Share

75 Pendaki Ditelantarkan Open Trip Gunung Rinjani, Ini Fakta Terbarunya

Antara, Jurnalis · Senin 03 Januari 2022 20:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 03 406 2526523 75-pendaki-ditelantarkan-open-trip-gunung-rinjani-ini-fakta-terbarunya-20-7jYdF7eyZT.jpg Gunung Rinjani (dok Antara/Rosyidin)

JAKARTA - Terdapat sekitar 75 pendaki dilaporkan ditelantarkan oleh operator saat open trip ke Gunung Rinjani.

Kegiatan pendakian yang berlangsung di penutup tahun 2021 tersebut menelantarkan para pendaki yang tidak mengenali medan di salah satu pos peristirahatan Gunung Rinjani.

Akibat dari penelantaran itu, beberapa di antaranya mengalami sakit. Demikian juga kabar ada yang pingsan hingga hipotermia.

Kepala Resort Balai Taman Nasional Gunung Rinjani Wilayah Sembalun Taufikurrahman membenarkan adanya satu pendaki yang pingsan setelah ditinggal pemandu ketika turun dari Gunung Rinjani.

Baca Juga:

3 Pengakuan Pramugari Jet Pribadi, Hidup Mewah hingga Jadi Selingkuhan Miliuner

4 Barang Aneh Ditemukan di Bandara Selama 2021, Siput Berbahaya hingga Bola Golf Bisa Meledak

"Ya benar ada yang pingsan juga, pihak kami sudah bawa ke Puskesmas tadi pagi setelah dievakuasi," tegas Taufik.

Pendaki berjenis kelamin perempuan ini lemas. Berdasarkan informasi yang dihimpun, peserta pendakian mengalami kelaparan dan dehidrasi akibat pelayanan yang tidak maksimal dari penyedia jasa yang kini masih menghilang dan dilakukan pencarian.

Berikut beberapa faktanya dilansir dari Antara:

1. Polisi turun tangan

Aparat kepolisian menyelidiki kasus penelantaran puluhan pendaki di Gunung Rinjani, Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), yang diduga dilakukan penyelenggara open trip salah satu agen perjalanan wisata.

"Sesuai informasi yang kami terima, Kapolres Lombok Timur sudah memerintahkan jajarannya untuk melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut," kata Kabid Humas Polda NTB, Kombes Pol Artanto melalui sambungan telepon, Minggu (2/1/2022).

Dari rangkaian penyelidikan, pihak kepolisian sudah mengambil keterangan sejumlah saksi, termasuk di antaranya para pendaki yang menjadi korban.

“Jadi sudah ada beberapa saksi yang diambil keterangannya," ujar dia.

Dalam penyelidikannya juga dilakukan koordinasi dengan Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR). Tujuannya, kata dia, mengidentifikasi awal mula kelompok pendaki tersebut masuk ke dalam kawasan.

"Karena itu, mohon percayakan penanganan dari persoalan ini kepada kami. Insya Allah, kasus ini akan segera selesai dan tertangani dengan baik," ucapnya.

2. Pendaki berhasil diselamatkan

Pihak kepolisian memaparkan, pihak BTNGR cepat mengidentifikasi keberadaan para pendaki. Pertolongan evakuasi pun berhasil dilakukan BTNGR bersama warga sekitar Gunung Rinjani.

Dari persoalan ini Artanto mengimbau kepada peminat perjalanan menuju kawasan Gunung Rinjani untuk lebih memahami prosedur pendakian.

Selain mempelajari medan maupun jalur pendakian, alangkah baiknya peminat juga meminta informasi lengkap ataupun rekomendasi dari BTNGR tentang keberadaan agen perjalanan yang mampu memfasilitasi kegiatan pendakian.

3. Berakhir mediasi

Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Artanto memaparkan, penyelesaian kasus itu dimediasi di Polsek Sembalun.

"Malam ini sudah dilakukan mediasi di Polsek Sembalun dan hasilnya menyatakan bahwa permasalahan sudah bisa diselesaikan secara kekeluargaan," kata Artanto.

Cinta Noviani Rahayu yang mewakili rekan-rekannya dari pengguna jasa agen perjalanan wisata milik Edwin Riyanto, berterima kasih kepada kepolisian yang sudah memfasilitasi dalam menyelesaikan masalah ini dengan mediasi tanpa harus melanjutkan kasus ke proses hukum pidana.

Dia menyampaikan permohonan maaf kepada para pihak yang sudah merasa dirugikan perihal persoalan pendakian tersebut.

"Mewakili rekan-rekan kami, saya meminta maaf dan terima kasih kepada Bapak Kapolsek Sembalun dan jajaran atas bantuannya terkait masalah yang kemarin sempat viral akhirnya bisa diselesaikan dengan cara kekeluargaan," ujar Cinta.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini