Pria Ini Dilarang Meninggalkan Israel Sampai Tahun 9998 Gegara Ceraikan Wanita Yahudi

Anisa Suci Maharani, Jurnalis · Minggu 16 Januari 2022 01:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 14 406 2532495 pria-ini-dilarang-meninggalkan-israel-sampai-tahun-9998-gegara-ceraikan-wanita-yahudi-eVPzI653iM.JPG Abraham Herssein bersama anaknya (News.com.au)

SEORANG pria dari Amerika Serikat bernama Abraham "Avrumie" Herssein (44) dilarang meninggalkan Israel sampai tahun 9998. Dia mengaku bangkrut, menganggur dan akan dikirim ke penjara dalam beberapa pekan lagi.

Hukuman itu diterimanya setelah dia menceraikan istrinya yang warga Israel dan wajib membayar tunjangan USD1,5 juta (Rp21,4 miliar) untuk anak-anaknya. Nilai tersebut setara dengan tunjangan 21 tahun.

Abraham Herssein adalah salah satu dari ribuan warga asing yang dilarang meninggalkan negara itu di bawah perintah "so-called stay-of-exit".

 Baca juga: Jadi Destinasi Super Mahal, Sederet Wisata di Miami Ini Bisa Dinikmati Gratis

Hukuman itu berlakukan oleh pengadilan agama Israel dalam proses perceraian. Para aktivis mengklaim, vonis tersebut sangat menentang para ayah.

 Ilustrasi

Herssein, mantan bankir investasi senior di Goldman Sachs, secara resmi dilarang meninggalkan negara Israel hingga tahun 9998.

"Ini seperti gerilyawan FARC di Kolombia yang menculik orang kemudian memeras keluarga hingga kering selama satu dekade atau lebih. Perbedaan di Israel adalah ketika mereka memutuskan Anda tidak punya uang lagi, mereka tidak membebaskan Anda," kata Herssein seperti dilansir dari News.com.au, Sabtu (15/1/2022).

Herssein memiliki lima anak. Tiga di antaranya hasil perkawinan dengan mantan istrinya di Israel. Dua di Amerika bersaman mantan pacarnya. Dia telah terperangkap dalam "penjara debitur" selama enam bulan terakhir.

 Baca juga: Bandara Ini Punya Kolam Renang dengan View Landasan Pacu, Lagi Transit Bisa Berendam Dulu

Herssein telah menandatangani perjanjian hak asuh dengan mantan istrinya di Mahkamah Agung New York pada 2019, tetapi haknya dicabut oleh pengadilan Rabbinical di Israel setelah menyetujui perceraian Yahudi.

Meminta Bantuan

Herssein mengatakan dia menghubungi Konsulat AS untuk bantuan, tetapi kedutaan menganggapnya sebagai "masalah pribadi".

 

Dia juga memohon bantuan kepada Senator New York Kirsten Gillibrand dan Perwakilan Jerry Nadler, tetapi tidak mendapat tanggapan.

"Saya telah ditahan di negara Israel, jauh dari keluarga saya, anak-anak AS, dan pekerjaan saya. Ini di luar keinginan saya sejak saya kembali untuk sidang," tulis Herssein dalam pernyataan.

"Tidak ada proses hukum pidana atau lainnya atau pelanggaran yang diajukan terhadap saya. Saya tidak melanggar hukum," lanjutnya.

"Seorang hakim pengadilan Israel tidak hanya memutuskan untuk menahan anak-anak saya di Israel, tetapi telah memberlakukan perintah 'block exit' pada saya yang berakhir pada tahun 9998," jelasnya.

Herssein mengatakan kepada News.com.au bahwa dia telah memulai grup WhatsApp untuk orang-orang mengalami situasi serupa, yang kini telah berkembang menjadi 27.000 anggota.

"Saya sudah berbica dengan sembilan ayah lain yang merupakan warga negara AS tentang jebakan ini."

Departemen Luar Negeri AS mengatakan, "Kedutaan Besar AS tidak dapat membatalkan utang warga negara AS atau menjamin keberangkatan mereka dari Israel ketika mereka menghadapi larangan meninggalkan negara itu sampai utang diselesaikan."

 Ilustrasi

Menurut Herssein, hukuman ini sangat mengerikan bagi warga AS. Dia ingin pemerintah AS membawa "tekanan politik" pada Israel dalam negosiasi untuk perjanjian masuk bebas visa.

"Pesan utama saya, negara yang Anda anggap sebagai salah satu sekutu terdekat Anda sedang memenjarakan secara ilegal, dan melanggar hak asasi manusia dan hak sipil warga negara Anda yang tak terhitung jumlahnya,” katanya.

"Warga negara Anda dilanggar secara ilegal dengan diperlakukan tidak adil dan diperas."

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini