Wahana Ngopi in The Sky Dihentikan Pemda DIY, Ini Alasannya

Kuntadi, Jurnalis · Sabtu 08 Januari 2022 14:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 07 408 2528681 wahana-ngopi-in-the-sky-dihentikan-pemda-diy-ini-alasannya-hpL3gY1MhJ.jpg Wahana Ngopi In The Sky (dok iNews/Kismaya Wibowo)

YOGYAKARTA -Pemda DIY menghentikan Wahana Ngopi in The Sky yang ditawarkan objek Teras Kaca di Pantai Nguluran, Girikarto, Panggang, Gunungkidul.

Faktor keamanan dan perizinan menjadi dasar penutupan.

“Kami hentikan dulu sampai persyaratan-persyaratan terutama sertifikasi keselamatan pengunjung itu terjamin,” kata Sekda DIY R Kadarmanta Baskara Aji, Kamis (6/1/2022).

Menurutnya, ide dan kreativitas pengelola yang menghadirkan wahana ini sangat bagus, namun unsur keselamatan menjadi point utama.

Dari hasil pemeriksaan, diketahui mobile crane yang dipergunakan disewa dari luar kota.

Banyak hal-hal yang harus diikuti dengan pengecekan, termasuk asal-usulnya. Selain itu juga perlu dilakukan pengecekan izin operasional peralatan ini. Apalagi keberadaan mobile crane kebanyakan untuk mengangkat barang, bukan untuk manusis.

“Informasi yang kami terima, penggunaan crane itu belum ada izin. Penggunaannya tidak sesuai dengan spesifikasi barang itu tentu ini juga harus ada yang menjamin keselamatannya,” katanya.

Penghentian ini menjadi bentuk pemerintah dalam menjamin keamanan para wisatawan. Pemerintah wajib melakukan pembinaan pada destinasi wisata.

“Kami tidak menutup kreativitas namun semuanya harus mematuhi aturan,” katanya.

Kepala Dinas Pariwisata DIY Singgih Rahadjo mengatakan, wahana dihentikan karena membahayakan wisatawan, apalagi berada di bibir pantai sehingga sangat riskan.

Posisi di tepi pantai tentu mengakibatkan tingkat korosi yang tinggi akibat angin laut yang membawa kadar garam yang tinggi.

“Penggunaan mobile crane yang tidak sebagaimana mestinya menjadi sorotan. Unsur CHSE juga menjadi prioritas,” katanya.

SDM yang mengoperasionalkan juga harus bersertifikat dan memiliki lisensi khusus. Dikhawatirkan jika terjadi kecelakaan akan menimbulkan multiplayer effect yang luas yang bisa berdampak di seluruh DIY.

“Penyelenggara tidak bisa hanya mengejar omzet, keamanan tidak bisa dikesampingkan,” katanya.

Kepala Disnakertrans DIY, Aria Nugrahadi mengatakan, penggunaan mobile crane yang dimodifikasi menjadi wahana wisata tanpa melalui proses sesuai regulasi, tidak sesuai peruntukannya.

Pihaknya telah menyampaikan surat nota pemeriksaan kepada pengelola Teras Kaca untuk penghentian operasionalisasi alat tersebut.

“Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh pegawai pengawas spesialis alat angkat, alat itu untuk mengangkat barang tersebut dipergunakan untuk mengangkut orang dan tidak sesuai ketentuan Permenaker No 8 Tahun 2020,” jelas Aria.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini