Penumpang Kelas Bisnis Bikin Onar di Ketinggian 38.000 Kaki, Awak Kabin Sampai Ditendang

Salwa Izzati Khairana, Jurnalis · Rabu 12 Januari 2022 03:04 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 11 406 2530313 penumpang-kelas-bisnis-bikin-onar-di-ketinggian-38-000-kaki-awak-kabin-sampai-ditendang-XpIDjJZmQu.JPG William Clegg, pelaku penyerangan terhadap pramugari (Foto: SWNS)

SEORANG pria penumpang pesawat kelas bisnis menyerang lima awak kabin dan melempari cokelat ke arah penumpang lain saat berada dalam pesawat di ketinggian 38.000 kaki.

Pria itu diidentifikasi sebagai William Clegg (33), yang terbang dari San Jose, California, dengan tujuan London Heathrow, diduga menanduk awak kabin dan menendang staf.

Melansir dari Mirror, Clegg mengambil dua pil tidur ambeien, tablet zopiclone yang dikenal sebagai imovane, bersama dengan tiga gelas anggur dan dua botol Baileys ukuran perjalanan.

Awak kabin terpaksa menahannya ketika dia meletakkan kausnya di atas kepala seorang pramugari sebelum menarik anggota staf lainnya ke lantai.

Clegg, yang mengenakan setelan jas angkatan laut dalam persidangannya di Isleworth Crown Court, menyangkal lima tuduhan penyerangan dengan pemukulan terhadap awak kabin.

Baca juga: Terungkap, Inilah Kursi Terburuk di Pesawat Paling Tak Diinginkan Penumpang

Infografis Pramugari

Paul Edwards, jaksa penuntut, menjelaskan bahwa Clegg menderita epilepsi dan insomnia, serta memiliki pekerjaan berat yang melibatkan perjalanan ke berbagai negara dan tinggal sebentar.

"Ketika berada di Amerika Serikat, dia pergi dan menemui dokter untuk masalah insomnia ini dan diberi resep zolpidem, yang dikenal sebagai ambeien, yang merupakan tablet tidur. Dia sudah menggunakan tablet tidur lain, zopiclone (imovane). Dia disuruh minum satu tablet, dan satu tabletnya adalah 12,5 mg. Dalam penerbangan, Clegg mengambil dua tablet zolpidem dan satu tablet zopiclone. Ia juga minum tiga gelas anggur dan dua botol Baileys. Ini menyebabka dia bertingkah aneh," terang jaksa.

Tingkah anehnya terlihat kala ia berjalan mondar-mandir di koridor kelas bisnis. Clegg pergi ke dapur dan mulai melemparkan cokelat batang ke penumpang yang tertidur.

Clegg mengaku ingin pergi keluar untuk bertemu temannya. Ia diberitahu oleh pramugari bahwa pesawat berada di ketinggian 38.000 kaki.

Tindakan anehnya berlanjut dengan mengangkat t-shirtnya dan mencoba meletakkannya di atas kepala anggota awak kabin. Perilakunya itu menyebabkan awak kabin mengambil keputusan bahwa mereka perlu menahannya.

Clegg telah menyebabkan gangguan bagi orang-orang di kelas bisnis. Awak kabin kemudian mencoba membawanya ke bagian belakang pesawat, di mana dia tidak akan terlalu mengganggu.

Infografis Kebiasaan Buruk Traveling

Clegg yang tidak terima kemudian ditahan oleh Jamie Marsh, anggota awak kabin, kemudian meraih lengannya dan melemparkannya ke lantai.

Dalam serangan kedua, Clegg mencoba menanduk tiga kali awak kabin bernama Amy Stewart, saat akan dibawa ke bagian belakang pesawat.

Dalam serangan ketiga, Clegg berusaha melepaskan diri dari mereka yang menahannya, dan saat itulah dia menabrak anggota awak kabin lainnya, yaitu Robert Smith.

Clegg juga menyerang anggota awak kabin lainnya dalam serangan keempat dan kelima, di mana dia memukul Franz Hartmann dan Carlie Tichner saat mencoba melepaskan pegangan kuat pada kakinya.

Begitu Clegg mendarat di Bandara Heathrow, ia pun diciduk polisi. Clegg mengklaim bahwa dirinya mengalami serangan epilepsi dan tidak dapat mengingat apa yang telah terjadi.

Masalah utama pada kasus tersebut apakah Clegg sembrono dalam tindakannya, juga kecerobohannya dalam serangan itu, apakah saat mengambil tablet untuk dirinya. Uniknya, Clegg menyangkal seluruh tuduhan penyerangan terhadap 5 awak kabin tersebut.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini