Share

Masyarakat yang Berlibur Tahun Baru Bangkitkan Ekonomi, Sandiaga Uno Ingatkan Ancaman Omicron

Antara, Jurnalis · Rabu 05 Januari 2022 00:03 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 04 406 2527020 masyarakat-yang-berlibur-tahun-baru-bangkitkan-ekonomi-sandiaga-uno-ingatkan-ancaman-omicron-j4CgP3SfCs.JPG Menparekraf RI, Sandiaga Salahuddin Uno (Foto: Instagram/@sandiuno)

MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno mengapresiasi antusiasme masyarakat berlibur di masa Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2021/2022 sehingga berdampak positif terhadap kebangkitan ekonomi dalam negeri.

Menurut Sandi, masyarakat sudah mulai berani melakukan perjalanan wisata sepanjang tahun 2021 disebabkan terkendalinya pandemi Covid-19 dan perluasan vaksinasi di berbagai penjuru Indonesia.

“Namun, kita harus tetap waspada terhadap varian baru Omicron yang menyebar lebih masif,” kata dia dalam keterangan Weekly Press Briefing.

Meski belum terdapat hitungan pasti, ia memprediksi momen Nataru tahun 2021/2022 lebih baik dibandingkan tahun 2020/2021.

Sepanjang nataru, tempat wisata seperti Taman Impian Jaya Ancol di Jakarta Utara mencapai 18 ribu kunjungan pada Sabtu, 25 Desember 2021 lalu. Adapun pada Sabtu, 1 Januari 2022 ada 9 ribu pengunjung di kawasan tersebut.

Baca juga: Puji Penerapan Prokes Taman Margasatwa Ragunan, Ini Kata Sandiaga Uno

Di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) di Jakarta Timur, dilaporkan jumlah kunjungan mencapai 14 ribu pengunjung pada Minggu, 26 Desember 2021 dan 16.137 ribu orang pada Minggu, 2 Januari 2022.

Selain itu, di Taman Margasatwa Ragunan tercatat 17.866 ribu pengunjung pada Sabtu, 1 Januari 2022 dan 16.909 ribu orang pada Minggu, 2 Januari 2022.

“Begitu pula di Bali. Meski jumlah turis asing masih sangat sedikit, wisatawan domestik semakin ramai berdatangan ke Bali,” kata dia.

Berdasarkan pernyataan Stakeholder Relation Manager Angkasa Pura I, Taufan Yudhistira, jumlah keberangkatan penumpang saat arus balik pada Sabtu, 1 Januari 2022 sebanyak 11.271 orang yang diangkut dengan 81 penerbangan.

Dengan berakhirnya masa liburan akhir tahun, diprediksi jumlah keberangkatan akan meningkat hingga kisaran 15 ribu lebih penumpang yang akan meninggalkan Bali.

Untuk okupansi hotel, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) melaporkan terdapat kenaikan saat malam pergantian tahun baru secara nasional meski tak merata. Tingkat keterisian tetap lebih tinggi dari pada tahun lalu meski pemerintah menghapus cuti bersama.

Sekretaris Jenderal PHRI Maulana Yusran memperkirakan tingkat okupansi pada akhir tahun secara nasional bisa mencapai target kenaikan 5-10 persen.

Baca juga: Sambangi Ancol di Hari Pertama 2022, Sandiaga Imbau Pengunjung Patuhi Prokes

“Tahun lalu, rata-rata keterisian hotel pada Desember hanya di kisaran 40 sampai 50 persen,” tuturnya.

Wakil Ketua Bidang Budaya Lingkungan dan Humas Badan Pengurus Daerah (BPD) PHRI Provinsi Bali I Gusti Ngurah Rai Suryawijaya mengemukakan, rata-rata tingkat hunian (okupansi) kamar hotel secara regional Bali pada liburan Natal 2021 mencapai 55 persen.

“95 persen yang memenuhi okupansi adalah wisatawan nusantara,” pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini