Share

Waduh! Penerbangan Hantu Cemari Langit Selama Pandemi Covid-19

Anisa Suci Maharani, Jurnalis · Jum'at 14 Januari 2022 13:08 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 13 406 2531483 waduh-penerbangan-hantu-cemari-langit-selama-pandemi-covid-19-ojJ39Dk46C.jpg Ilustrasi pesawat (dok Freepik)

 IMBAS Pandemi Covid-19, maskapai melakukan penerbangan hantu untuk mengamankan slot lepas landas dan pendaratan mereka di bandara.

Melansir Euro News, penerbangan hantu berarti maskapai penerbangan tidak mengangkut penumpang sama sekali. 

Hal ini telah dilakukan maskapai sejak awal Pandemi Covid-19 hingga saat ini, ketika ada lonjakan varian Omicron. 

CEO Lufthansa Carsten Spohr mengatakan, perusahaan membatalkan lebih banyak penerbangan dari yang diharapkan musim dingin ini karena lonjankan kasus varian Omicron di Eropa.

"Karena berkurangnya permintaan pada bulan Januari, kami bahkan akan membatalkan lebih banyak penerbangan. Tetapi di musim dingin, kami harus melakukan 18.000 penerbangan tambahan yang tidak perlu, hanya untuk mengamankan hak lepas landas dan pendaratan kami," ujar Spohr.

infografis

Baca Juga:

4 Hal Paling Liar Ditangani Pramugari di Pesawat, Nomor 3 Persis Adegan Film Porno

 Takut Omicron, Jepang Larang WNA Masuk hingga Februari

Penerbangan yang tidak perlu yang dimaksud Spohr adalah 'penerbangan hantu' yang telah menjadi perhatian.

Lufthansa bukan satu-satunya maskapai penerbangan yang mengatakan mereka akan menerbangkan lebih banyak pesawat hantu dalam beberapa bulan mendatang.

"Mulai sekarang hingga Maret, kami harus melakukan 3.000 penerbangan, terutama di Eropa," kata Maaike Andries, juru bicara Brussels Airlines.

"Kami lebih suka membatalkannya, dan mereka juga harus dihindari demi lingkungan."

Tetapi Andries menambahkan, ketika jumlah penerbangan turun di bawah minimum yang diperlukan untuk mempertahankan hak lepas landas dan mendarat, itu adalah masalah, karena "slot seperti itu sangat penting bagi maskapai penerbangan."

Selain itu, maskapai penerbangan bertaruh pada rebound pasar dan tidak ingin tertinggal dari pesaing mereka. Mereka bersedia membakar bahan bakar dalam jangka pendek, bahkan datang dengan dampak bencana pada iklim.

Adapun, Badan perdagangan bandara Airports Council International (ACI) menentang klaim maskapai penerbangan Eropa, dan menegaskan posisi Komisi Eropa pada ambang batas slot bandara (maskapai penerbangan saat ini harus mengoperasikan 50% slot atau berisiko kehilangannya, daripada standar pra-pandemi 80%).

Ambang batas 80% ditangguhkan pada Maret 2020, dan ambang batas 50% akan berakhir pada akhir Maret 2022, meskipun program itu didesak berakhir pada akhir musim panas 2022, Brussels Times melaporkan.

"Beberapa maskapai penerbangan mengklaim mereka dipaksa untuk menjalankan volume penerbangan kosong yang tinggi untuk mempertahankan hak penggunaan slot bandara. Sama sekali tidak ada alasan mengapa ini harus menjadi kenyataan," kata Olivier Jankovec, direktur jenderal ACI EUROPE.

"Pembicaraan tentang penerbangan hantu, dan dampak lingkungannya, tampaknya mengisyaratkan skenario kiamat yang tidak memiliki tempat dalam kenyataan. Mari kita tetap pada tugas penting untuk memulihkan dan membangun kembali bersama."

Setelah ambang batas 50% diumumkan, direktur jenderal Asosiasi Transportasi Udara Internasional menggambarkan keputusan itu bertentangan dengan realita yang ada.

Asosiasi, yang mewakili hampir 300 maskapai penerbangan yang terdiri dari 82% lalu lintas udara global, memperkirakan perjalanan internasional akan menjadi sekitar 34% dari tingkat 2019 pada akhir 2021 - dan saat itulah varian Omicron hanya berkelap-kelip di mata pandemi.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini