sambil mengunjungi tempat-tempat wisata, khususnya wisata heritage dan kampung tematik. Rencananya sesuai dengan Macito sebelumnya, bus ini juga bakal dioperasikan gratis ke wisatawan.

Wali Kota Malang, Sutiaji mengungkapkan, bus Macito bakal dioperasi setiap hari dengan menelusuri jalan-jalan Kota Malang. Bodi dan desain bus yang lebih kecil dan ramping menjadikan bus Macito in bisa melintasi beberapa jalan yang lebih kecil.

"Belum tahu, Insya Allah lebih banyak mobile-nya. Karena ketinggiannya tidak seperti dulu, kalau dulu kan surveinya kalau ketinggiannya banyak kena kabel dan seterusnya," ucap Sutiaji, usai meresmikan bus Macito.

Bus Klasik Malang

(Foto: MPI/Avirista Midaada)

Sutiaji menambahkan, bus Macito diharapkan mampu mendongkrak wisatawan yang datang ke Kota Malang. Nanti bila bus Macito ini diminati masyarakat dan wisatawan, rencananya pihak Pemkot Malang bakal menambah jumlah bus Macito yang baru dianggarkan dua unit senilai masing-masing bus Rp1,8 miliar.

"Kita anggarkan dua, yang lama tidak kita pakai karena belum dapat izin dari Direktorat perhubungan darat kementerian perhubungan. Insya Allah akan kita manfaatkan untuk kegiatan lain. Karena ini satu sebenarnya Kemarin dua, tapi kena refocusing itu. Jadi kalau ini animonya banyak, tentu akan kami tambah. Yang paling enggak minimal tiga, empat, hingga lima," terangnya.

Nantinya, bus wisata Macito ini bakal diadakan pengadaan melalui anggaran di Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang. "Tapi setelah itu diserahkan ke dinas pariwisata sehingga operasionalnya di sana," tutur pria kelahiran Lamongan ini.

Bus Klasik Malang

(Foto: MPI/Avirista Midaada)

Menurutnya, bus ini didesain sedemikian rupa dengan menonjolkan ciri khas Malang dan bakal difungsikan mulai libur tahun baru 2022 besok. Ia berharap desain yang menarik dengan ciri khas Malang, menjadikan bus ini bisa mendongkrak okupansi wisatawan.

"Ya ini desainnya prosesnya panjang, karakter-karakter Malangan dimasukkan ke sana. Ya tentu kami tidak akan dilombakan tapi dari berbagai masukan kemarin, kan inilah jadinya," ucapnya.

Sementara, desainer bus Macito. Hasan Muda menyebut, desain bus ini terinspirasi dari banyaknya bangunan-bangunan kuno bernuansa heritage di Kota Malang. Sehingga bus Macito mengaplikasikan bentuk bangunan tersebut di ukiran pagar samping penumpang dan bodi bus. Ia mengaku memerlukan waktu 25 hari ini untuk menyelesaikan desain bus wisata itu.

"Saya coba masukkan dan selain itu juga Kota Malang kota buah-buahan, seperti itu dulu saya coba masukkan untuk backgroundnya. Selain itu malang juga dekat dengan Kerajaan Singosari, jadi saya coba masukkan. Dan terakhir saya coba masukkan unsur Singo Edan dalam desain relief pagarnya. Berdasarkan logo kota malang zaman kolonial," ungkapnya.

Selain perbedaan signifikan dari filosofi bentuknya, bodi bus yang lebih ramping dan kecil, menjadikan bus bisa melintasi jalan-jalan di Malang yang tak begitu lebar dengan ukuran 2,1 x 7,4 meter. Maka sang desainer bekerjasama dengan pembuat bus dari PT Rega Dana Asia Bandung, sengaja membuat bentuk bus lebih kecil, tetapi dengan interior lebih unik.

"Terus masukkan kira-kira nama yang unik bukan Macitonya, kenapa saya masukkan dorado dari Timur, karena Malang kalau nggak salah punya beberapa sebutan orang Belanda dulu. Kota Eldorado dari timur, karena saking bagusnya kota malang, kayak Paris Van East Java," tuturnya.

Pihaknya sengaja mendesain bus wisata ini terbuka agar kesan interaktif terasa. Hal ini sesuai juga dengan permintaan Pemkot Malang dan layaknya bus wisata di daerah lain.

Bus Klasik Malang

(Foto: MPI/Avirista Midaada)

"Jadi kita memilih terbuka atau tertutup, dan supaya lebih menarik dan aktivitas pariwisata, permintaan pemerintah daerah lebih interaktif karena mobil ini milik masyarakat. Kalau hanya monolog, enggak lucu juga, hanya mobil berjalan," papar dia.

Bus Macito dapat mengangkut 50 penumpang, tetapi demi kenyamanan maka kapasitas penumpang dibatasi hanya 20-22 penumpang. Bahan interior bus juga diklaim lebih awet karena terbuat dari bahan wood polyester.

"Materialnya material gigi balang itu pakai wood polyester itu 20 tahun nggak akan keropos, jenis kayu khusus. Kalau pagarnya pakai cat juga yang dibakar 400 derajat karena sifatnya outdoor," jelas Barlian Nasution, selaku konstruktor.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini