Share

Pengelolaan Gerbang Samudra Raksa Akan Dilelang

Antara, Jurnalis · Jum'at 07 Januari 2022 12:30 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 06 406 2528507 pengelolaan-gerbang-samudra-raksa-akan-dilelang-B3iyL2vg71.jpg Gerbang Samudera Raksa (Dok Istimewa)

JAKARTA - Pemerintah Kabupaten Kulonprogo akan melelang pengelolaan rest area Gerbang Samudra Raksa yang terletak di perbatasan Kulonprogo dan Magelang.

Lelang akan dilakukan pada pertengahan bulan ini, agar ada kejelasan siapa yang bertanggujawab terhadap bangunan ini.

“Pertengahan bulan ini akan kami lelanggkan. Kami sudah menyiapkan segala dokumen yang diperlukan,” kata Kabag Pembangunan Setda Kulonprogo Zahram Asurawan, Kamis (6/1/2022).

Gerbang Samudera Raksa menjadi salah satu tempat istirahat bagi wisatawan dari arah Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) maupun dari arah Candi Borobudur.

Bangunan ini belum dibuka ke publik, meski sudah banyak wisatawan yang datang. Bangunan berupa perahu kayu ini menjadi pintu gerbang masuk ke kawasan Candi Borobudur yang terletak di Klangon, Banjaroyo, Kalibawang, Kulonprogo.

“Harapan kami Gerbang Samudra Raksa ini bisa membangkitkan ekonomi masyarakat di wilayah utara,” katanya.

Bangunan ini dibangun oleh pemerintah pusat dan belum diserahkan kepada Pemkab Kulonprogo. Namun pengelolaan bisa dilakukan oleh Pemkab Kulonprogo yang harus bertanggungjawab terhadap bangunan, listrik, air dan perawatan bangunan.

“Kulonprogo tidak menganggarkan dari APBD makanya ini dilelang agar ada yang bertanggungjawab,”katanya.

Secara teknis pengelolaan Gerbang Samudra Raksana di bawah Dinas Kebudayaan melalui unit pelaksana teknis (UPT). Pendapatan akan dikelola dengan rekening khusus milik UPT dengan pengawasan secara ketat.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kulon Progo Astungkara mengatakan, rencananya Gerbang Samudra Raksa akan dilelang pada akhir 2021, namun karena persyarakatnya belum lengkap ditunda terlebih dahulu.

Persoalannya, dana pengadaan tanah Gerbang Samudra Raksa sebesar Rp4 miliar masuk pada 2022.

“Kami harus mengedepankan kehati-hatian. Jangan sampai pengadaan tanah diganti, pengelolaannya sudah lelan,” ujarnya.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini