Share

Cerita Wanita Tinggal di Kapal Sederhana, Bisa Hemat Rp286 Jutaan dari Biaya Sewa per Tahun

Salwa Izzati Khairana, Jurnalis · Sabtu 15 Januari 2022 16:10 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 14 406 2532089 cerita-wanita-tinggal-di-kapal-sederhana-bisa-hemat-rp286-jutaan-dari-biaya-sewa-per-tahun-oLO9v5PdJ8.jpg Elizabeth Earle (dok @earlewhites)

JAKARTA - Elizabeth Earle (33) berhasil menghemat lebih dari USD20.000 atau sekitar Rp286 jutaan untuk biaya tagihan dan sewa per tahun sejak tinggal di kapal.

Melansir The Sun, hal ini berawal ketika Earle membeli kapal tersebut sekitar USD7000 pada tahun 2019. Kemudian, ia menghabiskan biaya tambahan USD22.000 untuk renovasi dan dekorasi selama dua tahun terakhir.

Penulis dan ilustrator asal Nuneaton, Warwickshire di Inggris itu menukar apartemen satu tempat tidurnya dengan kapal berukuran 9,7 meter untuk berpetualang.

"Saya tumbuh dengan membaca Lord of the Rings dan Chronicles of Narnia, juga tumbuh di sebuah desa. Jadi, saya selalu terpesona dengan kehidupan yang fantastis itu," ujar Earle.

infografis

Baca Juga:

Viral Pramugari Cantik Foto Bareng Al Ghazali di Pesawat, Warganet Dibikin Baper

Heboh Penemuan Alat Ritual Santet, Terbungkus Kain Putih Isinya Bikin Ngeri

“Saya selalu menyukai gagasan untuk tinggal di kapal sejak masih kecil, bepergian ke berbagai tempat, bertemu orang baru. Rasanya seperti kebebasan. Tidak terikat untuk membayar sewa atau bekerja untuk bos yang tidak tahu berterima kasih."

"Sungguh luar biasa betapa banyak uang yang dapat kamu hemat ketika tidak membayar sewa atau hipotek. Uang itu kembali ke kehidupan saya sendiri, properti dan masa depan saya sendiri," tambahnya.

Setelah menyewa pekerja untuk memasang interior kapal, Earle menambahkan sentuhan pribadinya.

“Saya ingin kapal memiliki nuansa masakan Edwardian. Sepertinya tema yang nyaman," katanya.

“Leviathan hanya setinggi 32 kaki (9,7m), tetapi saya tidak tega meninggalkan buku-buku itu. Saya dikelilingi oleh novel-novel yang mengilhami untuk melakukan ini dan sangat nyaman untuk melihatnya setiap hari saat saya duduk santai dengan secangkir teh di depan api unggun," sambungnya.

Earle mengatakan, keluarganya mendukung untuk melakukan hal tersebut. Namun, mereka berharap dirinya melakukan sesuatu yang sedikit lebih normal dan tenang.

Bagian favorit dari kapalnya adalah rak buku tahun 1920-an yang kini ditumpuk dari atas ke bawah. Hal ini menyebabkan Leviathan sedikit lebih berat di satu sisi. Earle juga menyukai sudut perapian yang bisa membuat situasinya lebih hangat di tengah cuaca dingin.

“Setelah kakek meninggal, kami menemukan beberapa alas perapian antik yang telah dia kumpulkan. Ayah saya menambahkannya ke perapian, jadi sekarang lebih istimewa. Senang mengetahui bahwa sebagian kecil dari perahu saya dibuat oleh keluarga saya," ujarnya.

Earle selalu menikmati spontanitas dalam hidupnya dan mengeklaim hasratnya untuk bepergian membuatnya membeli perahu tersebut.

“Pada tahun 2017, saya pindah ke Australia, tetapi tidak ingin terjebak di satu tempat dan akhirnya menjadi sangat tertarik untuk berlayar. Akhirnya membeli tiket sekali jalan ke Afrika Selatan untuk bergabung dengan kru perahu layar."

Kemudian Earle menghabiskan waktu enam bulan dengan berkeliling Atlantik selatan, berenang dengan hiu, mengunjungi bangkai kapal dan scuba diving. Bahkan dia juga mengunjungi sebuah pulau, di mana seorang pria telah tinggal sendirian selama 20 tahun hanya dengan penguinnya. Earle akhirnya membeli sebuah perahu layar dan mengadopsi seekor anjing, Leela, anjing campuran Gembala Jerman berusia empat bulan.

“Saya benar-benar ingin melakukan perjalanan melintasi Pasifik setelah merenovasi perahu, tetapi menyadari bahwa Leela benci berlayar. Leela akhirnya menjadi prioritas, dan saya berkompromi, menjual perahu layar, juga membeli perahu sempit pada tahun 2019," ujar Earle.

1
2

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini