Share

Ditemukan di Australia, Ternyata Begini Bentuk Laba-Laba 16 Juta Tahun Lalu

Denisa Aisyah, Jurnalis · Senin 10 Januari 2022 13:01 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 10 406 2529743 ditemukan-di-australia-ternyata-begini-bentuk-laba-laba-16-juta-tahun-lalu-XSoe6knHam.JPG Fosil laba-laba purba berusia 16 juta tahun (Foto: Michael Frese)

PENELITIAN terhadap sejumlah fosil baru ditemukan di pedalaman Australia menunjukkan bahwa kawasan itu pernah menjadi rumah bagi hutan hujan beriklim sedang yang penuh dengan kehidupan.

Tim ilmuwan internasional ditugaskan ke situs di New South Wales (NSW) setelah seorang petani setempat mengaku menemukan fosil di salah satu kebun yang ternyata berasal dari daun prasejarah.

Selama tiga tahun, para peneliti termasuk Matthew McCurry dari University of New South Wales (UNSW) menggali sisa-sisa fosil hutan hujan dari sekitar 15 juta tahun yang lalu, dengan ribuan spesimen termasuk tanaman, laba-laba, jangkrik dan lebah raksasa.

Fosil seekor laba-laba Mygalomorph (Mygalomorphae) atau jenis tarantula ditemukan sekelompok peneliti dalam sebuah ekskavasi di McGraths Flat, situs di New South Wales (NSW), Australia.

Situs tersebut diberi nama McGraths Flat dan telah diperkenalkan kepada dunia dalam sebuah makalah yang diterbitkan pada hari Sabtu di jurnal Science Advances.

Baca juga: Fosil Daun Ungkap Kondisi Iklim Bumi di Era Akhir Dinosaurus

Infografis Suku Kanibal

“Fosil yang kami temukan membuktikan bahwa daerah itu dulunya adalah hutan hujan tropis yang beriklim sedang dan memiliki kehidupan kaya dan berlimpah di sini di Central Tablelands,” kata Dr McCurry dalam sebuah pernyataan, melansir Independent.

“Sampai sekarang sulit untuk mengatakan seperti apa ekosistem purba ini, tetapi tingkat pelestarian di situs fosil baru ini berarti bahwa organisme kecil yang rapuh seperti serangga berubah menjadi fosil yang terpelihara dengan baik,” tambahnya.

Fosil itu bukti bahwa tidak hanya dari spesies individu yang hidup selama periode 11 hingga 16 juta tahun silam, tetapi juga adanya interaksi antar-spesies.

“Misalnya, ada isi perut ikan yang diawetkan di dalam ikan, artinya kita bisa mengetahui apa yang mereka makan. Kami juga telah menemukan contoh serbuk sari yang diawetkan pada tubuh serangga sehingga kami dapat mengetahui spesies mana yang menyerbuki tanaman mana,” jelas Dr McCurry.

Spesimen yang ditemukan dalam batu mengandung besi yang disebut 'goethite', biasanya tidak dianggap sebagai sumber fosil yang luar biasa, dan para peneliti percaya bahwa proses yang mengubah organisme ini menjadi fosil adalah kunci mengapa mereka terawetkan dengan baik.

“Analisis kami menunjukkan bahwa fosil terbentuk ketika air tanah yang kaya zat besi mengalir ke billabong, dan bahwa pengendapan mineral besi membungkus organisme yang hidup atau jatuh ke dalam air,” kata Dr McCurry.

Billabong adalah istilah Australia untuk kolam terpencil yang ditinggalkan setelah sungai berubah arah. Sementara sisa-sisa tumbuhan dan hewan yang diawetkan yang digali di situs itu mirip dengan yang ditemukan di hutan hujan Australia utara, para peneliti mengatakan ada tanda-tanda bahwa ekosistem mulai mengering.

Baca juga: Fosil Hewan Tertua di Dunia Ditemukan, Umurnya 890 Juta Tahun!

“Australia adalah benua paling unik secara biologis, dan situs ini sangat berharga dalam apa yang diceritakannya kepada kita tentang sejarah evolusi bagian dunia ini,” ungkap Kepala Ilmuwan Museum Australia, Kristofer Helgen.

“Ini menjadi bukti tentang perubahan iklim dan membantu mengisi kesenjangan dalam pengetahuan kita tentang waktu dan wilayah itu,” pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini