Share

Omicron Kian Menggila, Hong Kong Larang Penerbangan dari 8 Negara Ini

Salwa Izzati Khairana, Jurnalis · Jum'at 07 Januari 2022 11:05 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 06 406 2528137 omicron-kian-menggila-hong-kong-larang-penerbangan-dari-8-negara-ini-fqIbKer2GG.JPG Warga Hong Kong waspada serangan varian Omicron (Foto: Reuters/Lam Yik)

HONG KONG melarang penerbangan dari delapan negara sebagai tanggapan cepat terhadap meningkatnya kasus Covid-19 viarian baru, Omicron.

Daftar negara berisiko tinggi itu adalah Australia, Inggris, Kanada, Prancis, India, Pakistan, Filipina, dan Amerika Serikat.

Kepala Eksekutif Hong Kong, Carrie Lam memperkenalkan langkah-langkah pencegahan tersebut, termasuk jam malam restoran pada pukul 18.00 saat wilayah itu menghadapi gelombang kelima.

“Ada perubahan cepat dalam situasi pandemi yang membuat kami khawatir. Kami akan mengumumkan hari ini tindakan cepat, tegas, dan tepat untuk memutus rantai transmisi," ujar Lam.

Lam telah memerintahkan larangan dua minggu pada penerbangan penumpang dari Australia, Inggris, Kanada, Prancis, India, Pakistan, Filipina, dan Amerika Serikat.

Baca juga: Jelajahi Hong Kong, Ini 5 Spot Destinasi Wisata yang Instagrammable

Infografis Bandara Instagramable

Langkah-langkah baru akan mulai berlaku pada hari Sabtu dan akan tetap berlaku sampai setidaknya 21 Januari, di mana Lam dengan yurisdiksinya berhati-hati di tengah ambang gelombang kelima.

Ahli mikrobiologi terkemuka, Profesor Yuen Kwok-yung mendesak para pejabat untuk bertindak lebih keras dengan pembatasan dan mempertimbangkan untuk menutup sementara sekolah karena varian Omicron menyebar ke seluruh dunia.

“Masyarakat harus membatalkan pertemuan kelompok besar. Ketika ada lebih banyak kasus dengan sumber yang tidak diketahui, pemerintah juga harus mempertimbangkan untuk menangguhkan sekolah dan melarang layanan makan di tempat,” ujar Prof Yuen.

Sementara itu, Hong Kong memiliki tingkat vaksinasi ganda sebesar 69,5 persen.

Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Hong Kong, Profesor Gabriel Leung memperingatkan pembatasan harus tetap dilakukan selama minimal tiga bulan untuk mengendalikan penyebaran.

“Rencana untuk membuka perbatasan sekali lagi akan gagal,” kata dia, merujuk pada rencana untuk membuka kembali perjalanan bebas karantina dengan China daratan.

“Mungkin ada lima hingga 10 rantai penularan yang tidak terlihat di masyarakat. Ini situasi yang sangat mengkhawatirkan. Jika kita tidak meningkatkan tindakan sekarang, kita harus melakukannya dalam beberapa hari atau minggu. Tapi saat itu sudah terlambat," pungkas dia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini