Share

Misteri 163 Mumi Anak yang Terkubur di Makam Bawah Tanah, Seperti Boneka Arwah

Nindi Widya Wati, Jurnalis · Minggu 09 Januari 2022 20:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 08 406 2529283 misteri-163-mumi-anak-yang-terkubur-di-makam-bawah-tanah-seperti-boneka-arwah-cJkUB1FlUF.JPG Mumi anak di Sisilia, Italia (Reuters via The Sun)

TIM Ilmuwan memulai misi mengungkap misteri di balik mayat anak-anak diawetkan yang terkubur di makam bawah tanah di Sisilia, Italia. Tercatat, ada 163 mumi anak yang disemayamkan di Katakombe Kapusin Palermo akan diperiksa menggunakan sinar-X.

Dr Kirsty Squires dari Staffordshire University, Inggris akan memimpin upaya penelusuran kisah mumi anak-anak itu menggunakan bantuan cahaya sinar-X.

Baca juga:  Teknologi Digital Ungkap Misteri Mumi Firaun Amenhotep I, Faktanya Mengejutkan

"Kami ingin lebih memahami kesehatan dan perkembangan anak yang menjalani ritual mumifikasi. Mereka memang termasuk warga kelas menengah, akan tetapi kami tidak tahu apakah mereka pernah menderita penyakit tertentu ataupun mengalami pertumbuhan yang terhambat," kata Dr Squires seperti dilansir dari The Sun, Minggu (9/1/2022).

Ilustrasi

Mumi anak-anak di Sisilia, Italia (REX/The Sun)

Studi yang sudah terencana sejak dua tahun itu akan memulai penelitian pada minggu depan. Mereka akan menyelidiki identitas, tingkat kesehatan dan penyakit dari 41 mayat.

Mumi itu termasuk di antara 1.284 tubuh mumi alami, dan sebagian kerangka yang ditumpuk di sepanjang ruang bawah tanah serta sejumlah ruangan yang ada sejak tahun 1590-an.

 Baca juga: Mumi Berusia Ratusan Tahun Ditemukan Terikat Tali, Ada Sesajen di Makamnya

Mumi anak-anak itu diyakini meninggal antara tahun 1787 dan 1880, akan tetapi informasi untuk mengetahui identitas siapa dan penyebab mereka meninggal sangat terbatas.

 

Mayoritas tubuh yang berada di sana berupa kerangka, namun ada pula kondisi mumi yang terpelihara baik sehingga kulit, rambut, dan pakaian mereka tetap utuh.

Pemakaman di Sisilia awalnya diperuntukkan bagi para biarawan dari ordo Kapusin, tetapi kemudian dibuka untuk umum.

Masyarakat setempat meyakini, jika manusia berubah menjadi mumi merupakan simbol cara mempertahankan status serta martabat meskipun sudah dalam keadaan meninggal.

"Proses mumifikasi di situs ini dipandang sebagai tanda kecanggihan dan kekayaan. Bagian dari cara mempertahankan kepribadian sosial mereka setelah kematian," kata Squires kepada The Sun.

Squires menambahkan dengan bantuan cahaya sinar-X diharapkan dapat mengambil ratusan gambar anak mumi dari sudut yang berbeda. Selain itu, mereka akan menggunakan sinar-X untuk menentukan jenis kelamin dan usia setiap anak, mencari bukti adanya tumbuh perkembangan, trauma, hingga penyakit yang pernah diderita.

 Ilustrasi

Dr Dario Piombino-Mascali, yang juga mengerjakan proyek tersebut, mengatakan kepada The Guardian bahwa beberapa mumi anak "sangat terpelihara" dan terlihat seperti "boneka kecil".

"Mumi terlihat seperti anak-anak yang sedang tidur. Mereka dimumifikasi, akan tetapi beberapa dari mumi memiliki mata palsu sehingga terkesan bisa melihat," jelas Dr Dario Piombino-Mascali.

Mumi memang tersohor sebagai warisan Sisilia yang sengaja dipamerkan kepada masyarakat umum dan wisatawan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini