Share

Puluhan Pendaki Gunung Rinjani Telantar hingga Alami Hipotermia, Sandiaga: Hati-Hati Pilih Paket Open Trip

Antara, Jurnalis · Rabu 05 Januari 2022 04:03 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 04 406 2527095 puluhan-pendaki-gunung-rinjani-telantar-hingga-alami-hipotermia-sandiaga-hati-hati-pilih-paket-open-trip-hDcZlkQr4p.JPG Menparekraf RI, Sandiaga Salahuddin Uno (Foto: Dok. Kemenparekraf)

MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno merespons kasus penelantaran 70 pendaki Gunung Rinjani, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Ia menyayangkan peristiwa semacam ini terjadi.

Laporan yang masuk kepadanya juga mengungkapkan bahwa dari para pendaki yang ditelantarkan di Gunung Rinjani tersebut, ada yang mengalami hipotermia dan beberapa lainnya alami gangguan fisik.

"Ini menjadi pembelajaran buat kita semua, termasuk wisatawan agar memilih paket open trip dengan sangat hati-hati dan perhatikan juga aspek CHSE-nya," terang Sandiaga Uno dalam acara Weekly Press Briefing.

Pada kesempatan itu, dirinya juga berharap kejadian ini tidak terulang kembali. Sebab, open trip yang seharusnya menciptakan image positif bagi pariwisata Indonesia, jangan sampai malah mencoreng dan berdampak negatif.

Baca juga: 75 Pendaki Ditelantarkan Open Trip Gunung Rinjani, Ini Fakta Terbarunya

Karena itu, dia memberi perhatian penuh bagi pelaku open trip agar menjadi garda terdepan menciptakan paket wisata hiking yang berkualitas.

"Kami akan berikan edukasi dan sosialisasi supaya kejadian ini tak terulang lagi," terangnya.

Sosialisasi dan edukasi tersebut sambungnya, akan dilakukan dengan metode kekinian dan menggunakan aplikasi teknologi yang canggih 

Tentunya, semua itu akan diawasi dengan ketat sehingga menciptakan lingkungan paket wisata hiking yang berkualitas.

Mantan Wagub DKI Jakarta itupun dalam paparannya mengapresiasi beberapa pihak yang membuat kasus penelantaran pendaki di Gunung Rinjani ini tidak sampai ke ranah hukum. Sebab, hal tersebut bisa mencoreng wajah pariwisata Indonesia secara umum.

"Kami sampaikan apresiasi kepada Kapolsek Sembalun dan juga pengelola Taman Nasional Gunung Rinjani yang secara cepat bisa melakukan mediasi dan memfasilitasi, sehingga kejadian yang tidak positif untuk pariwisata ini diselesaikan dengan cara kekeluargaan," kata dia.

"Kami juga menghargai kasus ini tidak masuk ke ranah hukum, karena bisa mencoreng wajah pariwisata Indonesia. Terlebih, Sembalun dan Senaru dekat sekali dengan lokasi penyelenggaraan MotoGP," tutup Sandi. (Put)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini