Tak Sediakan Pilihan Tiket Gender X, Maskapai Ini Dinilai Diskriminasi

Salwa Izzati Khairana, Jurnalis · Jum'at 14 Januari 2022 08:30 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 13 406 2531891 tak-sediakan-pilihan-tiket-gender-x-maskapai-ini-dinilai-diskriminasi-itIxjZHYVg.jpg Pesawat Delta Air Lines (Getty Images via Independent)

SEORANG wanita asal Arizona, Amerika Serikat menuduh maskapai Delta Air Lines melakukan diskriminasi setelah tidak dapat membeli tiket gender X untuk anaknya yang bukan biner karena alat pemesanan perusahaan.

Wanita itu bernama Dawn Henry (52) mengecam Delta dalam serangkaian sebuah utas di Twitter, dan mengatakan ingin membelikannya tiket kejutan untuk Natal 2021, tetapi menemukan operator hanya menyediakan pilihan pria atau wanita.

Sementara anaknya tidak mengidentifikasi sebagai laki-laki atau perempuan dan memiliki penanda X pada akta kelahirannya, serta SIM negara bagian Washington.

 Baca juga: Kesal Ditolak Naik Pesawat, Penumpang Mabuk Nekat Serang Petugas Bandara

"Maskapai Delta mendiskriminasi individu #nonbiner dan tidak mengizinkan mereka terbang meskipun ID resmi dikeluarkan oleh negara bagian yang mengizinkan gender X pada akta kelahiran dan ID yang dikeluarkan negara bagian," ujar Henry dalam tweet-nya.

“Utas ini adalah sebuah kisah, di mana saya sedang mencoba membeli tiket untuk anak dewasa non-biner,” tambahnya seperti dilansir dari News.co.au.

 

Henry mencatat bahwa Administrasi Keamanan Transportasi (TSA) mengharuskan reservasi boarding pass sesuai dengan ID yang dikeluarkan negara. TSA menerima gender X sebagai penanda pada ID negara bagian. Masalahnya bukan dengan TSA, tetapi dengan maskapai, seperti @Delta dan @AlaskaAir,” sambung Henry.

Dia mengatakan perwakilan Delta yang dihubungi untuk membuat reservasi benar-benar berusaha membantu, tetapi tidak dapat mengubah penunjukan gender menjadi X. Saya menjelaskan apa yang telah dikatakan TSA tentang penunjukan #nonbiner," tulisnya.

 Baca juga: Jadi Destinasi Super Mahal, Sederet Wisata di Miami Ini Bisa Dinikmati Gratis

“Tetapi setelah menunggu lebih dari 30 menit, mereka memberi tahu saya dan mengatakan tidak masalah apa yang dikatakan ID, gunakan apa yang ada di akta kelahiran. Saya jelaskan di akta lahir juga ada tulisan gender X. Saya ditunda lagi."

Setelah beberapa saat ditahan, supervisor Delta di Atlanta datang dan memberi tahunya bahwa sistem mereka hanya menggunakan pria/wanita dan mengharuskan menggunakan salah satunya.

“Saya jelaskan lagi bahwa anak saya yang sudah dewasa adalah #nonbiner dan #LGBTQ dan ID mereka adalah gender X, sementara TSA mengharuskan mereka untuk mencocokkan itu,” tambah ibu yang frustrasi tersebut.

Namun seperti yang terjadi, setidaknya dengan Delta, orang nonbinary tidak diperbolehkan terbang. Pengawas mengatakan itu tidak benar. Tetapi ketika suatu kebijakan tidak memungkinkan untuk membeli tiket yang sesuai dengan pedoman TSA, hasilnya sama. Dan itu adalah diskriminasi.

“Pengawas Delta tidak setuju dengan saya dan mengatakan maaf bahwa itu adalah kebijakannya. Apakah Anda memberi tahu saya bahwa tidak mengizinkan anak saya yang #nonbinary #LGBTQ dan memiliki ID resmi yang dikeluarkan negara untuk terbang? Sementara Delta menjawabnya dengan tidak dan tidak mengatakan itu. Itu hanyalah kebijakan di Delta," tulis Henry dalam utasnya.

Pihak Delta kemudian tetap mengatakan bahwa itu tidaklah diskriminatif, sementara Henry menuduh bahwa perlakuan Delta terhadap anaknya adalah kebijakan yang diskriminatif. Namun, Delta tidak membantunya dalam bentuk apa pun.

“Identitas gender dilindungi di bawah Undang-Undang Hak Sipil. Bagaimana perlakuan berbeda dari Delta dalam menolak mengeluarkan tiket dengan penanda gender nonbinary legal yang benar yang diwajibkan TSA?” tambahnya.

 Ilustrasi

Delta dan operator besar AS lainnya mengatakan akan memperbarui alat tiket mereka untuk mencakup pelancong non-biner. Setidaknya dua dari mereka, Amerika dan UK sudah menyediakan opsi untuk pelancong non-biner.

"Saya berkomitmen untuk memperbaiki ini, tidak hanya untuk anak saya, tetapi untuk semua orang yang memegang ID resmi dengan penanda gender X. Harapan saya adalah tekanan pada maskapai (bukan hanya Delta, tetapi yang lain yang belum memperbarui sistem mereka) akan menyelesaikan ini," ujar Henry.

TSA menyarankan orang-orang untuk menggunakan nama, jenis kelamin, dan tanggal lahir yang sama seperti yang ditunjukkan pada tanda pengenal resmi. Petugas TSA akan memastikan identifikasi dan boarding pass adalah asli dan cocok di pos pemeriksaan keamanan.

Seorang perwakilan Delta mengatakan bahwa menambahkan opsi non-biner adalah proses rumit yang memerlukan beberapa departemen, tetapi itu akan dilakukan sekitar tahun ini.

“Delta Airlines adalah pendukung lama komunitas LGBTQ+. Kami memahami bahwa mereka dilihat dan diakui merupakan bagian dari pengalaman perjalanan yang adil,” ujar juru bicara Delta.

“Meskipun kami dengan cepat mengalihkan fokus karena Covid-19 pada awal 2020 untuk membantu pelanggan menavigasi lingkungan yang berubah dengan cepat dan peraturan pemerintah, kami kembali ke jalur untuk dapat menawarkan opsi gender non-biner dalam sistem pemesanan pada tahun 2022,”tambahnya.

Henry mengatakan dia tidak mencari tindakan hukum terhadap Delta.

“Saya senang mereka akhirnya berjanji untuk menindaklanjuti komitmen yang dibuat empat tahun lalu, tetapi janji saja tidak cukup. Saya tidak akan berhenti mengejar ini sampai setiap Maskapai Penerbangan AS dengan sistem reservasi yang diskriminatif telah membuat perubahan yang sudah lama tertunda,” ujar Henry.

New York dan New Jersey adalah salah satu dari sekian negara bagian yang secara hukum mengakui orang non-biner pada dokumen identifikasi.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini