Share

Kisah Pramugari Dipecat Karena Pandemi, Kini Bekerja Sebagai Petugas Ambulans

Anisa Suci Maharani, Jurnalis · Rabu 05 Januari 2022 08:03 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 04 406 2527162 kisah-pramugari-dipecat-karena-pandemi-kini-bekerja-sebagai-petugas-ambulans-aWU9OKmwTF.jpg Ilustrasi pramugari (dok iStock)

JAKARTA - Pandemi Covid-19 menyebabkan banyak pramugari kehilangan pekerjaannya. Mereka beralih ke profesi lain untuk bertahan hidup, seperti yang dilakukan eks pramugari British Airways, Sarah Goulding (54).

Sarah, satu dari 10.000 pekerja yang diberhentikan oleh maskapai. Kini wanita tersebut bekerja di layanan ambulans untuk mengais rezeki.

Ibu dua anak itu kehilangan pekerjaannya sebagai awak kabin British Airways akibat pandemi Covid-19.

Dia telah bekerja di maskapai selama 32 tahun. Selama puluhan tahun dia telah memperoleh keterampilan menyelamatkan jiwa dan pertolongan pertama.

infografis

Baca Juga:

Jangan Pernah Beli 5 Barang Ini di Bandara, Kelewatan Mahal Bikin Kantong Bocor

Dear Traveler, Jangan Lupakan Sederet Barang Ini Jika Mau Berpergian

Sarah mengatakan, inilah alasan dia untuk berlatih kembali, karena dia selalu senang memberikan layanan medis dalam keadaan darurat.

"Saya memiliki karir yang luar biasa dengan British Airways dan beruntung telah bepergian ke seluruh dunia," kata Sarah dilansir dari Mirror.

"Setiap tahun kami harus belajar kedokteran penerbangan sebagai bagian dari pelatihan kami, karena kamu tidak dapat memanggil ambulans di ketinggian 38.000 kaki," lanjutnya.

"Saya melihat semuanya: persalinan, serangan jantung dan bahkan kematian mendadak. Saya selalu suka memberikan pertolongan pertama dalam keadaan darurat," akunya.

Sarah memaparkan, beberapa alasannya memilih bekerja sebagai petugas ambulans.

"Layanan ambulans menarik bagi saya karena pertama, saya menyukai gagasan untuk membantu orang, dan kedua, saya menyukai gagasan untuk berada di luar dan di dalam komunitas," tegas Sarah.

Pekerjaan Sarah berbasis di Wrexham, Wales Utara. Disana dia dilatih untuk merawat pasien.

Dia mengatakan, "Setiap hari Anda mempelajari sesuatu yang baru, dan membantu orang-orang di saat mereka membutuhkan adalah perasaan yang sangat berharga."

Dia memikirkan orang tua dan kakek-neneknya saat tengah merawat pasien. Dia mengaku, Itulah cara dia memperlakukan para pasien.

"Bagi saya, ini tentang memberi pasien rasa hormat dan martabat yang layak."

Kehilangan pekerjaan merupakan dampak pandemi Covid-19 yang merugikan banyak pekerja. Mereka mengalami kesulitan saat sebagian besar negara melakukan penguncian pada tahun 2020.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini