Candi Borobudur dan Prambanan Akan Jadi Pusat Ibadah

Widya Michella, Jurnalis · Jum'at 14 Januari 2022 16:02 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 13 406 2531507 candi-borobudur-dan-prambanan-akan-jadi-pusat-ibadah-sn1V1udj5V.jpg Candi Borobudur (dok Freepik)

MAGELANG - Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas berencana membuka Candi Prambanan untuk sarana peribadatan umat Hindu dan Candi Borobudur bagi umat Buddha. Menurutnya, gagasan ini telah disetujui Presiden Jokowi.

"Alhamdulillah saya lega hari ini. Upaya yang kita lakukan hampir satu tahun ini, mulai terlihat titik terangnya. Saya berharap upaya kita ini sesuai dengan harapan dan kebutuhan masyarakat," kata Menag Yaqut saat menerima Tim Kerja Pencanangan Candi Prambanan dan Borobudur sebagai Tempat Ibadah di Jakarta seperti dikutip dari situs resmi Kemenag.

"Tolong pastikan kalau apa yang kita lakukan saat ini sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Kalau ternyata ini belum bisa menjawab kebutuhan umat, kita harus cari tahu lagi. Ingat, komitmen kita adalah agar seluruh umat dapat nyaman dalam menjalankan agamanya," katanya.

Sebelumnya, gagasan untuk menjadikan Candi Prambanan dan Candi Borobudur sebagai tempat peribadatan umat Hindu dan Buddha disampaikan Menag Yaqut pada awal masa kepemimpinannya, Desember 2020.

infografis

Baca Juga:

Labuan Bajo Jadi Venue Side Event G20, Kemenparekraf Singgung Suvenir Tamu Negara

Ini 10 Paspor Terkuat di Dunia 2022, Indonesia Posisi Berapa?

"Gagasan ini juga disetujui oleh Bapak Presiden juga para menteri. Dan saya mendapat kabar Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono dan juga Gubernur Jawa Tengah juga sudah mendukung. Karenanya, saya minta seluruh tim untuk bekerja cepat mewujudkan ini," katanya.

Pada pertemuan tersebut Ketua Tim Kerja Pencanangan Candi Prambanan dan Borobudur sebagai Tempat Ibadah Agus Wijaya melaporkan bahwa saat ini tengah mempersiapkan Nota Kesepakatan tentang pemanfaatan kedua candi tersebut untuk kepentingan agama Hindu dan Buddha.

Rencananya, nota kesepakatan ini akan ditandatangani oleh Kemenag, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek), Kementerian Badan Usaha Milik Negara (Kemen BUMN), Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Pemerintah DIY, serta Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

"Kami berharap, maksimal dalam satu bulan ke depan Nota Kesepakatan ini sudah bisa ditandatangani," katanya.

Agus menyampaikan, selain Candi Prambanan dan Borobudur, ada dua candi lain yang juga menjadi objek dalam nota kesepakatan yang akan dibuat, yaitu Candi Mendut dan Candi Pawon. Ia menambahkan, bila Nota Kesepakatan ini dapat ditandatangani tepat waktu, maka pada awal Maret 2022 sudah dapat melaksanakan peribadatan Nyepi di Candi Prambanan.

"Antusiasme umat amat besar terhadap rencana dibukanya Candi Prambanan sebagai tempat peribadatan. Selain menjadi tempat wisata, candi ini ke depannya juga dapat meningkatkan spirit keagamaan," ujar Agus.

Hal senada disampaikan Plt Dirjen Bimas Buddha Nyoman Suriadarma. Menurutnya, dengan ditetapkannya Candi Borobudur sebagai tempat ibadah, maka akan banyak kegiatan keagamaan umat Buddha yang dapat dilaksanakan di sana.

"Selain Tri Suci Waisak yang akan kita peringati pada bulan Mei mendatang, di sana juga akan dilaksanakan Asadha Puja, Kathina Puja, dan sebagainya. Ini hal berbeda yang dapat dilakukan umat, dibandingkan jika candi-candi ini hanya menjadi tempat wisata," kata Nyoman.

(nia)

1
1

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini