Share

Tradisi Adat Meja Panjang Didaftarkan Jadi Warisan Budaya Tak Benda, Apa Maknanya?

Antara, Jurnalis · Kamis 06 Januari 2022 04:01 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 05 406 2527681 tradisi-adat-meja-panjang-didaftarkan-jadi-warisan-tak-budaya-benda-apa-maknanya-GFaPNmb95S.JPG Pesta budaya meja panjang khas Suku Dayak, Kalimantan (Foto: Antara)

GUBERNUR Kalimantan Utara, Zainal Arifin Paliwang mengatakan bahwa budaya Meja Panjang di Desa Pimping, Kecamatan Tanjung Palas Utara, Kabupaten Bulungan sudah didaftarkan ke Kemendikbud untuk dapat jadi warisan budaya tak benda.

"Budaya Meja Panjang sudah kita daftarkan dan semoga bisa mendapatkan sertifikatnya,” kata Zainal.

Tradisi adat pesta Meja Panjang rutin dilaksanakan setiap tahun. Kegiatan budaya ini sebenarnya merupakan implementasi dari tradisi Suku Dayak yang tinggal di Desa Merasa.

Zaman dahulu, warga Suku Dayak di Desa Merasa kerap melakukan tradisi makan-makan yang digelar setahun dua kali, yakni setiap sebelum panen dan setelah panen. Tempat yang digunakan oleh mereka untuk makan-makan ialah di pekarangan maupun teras rumah mereka.

Baca juga: Keunikan Wanita Suku Dayak yang Bikin Terpikat

Di zaman itu, teras rumah mereka berukuran panjang sehingga cukup untuk berkumpul para warga desa. Seiring perkembangan zaman, pergeseran budaya pun terjadi, acara Meja Panjang yang awalnya hanya makan-makan, kini sudah dilengkapi dengan berbagai pertunjukan dan lomba.

Adapun turnamen olahraga yang kerap disajikan yakni sepak bola, takraw, gasing, kongkage, maupun lomba seni seperti tari-tarian hingga mengukir kayu.

Sebelumnya, Zainal dan Wakil Gubernur (Wagub) Kaltara Yansen TP hadiri perhelatan Syukuran Tahun Baru dan Meja Panjang yang digelar di Desa Pimping, Kecamatan Tanjung Palas Utara, Kabupaten Bulungan, Senin lalu.

Gelaran adat tahunan masyarakat Suku Dayak Kenyah yang sempat yang tertunda akibat pandemi Covid-19 ini juga dihadiri Ketua TP-PKK Kaltara, Rachmawati Zainal beserta rombongan yang turut meramaikan acara yang difokuskan pada Balai Adat Lamin Pemung Tawai Desa Pimping.

"Desa Pimping layak menjadi desa wisata. Hal ini dikarenakan Desa Pimping memiliki keindahan alam serta adat budaya yang sudah turun-temurun dilestarikan sejak zaman nenek moyang mereka dahulu, seperti budaya Meja Panjang," kata Zainal.

Ia menambahkan bahwa di Kaltara banyak destinasi wisata yang menarik termasuk di Desa Pimping, kalau dikembangkan tentunya dapat memberi nilai ekonomis bagi warga Pimping.

Melihat potensi tersebut, Gubernur Zainal meminta agar ke depannya destinasi wisata yang ada di Desa Pimping untuk segera dicatat dan dibenahi.

Zainal juga kerap mengunjungi tempat-tempat eksotis di Kaltara seperti menjajaki keindahan gunung kapurnya di dekat perbatasan Berau, Kalimantan Timur (Kaltim).

"Jadi Kaltara ini memang banyak destinasi wisata yang tidak kalah dimiliki oleh provinsi lain,” katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini