Share

Nikmati Suasana Pulau Dewata di Kampung Bali Bekasi, Asri dan Otentik Banget!

Ahmad Haidir, Jurnalis · Sabtu 15 Januari 2022 02:04 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 14 406 2531963 nikmati-suasana-pulau-dewata-di-kampung-bali-bekasi-asri-dan-otentik-banget-qWIiXhtqtK.JPG I Made Suma, penghuni Kampung Bali di Bekasi Utara (Foto: MPI/Ahmad Haidir)

KALA penat melanda, berwisata dalam rangka healing dengan berkunjung ke Pulau Bali, yang merupakan destinasi wisata favorit di Indonesia tentu menjadi sebuah hal yang menyenangkan, bukan?

Namun apa daya, untuk bisa menikmati keindahan alam dan budaya Pulau Dewata tak semudah membalikkan telapak tangan karena cost (biaya) yang tentunya tidak sedikit. Namun, setidaknya bagi warga Jabodetabek, Anda bisa berkunjung ke Kampung Bali Bekasi.

Bukan sekadar permukiman yang berisikan orang-orang Bali, namun kampung yang terletak di Jalan Merpati Bali, Nomor 49, RT 11/RW 9, Harapan Jaya, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi ini benar-benar menawarkan suasana Pulau Dewata yang asri dan otentik.

Tim MNC Portal Indonesia pun berkesempatan mengunjunginya secara langsung pada Kamis 13 Januari 2022 siang. Usai menempuh perjalanan selama kurang lebih 40 menit dari Jakarta Pusat dengan menaiki kereta listrik (KRL) tujuan Stasiun Bekasi, lokasi bisa dijangkau dengan menumpangi ojek motor.

Sesampainya di lokasi, pengunjung akan langsung disambut oleh sebuah gerbang yang menandakan permukiman warga yang belakangan menjadi destinasi wisata budaya Kota Bekasi ini.

Setelah berjalan beberapa langkah, pemandangan mata langsung tertuju kepada rumah-rumah yang memiliki arsitektur khas Bali, di mana terdapat gerbang berbentuk pura hingga patung-patung yang berada di dekat pintu masuk.

Baca juga: Bali Tujuan Favorit Backpacker Swedia, Sudah Rindu Keindahan Pulau Dewata

Infografis Spot Kerajinan Tangan Bali

Bahkan pepohonan yang tersebar di lokasi pun merupakan tumbuhan yang banyak dijumpai di Pulau Seribu Pura itu seperti Pohon Bunga Kamboja hingga Bunga Sepatu, yang pada bagian batangnya diselimuti Kamen alias sarung khas Bali.

Baru menyusuri wilayah kampung, Tim MNC Portal Indonesia langsung disambut oleh salah seorang warga bernama I Made Suma (63), yang ternyata merupakan salah seorang 'penghuni' awal di tempat tersebut.

Bersama anaknya yakni Wayan Agus (38), Made lantas bercerita panjang-lebar mengenai sejarah Kampung Bali Bekasi dari awal ia memutuskan tinggal di wilayah itu sampai detik pertemuan dengan kami.

Dari obrolan hangat yang ditemani secangkir kopi dan biskuit itu menghasilkan sebuah informasi menarik, di mana diketahui bahwa penamaan Kampung Bali justru berasal dari seorang tukang becak.

“Nama jalan ini kan Jalan Merpati, nah itu dinamain jadi Merpati Bali. Terus permukiman kami disebut Kampung Bali oleh seorang tukang becak yang sering melintasi tempat ini karena melihat desain rumah kami," ungkap Made.

Selepas bercengkerama, putra Pak Made yakni Bli (panggilan mas untuk orang Bali) Wayan mengajakku untuk mengelilingi seluruh kampung itu.

Sepanjang jalan, sungguh terasa keasrian dan keotentikan dari Kampung Bali Bekasi. Lalu sampailah kami pada sebuah rumah dari sosok yang dianggap menjadi salah satu tetua desa, seorang pria paruh baya bernama Ketut Budiasa.

Penampilannya bersahaja, namun Ketut ini bukan sosok sembarangan. Ia merupakan salah seorang seniman kawakan Bali yang juga menjadi sosok pengajar di salah satu Universitas Swasta ternama di Jabodetabek.

Beliau paham betul tentang makna 'Sapta Pesona', yang merupakan sebuah nilai-nilai filosofis masyarakat Bali tentang menjalani kehidupan dan lantas diadopsi menjadi salah satu satu tagline Pariwisata Indonesia.

Kampung Bali

Diam-diam, Pak Ketut juga merupakan salah seorang penabuh Rindik, alat musik tradisional khas Bali dengan kemampuan yang sangat jarang yakni memainkannya dengan tiga tongkat pemukul sekaligus. Ia pun memamerkan keahlian itu di hadapan Tim MNC Portal Indonesia.

“Biasanya rindik itu pakai dua tongkat ya, ini saya tiga tongkat sekaligus. Esensinya beda pun tingkat kesulitannya," terangnya seraya tersenyum.

Puas berbincang dengan Pak Ketut, tak terasa sore telah berganti malam. Setelah beristirahat sejenak, kami langsung melanjutkan perjalanan terakhir yaitu mengunjungi sanggar 'Nyalian Mas', sebuah tempat belajar kesenian tari dan musik Bali satu-satunya di wilayah Bekasi Utara yang terdapat di Kampung Bali Bekasi.

Sanggar yang mengajarkan Tari Pendet dan Musik Gamelan Bali itu telah berdiri sejak tahun 2004, demikian penjelasan Bli Ryan yang memiliki nama lengkap Putu Ryan Hikantara selaku pengelola sanggar tersebut saat ini.

“Dulu sih mendirikannya atas inisiatif keluarga, kan pakde dan orangtua itu guru seni, ya udah dengan tujuan untuk melestarikan kebudayaan Bali juga, akhirnya berdiri lah sanggar ini”, ungkapnya.

Melalui sanggar yang dinamai berdasarkan nama sebuah desa di Kabupaten Klungkung, Bali yang menjadi tempat kelahiran keluarga besarnya itulah, sebagian besar aktivitas kebudayaan dan kesenian di Kampung Bali Bekasi berlangsung dan lestari hingga kini.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini