Share

Pemerintah Dorong Kebangkitan Perhotelan dan Wisata di Jatim

Avirista Midaada, Jurnalis · Kamis 13 Januari 2022 20:19 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 13 406 2531886 pemerintah-dorong-kebangkitan-perhotelan-dan-wisata-di-jatim-Ix1QAvyuIr.jpg Wisata Jawa Timur Park 2 di Kota Batu (MPI/Avirista)

MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mengingatkan pelaku perhotelan dan pariwisata terus menerapkan protokol kesehatan.

Salah satu upayanya dengan memanfaatkan program Cleanliness, Health, Safety and Environment Sustainability (CHSE) demi memulihkan pariwisata di Jawa Timur.

Baca juga:  Nonton MotoGP Mandalika 2022, Ini 3 Alternatif Penginapan Selain Hotel

"Penggunaan PeduliLindungi juga tolong dipergunakan dengan baik. Ini benar-benar harus difungsikan dalam mendukung program utama CHSE dalam prioritas pemulihan ekonomi sektor pariwisata," kata Sandiaga Uno saat Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Jawa Timur di Hotel Grand Mercure Malang, Kamis (13/1/2022).

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak menyambut baik niat dari PHRI Jatim untuk mendukung kebangkitan pariwisata Jatim yang selama ini mengalami keterpurukan akibat pandemi Covid-19.

 

Pihaknya mencatat, setidaknya ada 1.500 hotel di Jawa Timur. Akan tetapi yang telah terverifikasi CHSE baru ada 196 yang artinya 1.344 yang belum masuk verifikasi, harapannya kedepan melalui program PHRI Jatim bisa memeratakan seluruhnya dalam mendukung kebangkitan pariwisata.

"Kita harap PHRI jadi wadah profesionalisme. Target investasi kita juga tinggi di tahun 2022. Ini harus kita awali dengan optimisme untuk Jatim bangkit," ungkapnya.

 Baca juga: 5 Rekomendasi Desa Wisata untuk Liburan Asyik Ala Sandiaga Uno, Patut Dikunjungi!

Mantan Bupati Trenggalek ini menyebut kontribusi sektor pariwisata, perhotelan, dan makanan minuman (mamin) di Jawa Timur cukup besar. Apalagi selama hampir tahun 2021, sektor tersebut menyumbang setidaknya 7 persen dari pertumbuhan ekonomi Jawa Timur.

"Sektor akomodasi makanan minuman tumbuh hampir 7 persen dari perekonomian Jawa Timur, tetapi punya dampak besar bagi Sektor lain," ucapnya.

Dirinya yakin melihat tren perkembangan saat ini pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur bisa tercapai. Apalagi berkaca sepanjang 2021, pertumbuhan ekonomi positif di kuartal satu hingga tiga tahun 2021. Tetapi Emil mengingatkan sekali yang perlu dijaga adalah konsekuensi menerapkan protokol kesehatan, demi memulihkan kebangkitan ekonomi.

"Kami yakin tumbuh lebih baik lagi, kalau bisa mencapai kurang lebih 4 persen, dengan didahului kontraksi 2,3 persen di 2020 maka mengawali tahun 2022 dengan tingkat sudah yang lebih baik. Bahkan dari kondisi seperti pra Covid-19 itu bisa kita capai bahkan saat pandemi belum selesai," terangnya.

 Ilustrasi

Wali Kota Malang Sutiaji pun menyambut baik sinergi sejumlah pihak demi membangkitkan perekonomian di Jawa Timur. Ia sendiri telah mendorong agar pelaksanaan kegiatan-kegiatan di hotel bisa dilaksanakan di hari-hari kerja atau weekday, demi meratakan okupansi.

"Saya juga sudah sampaikan ke rektor-rektor untuk melaksanakan kegiatan di Weekday biar tidak menumpuk dan ada perputaran. Sekarang harus ada pemerataan. Gak hanya kegiatan di Surabaya, tapi di Malang dan Batu hingga daerah lain juga," tukasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini