3 Penerbangan Terburuk Dialami Pramugari, Turbulensi hingga Penumpang Meninggal

Intan Afika Nuur Aziizah, Jurnalis · Kamis 13 Januari 2022 10:30 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 12 406 2531321 3-penerbangan-terburuk-dialami-pramugari-turbulensi-hingga-penumpang-meninggal-dd6D5yTGpF.jpg Ilustrasi (Shutterstock)

BANYAK orang menganggap profesi pramugari merupakan pekerjaan yang menyenangkan lantaran bisa berjalan keliling kota maupun luar negri setiap harinya. Namun, bukan berarti tidak ada duka selama mereka bekerja sebagai kru kabin pesawat.

Sejumlah pramugari ini telah mengungkapkan beberapa penerbangan terburuk yang dialami awak kabin sepanjang karirnya, mulai dari turbulensi hingga mabuk udara kerap mereka alami selama ini. Penasaran? Simak selengkapnya berikut ini, dikutip dari Thrillist, Kamis (13/1/2022).

1. Terlempar saat turbulensi

Turbulensi tentu menjadi momen yang paling mengerikan dalam suatu penerbangan. Perubahan kecepatan aliran udara yang menyebabkan guncangan pada tubuh pesawat, membuat para penumpang berasumsi bahwa pesawat akan jatuh.

 Baca juga: Pose Menantang Pramugari Kiki Pamer Belahan Kencang Bikin Jantung Berdebar

Tak terkecuali bagi pramugari American Airlines ini. Kala itu, dia sedang berada dalam penerbangan Miami menuju London. Kemudian, ketika menyajikan minuman di kelas ekonomi, tiba-tiba pesawat mengalami Turbulensi selama sekitar 30 detik.

Turbulensi itu benar-benar begitu hebat. Alhasil, gelas-gelas yang dibawa sang pramugari pecah. Dia bahkan sampai terlempar ke atas kabin, termasuk gerobak servisnya. Semua rekan pramugarinya terkejut dan para penumpang mencoba menahan tangan sang pramugari agar tidak terlempar. Kejadian itu tak akan terlupakan baginya. Apalagi, posisi mendarat sang pramugari bak seorang pesenam kala itu.

 

"Saya masih tidak tahu bagaimana saya mendarat di kaki saya seperti pesenam, karena itu situasinya bisa menjadi situasi akhir karier yang sangat buruk," kata seorang pramugari American Airlines.

2. Lalu lintas udara di luar kendali

Air Traffic Controller (ATC) atau pengendali lalu lintas udara memiliki tanggung jawab memberikan informasi yang dibutuhkan pilot selama penerbangan, seperti informasi cuaca, informasi navigasi penerbangan, dan informasi lalu lintas udara.

Baca juga: Dear Traveler, Jangan Pernah Minta Hal Ini pada Pramugari Saat Boarding

Namun, sebuah laporan FAA 2011 menemukan bahwa hampir dua dari 10 pengontrol telah melakukan kesalahan signifikan, contohnya membawa pesawat terlalu berdekatan.

Lebih dari enam dari 10 pengontrol mengatakan bahwa mereka tertidur atau mengalami kehilangan perhatian selama shift tengah malam mereka. Sehingga, meskipun perjalanan udara mungkin merupakan bentuk perjalanan yang paling aman, terkadang kecelakaan pun bisa saja terjadi. 

Pramugari American Airlines menceritakan pengalamannya. Kala itu, pesawatnya sedang masuk untuk mendarat di San Fransisco. Sekitar 10 detik dari pendaratan, dia melihat melihat ekor Boeing 747 Cathay Pacific Airlines melintasi jalur pesawatnya ketika sedang mendarat. Dia berharap sang pilot bisa berhenti dengan cepat.

Namun, sang pilot justru terdiam tanpa mengatakan sepatah kata pun selama sekitar satu menit. Tentunya itu terasa sangat lama bagi sang pramugari yang sedang panik. Apalagi seluruh penumpang kerap berteriak histeris. Tak lama kemudian, sang pilot menjepit pramugari itu di kursi pesawat agar tidak ikut berteriak. Tentu saja ini menjadi penerbangan terburuk baginya.

“Penumpang berteriak, dan satu-satunya hal yang mencegah saya berteriak adalah saya dijepit ke kursi dengan kekuatan sedemikian rupa sehingga membuat saya diam," kata pramugari American Airlines lainnya.

Setelah kejadian itu, sang pilot membuat pengumuman dan meminta maaf atas manuver yang parah. Dia pun menjelaskan bahwa pesawatnya hampir menabrak pesawat lain yang melintasi jalur pendaratannya tanpa izin.

 Ilustrasi

3. Penumpang meninggal

Pada bulan Juli 2018, sang pramugari dalam penerbangan dari London ke Miami. Kemudian, sekitar 45 menit sebelum mendarat, pengawas penerbangan membuat pengumuman yang meminta bantuan tenaga medis dari dalam pesawat. Pasalnya, ada seorang penumpang pria yang duduk di kabin kelas bisnis mengeluhkan nyeri dada dan membutuhkan bantuan.

Situasi pun berubah menjadi sangat buruk kala itu. Awak pesawat mulai melakukan kompresi dada pada penumpang. Dokter dan perawat pun langsung datang untuk merakit peralatan medis. Namun sayang, penumpang itu tidak bisa terselamatkan.

“Keesokan harinya saya kacau balau,” kata pramugari American Airlines.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini